Rabu, 25 Februari 2015

A whole new world




aku hanya akan menunggu orang yang mengorbankan jiwa nya untukku
dan aku hanya akan mengorbankan jiwa ku untuk orang yang menungguku



           Aku dapat mendengar melodi itu mengaduk aduk hatiku,aku benar benar muak dengan pesta semacam ini,gaun putih panjang dengan renda gading seperti rose di ujung gaun ini membuat ku bertambah tambah muak,pesta yang hampir membuat ku nekat kelaur dari jendela dan menentang ayah ibuku,pesta pertunangan ku.
    Apa salahnya memilih dan mencintai seseorang dalam hidupmu? Apa salah nya menginginkan duia baru yang lebih menyenangkan?salah bila kau seorang putri dari kerajaan besar yang sangat terhormat dan mencintai seseorang yang bukan kasta mu,salah bila kau sudah memiliki seseorang yang sudah di pilihkan untuk mu,dan kau tau …..  itulah yang terjadi padaku.
    Aku dapat melihat dengan jelas wajah laki laki itu menatapku,sekilas saja aku tau dia tidak mencintaiku dan itulah yang terjadi padaku,garis panjang di dahinyaa yang berkerut ketika ayah nya akan menikahkannya dengan ku hari itu,membuat ku ingin pergi dari dunia menyebalkan ini.
    Jika aku di zaman romawi maka aku akan terjepit cinta masa lalu romeo dan Juliet,mati bersama dan saling memeluk, bukan di mesir dan terbang bersama aladin,jika aku adalah wanita dengan sepetu kaca maka aku akan beremu dengan pangeranku,tapi aku adalah putri dari negeri ini,dengan pasangan muda yang membuat ku hidup di dunai ini,kau tau beberapa hal memang benar benar tak bisa di rencanakan, tak bisa di ubah, tak bisa dipilih,dan sial nya salah satu yang tak dapat dipilih adalah terlahir dari keluarga apa.
    Aku ingin dunia yang baru,dunia yang membuatku menjdi seseorang yang di sapa seperti biasanya,tak usah menunduk di depanku karna itu membuat ku merasa berbeda.tidak senormal yang lainnya.
   
          aku melangkah lambat kedepan balkon,angin malam dengan bau tanah basah menghambur ke hidungku,sekali lagi gaun ini mngembang,terbang perlahan,aku dapat merasakan gerakan gerakan halus dari sanggul kecil renggang di kepalaku,rambut ku melayang layang di terpa angin.
    Disini aku dapat melihat rasi bintang ku dan rasi bintang laki laki itu,pemuda biasa itu, membuat susunan simertis yang sempurna,bukan kah kami selalu punya pilihan,bukankan setiap pasangan selalu punya pilihan,bukannya begitu ploto mengajarkan,lalu kenapa aku harus terjebak dalam dunia rumut yang entah bagaimana akhirnya.aku menghela nafasku,jemariku yang memegangi sisi balkong menghangat,aku memalingkan wajahku menatap seseorang yang berdiri dengan toksido hitam nya.
“kau tau…kita sama sama tak menginginkan ini”.
    Aku mengangguk lambat dan dalam,ia menatap mataku lagi,dapat kulihat bulu matanya membuat bayangan.
“kita masih terlalu muda”.
    Aku mengagguk lagi,matanya yang sayu membawa ku ke tempat indah seperti aden,tapi bukan hal seperti ini yang harus kami lakukan.
“aku belum 17 tahun dan kau belum 18 tahun”.
    Ia tersenyum,menatap mataku,jemarinya menyentuh kulitku,ia menggenggam tangan ku lebih erat.
“aku mencinta seseorang”.
  Garis mata nya mulai memudar.
“aku juga”.
   Aku berkata lirih,mataku menatap hamparan rose di bawah balkon.
“aku ingin dunia yang baru”.
    Ia menatapku dan aku mengangguk lambat.
“kita masih terlalu muda untuk saling memiliki,dan aku berharap kau bisa mengerti”.
“aku sangat mengerti pangeran ha chan, jangan khawatir,tapi kau tau,tak ada yang bisa dilakukan”.
“aku akan melakukan apapun untuk pergi kesuatu tempat yang lebih menyenangkan,kita pergi bersama,tuan putri choi ri rin”.
   Aku menatapnya ragu,tapi mata itu benar benar meyakinkan ku bahwa disana, diluar istana, ada banyak hal yang akan terjadi,yang harus kami lakukan,ada banyak hal yang harus kami amati pelajari dan nikmati,kami masih terlalu muda untuk membuat keputus besar,maka kami akan belajar membuat keputusan untuk diri kami sendiri dulu.
   Pangeran park ha chan mentapku sebentar ketika kami mulai beranjank dari balkon.
“kau bisa pergi bersama pemuda itu…. Jika kau mau”.
……………..
        Kutemukan diri ku sendiri,saat lampu lampu pesta perlahan memudar ,pangeran ha chan memegangi tangan ku ketika kami mulai menjauh dari istana,berlari mengintari crimson kecoklatan yang mulai menua,entah apa itu tapi bibir ku terangkat,mengamati rasi bintang ku dan orang itu,udara dingin terasa hangat di dunia melelahkan milik kami,ha chan menuntun tangan ku,mengangkat gaun panjang ku ketika kami mulai naik ke perahu kayu pohon oak,aku duduk di sisi kiri dan pangeran ha chan di kanan,perlahan perahu ini merayap di danau hitam yang lekat,aku dapat mendengar gemercik air terciprak karna kayuhan pangeran ha chan,mataku menerawang menatap berlian abadi diatas langit gelap,berkerlip kerlip seakan menggamtung.
   Aku menghela nafasku,tak pernah kurasakan langit secantik dan sedekat ini,aku seakan dapat meraihnya,cahaya lampu diatas sama masih bersinar terang,tak ada yang menyadari kami sudah tak ada di pesta itu.
    Pangeran ha chan berhenti mendayung,matanya menatap hamparan semesta yang mulai bertambah tambah cahaya nya,mengamati bulan lembut yang tertutup kabut dingin,ia mulai merogoh taksidonya,menyalakan lilin di di tengah tengah perahu,hangat menyusiri dadaku,saat mata itu menatapku,lewat cahaya lilin yang bergoyang perlahan,aku dapat melihat mata itu melayu,rambut hitamnya diterpa angin.
“jika banyak orang bilang,aku adalah laki laki yang beruntung, terlahir dari putra seorang rara,mereka salah,bukan dunia seperti ini yang aku inginkan”.
   Matanya menerawang,kosong.
“aku juga merasakan itu,rasanya benar benar sama,aku ingin hidup senormal orang lain”.
“kita tidak punya pilihan untuk menentukan kapan dan dari orang sepeti apa kita dilahirkan”.
   Ia menatap mataku,lembut sekali.
“bukan karna ibuku orang yang jahat,tapi karna peraturan  kerajaan yang harus ditaati, karna hidup kita diatur dan terikat”.
   Kami diam,hanya bunyi gemercik angin yang terdengar di telingaku.perlahan cahaya cahaya kecil mendekat,merayap di udara mendekat pada perahu kami,salah satunya menyentuh punggung tangan ku.
    Aku terperanjat saat rombongan kunang kunang itu mendekat,melayang layang di dekat tubuh kami,pangeran ha chan tersenyum,menatap mataku,dunia itu seperti perlahan mendekat.
“baiklah aku akan mulai mengayuh lagi,kau harus bertemu pemuda itu”.
 ..................
     Di perkampungan kecil di sebrang danau,ha chan menyuruhku duduk di atas perahu,tubuhnya yang tinggi dengan taksido melangkah cepat masuk keperkampungan,hanya sebentar saja sampai cahaya yang lekat membuat dua bayangan,pangeran chan dan orang itu,ia menatap ku ragu,menyentuh ujung mataku dengan matanya,aku terhenyek ketika tiba tiba ia mundur dengan wajah memucat.
“aku tida bisa pangeran chan”.
    Aku menatapnya dalam,cahaya bulan jatuh tepat di wajahnya.
“kau mencintainya kan?”.
    Pengeran chan menatap nya.
“tapi aku akan di bunuh ayah nya jika melawan”.
        Mata ku menerawang,aku hampir mendekat ketepian,mulai beranjak dari duduk ku saat pangeran chan,mendekat keperahu.
“fikirkan lagi”.
    Pemuda itu menggeleng dapat kulihat ketakutannya semakin nyata.
“aku tidak akan membahayakan diriku untuk hal hal seperti ini”.
     Ia berbalik,punggungnya menjauh dan hampir menghilang saat aku benar benar keluar dari perahu,hampir berlari mengejarnya,mata ku memanas saat sesuatu yang tak pernah kufikirkan terjadi padaku,
      Semua itu,hari itu,saat ia mendekat dan mengajak ku mengintari taman mawar,saat hampir setiap minggu ia membawa kantong pupuk,ke istana,membawa ku pada rasayang kukira sangat berarti untuknya,ya tuhan aku hanya terlalu percaya cinta yan sama juga dia miliki.
“berhenti putri ri rin,jangan mengejar orang yang bahkan tidak berfikir dua kali untuk meninggalkan mu”.
  Aku terhenyak di tempatku,pungggung itu menjauh dan benar benar menghilang di kegelapan.pangeran ha chan meraih tangan ku,membawa ku lebih dekat pada perahu,kaki ku yang layu perlahan menurut,duduk lagi di ujung perahu,pengeran chan mulai mendayung lagi.
“itu hanya salah satu dari dunia sebenarnya,hal yang kau temui ketika membuka gerbang”.
   Sunyi,tak ada yang bicara,hanya htai ku yang beradu dan semakin mengutuk tatanan keluragaku,perlahan kami menepi lagi,diantara hutan crimson dan bunga calona,bulan menerangi danau,cahaya menerjang masuk kedalam air,pangeran ha chan menuntunku lagi,duduk di batu kecil diantara bunga bungan crimson.tangan nya tak melepaskan jemariku.
“seorang raja harus menahan berat mahkota”.
   Aku meliriknya,ia tersenyum menatap mataku,perlahan mata itu meredup,memandangi tumpukan tanah yang meninggi,aku mendekat menatap tanah itu,dapat ku lihat sisa sisa mawar layu bertumpuk,aku menatap pengeran chan.
“dia orang yang kucintai”.
   Aku tercekat,cahaya bulan mulai menyinari bunga bunga layu itu.
“kami bertemu terlalu muda,setidanya bagi kami,di tempat ini dua tahun yang lalu,kami habiskaan malam hari bersama,hanya duduk dan menatap langit,dan dia tertidur di bahuku,semalaman kami tidur disini,matahari masuk melewati crimson berdebu di musim panas,orang orang melihat kami bersama,menyalahkannya karna merayuku”.
     Pangeran chan menduk,bahu nya terguncang,air matanya jatuh ditaksidonya.
“bukan hal yang baik saat kau berurusan dengan tatanan istana,norma dan seorang pengeran”.
   Ia memnadangiku, dalam sekali.
“dia hanya disuruh tidak lagi menemuiku,tapi dia menolak,dia menentang tatanan itu,dia di hukum mati saat usianya 15 tahun,ya …dua tahun yang lalu,semua orang tau itu”.
      Bahu itu semakin terguncang,isakannya terdengar di malam yang sedikit dingin di bulan November,aku meraih jemarinya,aku dapat merasakan rasa sakit itu.
“berjanjilah,kau hanya akan mempertahan kanseseorang yang mengorbahkan jiwa nya untukmu”.
     Aku mengangguk lambat,perlahan air mata ku mulai menyusuri sela pipiku,tangan ku ku apitkan di tangan nya,ku jatuhkan kepala ku di bahunya,kami diam tak ada yang bicara,perlahan bulan mulai menghitan,mata ku mulai melemah,aku tertdur di antara crimson dan calona yang mulai bergoyang.
………………….
        Matahari masuk lewat sela sela daun crimson,aku dapat mendengar gerakan kuda mendekat,orang disampingku tersenyum tenang,seakan tau apa yang akan terjadi,matanya menatap setengah lingkaran kemasan yang mulai naik ketepian.suara kuda kuda itu benar benar mendekat,aku megeratkan tangan ku,getaran yang entah apa itu beradu dengan detak  jantungku.
   Suara terikan kuda didepan kami,segerombongaan orang mulai mendekat,aku tak mengerti apa yang mereka fikirkan tapi yang terjadi adalah mereka mulai memaksaku meninggalkan tempat ini memisahkan ku dengan pangeran chan.aku menolak itu,meronta sebisaku,lewat pandangan ku yang memudar aku dapat melihat mata sayu dan bibir pangeran chan tersenyum,singkat sekali rasanya,sampai aku merasa tubuh ku melemah ,sesuatu seperti di desakan ke mulutku,pahit dan panas,dan semua hal menghilang dari pandangan ku.
…………………
         Remang remang dan lagit terasa melayang layang,pecah terkena helium dan perlahan lahan mulai menyatu menjadi sesuatu yang ku kenali,ini kamar ku.kepala ku terasa berat saat kubuat bisa menegak,laki laki berdiri tegak tampak kuasa dengan tangan di kantong nya,aku memandangi wajah itu.
“dimana pangeran park ha chan”.
    Ia melirikku,memandangi tubuhku.
“kau mengahancurkan pesta itu,kau dan orang itu,kau menghancurkan wajah ku didepan orang orang terhormat putri coi ri rin”.
   Aku merinding,matanya menusuk dadaku,tangan ku bergetar ketika melihat wajah lemah pangeran ha chan,seperti lewat didepan mataku.
“ku mohon…dimana dia sekarang”.
“kau menolaknya dan aku tidak lagi memperdulikannya…”.mata itu menatapku lagi.
“mungkin sedang diperlakukan seperti ayah nya dulu meperlakukan wanita itu”.
      Tumpukan tanah,bunga kering,aku menegakan wajahku menatap tajam.
“dimana dia…dimana dia sekarang”.
    Laki laki itu memandang wajahku.
“apa yang kau inginkan,aku akan mencarikan mu putra dari raja yang lain,banyak sekali,dia tidak ada apa apanya”.
“tapi aku hanya menginginkan orang itu”.
        Horden putih gading melayang layang disamping ku,ruangan ini terasa panas dan kaku,ku tegakan wajahku,aku berani bersumpah bahwa ini pertama kalinya aku seberani ini,menentang sebuah kekuasaan besar.
“aku hanya akan menunggu orang yang mengorbankan jiwa nya untukku”.
   Mata itu melembut,ia menghela nafasnya dalam.memandangi ku lagi.
“aku tidak berjanji…”.
    Ia berbalik,tida lagi melihatku,mata ku basah dan aku mulai mengumpulkan kain satin untuk ku peluk,air mata ku menetes dan membasahi kain itu.punggung laki laki itu menjauh,punggung yang tak pernah berubah sejak aku masih memanggilnya,ayah.
…………………...
After 10 years
Bisa kutunjukan padamu ….
dunia Yang bersinar…berkilau…mengangumkan
Katakan putri,kapankah
Terakhir kali kau biarkan hati mu memutuskan….
……………………
      Aku memandangi rose yang tak sedikitpun menua,berwarna manis diterpa senja,aku mendekat,menggengam ujung balkon,tida ada sedikitpun yang tertinggal di dalam dadaku,aku tidak lagi mencari dunia baru,semua nya mulai terlihat masuk akal,kerajaan ini ku pimpin,tapi aku sendiri tak punya pemimpin,dunia yang dulu terasa sangat dekat itu,tiba tiba menghilang menjauh dan tak pernah ku dengar lagi.
       Setetes air jatuh di punggung tangan ku,bersama gerimis yang mulai jatuh dikelopak kelopak mawar,aku dapat merasakan sinar keemasan menerpa wajahku.perasaan itu datang lagi.
    Perahu itu,cahaya kunang kunag,malam itu, mimpi mimpi tentang dunia baru terasa dekat sekali,aku benar benar merindukannya,tapi aku tidak menyesali semua yang kulakukan, karna mungkin saat aku melakukan itu,maka hari ini aku akan terjebak pada cinta mengerikan yang tak pernah membuat ku menemukan sisi berbeda dari dalam diriku.
   Air mata ku berdesakan,gaun putih gading ku melayang layang,ini untuk pernikahan adik perempuan ku,mata ku menatap venus yang diam sendirian diantara cahaya keemasan yang memerah.sebentar lagi aku akan melihat rasi bintang itu,rasi bintang kami,aku dan pangeran park ha chan.
     Aku menarik nafasku panjang,udara berkumpun di dadaku,di mataku air berdesakan,mengalir di sela pipiku,perlahan sesuatu menyentuh punggung tangan ku,hangat sekali.
    Dadaku terasa tercekik,aku mulai terisak,saat saat seperti ini adalah saat saat aku benar benar merindukan orang itu,karna itu aku merasa dia masih berada di sampingku.aku menegakan kepala ku,aku melirik seseorang disampingku,dan semua nya sama,orang itu memang di sampingku,tapi hanya sebentar dia akan pergi lagi,tida bertahan lama.
    Semakin parah lagi halusinasiku saat aku merasa tangan ku di gengam semakin erat,aku manatap wajah itu,dan sesuatu seperti berhenti di dadaku,aku seperti terlempar kemasa lalu,menatap senyum dan mata yang masih sama,hanya sedikit lebih dewasa,perlahan aku mendekat,meraba pipinya yang hangat,menyentuh kulit lembut yang mulai bergetar,air mata nya jatuh di tanganku.
“aku hanya akan mengorbankan jiwa ku untuk orang yang menungguku”.
  …………………..
Sebuah dunia baru….
Di situlah tempat kita kelak….
Pengejaran yang mendebarkan…
Tempat yang mengagumkan…
Untukmu…
Dan untukku…       

8-7-14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik