aku
hanya akan menunggu orang yang mengorbankan jiwa nya untukku
dan
aku hanya akan mengorbankan jiwa ku untuk orang yang menungguku
Aku dapat mendengar melodi itu
mengaduk aduk hatiku,aku benar benar muak dengan pesta semacam ini,gaun putih
panjang dengan renda gading seperti rose di ujung gaun ini membuat ku bertambah
tambah muak,pesta yang hampir membuat ku nekat kelaur dari jendela dan
menentang ayah ibuku,pesta pertunangan ku.
Apa salahnya memilih dan mencintai
seseorang dalam hidupmu? Apa salah nya menginginkan duia baru yang lebih
menyenangkan?salah bila kau seorang putri dari kerajaan besar yang sangat
terhormat dan mencintai seseorang yang bukan kasta mu,salah bila kau sudah
memiliki seseorang yang sudah di pilihkan untuk mu,dan kau tau ….. itulah yang terjadi padaku.
Aku dapat melihat dengan jelas wajah laki
laki itu menatapku,sekilas saja aku tau dia tidak mencintaiku dan itulah yang
terjadi padaku,garis panjang di dahinyaa yang berkerut ketika ayah nya akan
menikahkannya dengan ku hari itu,membuat ku ingin pergi dari dunia menyebalkan
ini.
Jika aku di zaman romawi maka aku akan
terjepit cinta masa lalu romeo dan Juliet,mati bersama dan saling memeluk,
bukan di mesir dan terbang bersama aladin,jika aku adalah wanita dengan sepetu
kaca maka aku akan beremu dengan pangeranku,tapi aku adalah putri dari negeri
ini,dengan pasangan muda yang membuat ku hidup di dunai ini,kau tau beberapa
hal memang benar benar tak bisa di rencanakan, tak bisa di ubah, tak bisa
dipilih,dan sial nya salah satu yang tak dapat dipilih adalah terlahir dari
keluarga apa.
Aku ingin dunia yang baru,dunia yang
membuatku menjdi seseorang yang di sapa seperti biasanya,tak usah menunduk di
depanku karna itu membuat ku merasa berbeda.tidak senormal yang lainnya.
aku melangkah lambat kedepan
balkon,angin malam dengan bau tanah basah menghambur ke hidungku,sekali lagi gaun
ini mngembang,terbang perlahan,aku dapat merasakan gerakan gerakan halus dari
sanggul kecil renggang di kepalaku,rambut ku melayang layang di terpa angin.
Disini aku dapat melihat rasi bintang ku
dan rasi bintang laki laki itu,pemuda biasa itu, membuat susunan simertis yang
sempurna,bukan kah kami selalu punya pilihan,bukankan setiap pasangan selalu
punya pilihan,bukannya begitu ploto mengajarkan,lalu kenapa aku harus terjebak
dalam dunia rumut yang entah bagaimana akhirnya.aku menghela nafasku,jemariku
yang memegangi sisi balkong menghangat,aku memalingkan wajahku menatap
seseorang yang berdiri dengan toksido hitam nya.
“kau
tau…kita sama sama tak menginginkan ini”.
Aku mengangguk lambat dan dalam,ia menatap
mataku lagi,dapat kulihat bulu matanya membuat bayangan.
“kita
masih terlalu muda”.
Aku mengagguk lagi,matanya yang sayu
membawa ku ke tempat indah seperti aden,tapi bukan hal seperti ini yang harus
kami lakukan.
“aku belum
17 tahun dan kau belum 18 tahun”.
Ia tersenyum,menatap mataku,jemarinya
menyentuh kulitku,ia menggenggam tangan ku lebih erat.
“aku
mencinta seseorang”.
Garis mata nya mulai memudar.
“aku
juga”.
Aku berkata lirih,mataku menatap hamparan rose
di bawah balkon.
“aku ingin
dunia yang baru”.
Ia menatapku dan aku mengangguk lambat.
“kita
masih terlalu muda untuk saling memiliki,dan aku berharap kau bisa mengerti”.
“aku
sangat mengerti pangeran ha chan, jangan khawatir,tapi kau tau,tak ada yang
bisa dilakukan”.
“aku akan
melakukan apapun untuk pergi kesuatu tempat yang lebih menyenangkan,kita pergi
bersama,tuan putri choi ri rin”.
Aku menatapnya ragu,tapi mata itu benar
benar meyakinkan ku bahwa disana, diluar istana, ada banyak hal yang akan
terjadi,yang harus kami lakukan,ada banyak hal yang harus kami amati pelajari
dan nikmati,kami masih terlalu muda untuk membuat keputus besar,maka kami akan
belajar membuat keputusan untuk diri kami sendiri dulu.
Pangeran park ha chan mentapku sebentar
ketika kami mulai beranjank dari balkon.
“kau bisa
pergi bersama pemuda itu…. Jika kau mau”.
……………..
Kutemukan diri ku sendiri,saat lampu lampu pesta perlahan
memudar ,pangeran ha chan memegangi tangan ku ketika kami mulai menjauh dari
istana,berlari mengintari crimson kecoklatan yang mulai menua,entah apa itu
tapi bibir ku terangkat,mengamati rasi bintang ku dan orang itu,udara dingin
terasa hangat di dunia melelahkan milik kami,ha chan menuntun tangan
ku,mengangkat gaun panjang ku ketika kami mulai naik ke perahu kayu pohon
oak,aku duduk di sisi kiri dan pangeran ha chan di kanan,perlahan perahu ini
merayap di danau hitam yang lekat,aku dapat mendengar gemercik air terciprak
karna kayuhan pangeran ha chan,mataku menerawang menatap berlian abadi diatas
langit gelap,berkerlip kerlip seakan menggamtung.
Aku menghela nafasku,tak pernah kurasakan
langit secantik dan sedekat ini,aku seakan dapat meraihnya,cahaya lampu diatas
sama masih bersinar terang,tak ada yang menyadari kami sudah tak ada di pesta
itu.
Pangeran ha chan berhenti mendayung,matanya
menatap hamparan semesta yang mulai bertambah tambah cahaya nya,mengamati bulan
lembut yang tertutup kabut dingin,ia mulai merogoh taksidonya,menyalakan lilin
di di tengah tengah perahu,hangat menyusiri dadaku,saat mata itu
menatapku,lewat cahaya lilin yang bergoyang perlahan,aku dapat melihat mata itu
melayu,rambut hitamnya diterpa angin.
“jika
banyak orang bilang,aku adalah laki laki yang beruntung, terlahir dari putra
seorang rara,mereka salah,bukan dunia seperti ini yang aku inginkan”.
Matanya menerawang,kosong.
“aku
juga merasakan itu,rasanya benar benar sama,aku ingin hidup senormal orang
lain”.
“kita
tidak punya pilihan untuk menentukan kapan dan dari orang sepeti apa kita
dilahirkan”.
Ia menatap mataku,lembut sekali.
“bukan
karna ibuku orang yang jahat,tapi karna peraturan kerajaan yang harus ditaati, karna hidup kita
diatur dan terikat”.
Kami diam,hanya bunyi gemercik angin yang
terdengar di telingaku.perlahan cahaya cahaya kecil mendekat,merayap di udara
mendekat pada perahu kami,salah satunya menyentuh punggung tangan ku.
Aku terperanjat saat rombongan kunang
kunang itu mendekat,melayang layang di dekat tubuh kami,pangeran ha chan
tersenyum,menatap mataku,dunia itu seperti perlahan mendekat.
“baiklah
aku akan mulai mengayuh lagi,kau harus bertemu pemuda itu”.
..................
Di
perkampungan kecil di sebrang danau,ha chan menyuruhku duduk di atas perahu,tubuhnya
yang tinggi dengan taksido melangkah cepat masuk keperkampungan,hanya sebentar
saja sampai cahaya yang lekat membuat dua bayangan,pangeran chan dan orang
itu,ia menatap ku ragu,menyentuh ujung mataku dengan matanya,aku terhenyek
ketika tiba tiba ia mundur dengan wajah memucat.
“aku
tida bisa pangeran chan”.
Aku menatapnya dalam,cahaya bulan jatuh
tepat di wajahnya.
“kau
mencintainya kan?”.
Pengeran chan menatap nya.
“tapi
aku akan di bunuh ayah nya jika melawan”.
Mata ku menerawang,aku hampir mendekat
ketepian,mulai beranjak dari duduk ku saat pangeran chan,mendekat keperahu.
“fikirkan
lagi”.
Pemuda itu menggeleng dapat kulihat
ketakutannya semakin nyata.
“aku
tidak akan membahayakan diriku untuk hal hal seperti ini”.
Ia
berbalik,punggungnya menjauh dan hampir menghilang saat aku benar benar keluar
dari perahu,hampir berlari mengejarnya,mata ku memanas saat sesuatu yang tak
pernah kufikirkan terjadi padaku,
Semua itu,hari itu,saat ia mendekat dan
mengajak ku mengintari taman mawar,saat hampir setiap minggu ia membawa kantong
pupuk,ke istana,membawa ku pada rasayang kukira sangat berarti untuknya,ya
tuhan aku hanya terlalu percaya cinta yan sama juga dia miliki.
“berhenti
putri ri rin,jangan mengejar orang yang bahkan tidak berfikir dua kali untuk
meninggalkan mu”.
Aku terhenyak di tempatku,pungggung itu
menjauh dan benar benar menghilang di kegelapan.pangeran ha chan meraih tangan
ku,membawa ku lebih dekat pada perahu,kaki ku yang layu perlahan menurut,duduk
lagi di ujung perahu,pengeran chan mulai mendayung lagi.
“itu
hanya salah satu dari dunia sebenarnya,hal yang kau temui ketika membuka
gerbang”.
Sunyi,tak ada yang bicara,hanya htai ku yang
beradu dan semakin mengutuk tatanan keluragaku,perlahan kami menepi lagi,diantara
hutan crimson dan bunga calona,bulan menerangi danau,cahaya menerjang masuk
kedalam air,pangeran ha chan menuntunku lagi,duduk di batu kecil diantara bunga
bungan crimson.tangan nya tak melepaskan jemariku.
“seorang
raja harus menahan berat mahkota”.
Aku meliriknya,ia tersenyum menatap
mataku,perlahan mata itu meredup,memandangi tumpukan tanah yang meninggi,aku
mendekat menatap tanah itu,dapat ku lihat sisa sisa mawar layu bertumpuk,aku
menatap pengeran chan.
“dia
orang yang kucintai”.
Aku tercekat,cahaya bulan mulai menyinari
bunga bunga layu itu.
“kami
bertemu terlalu muda,setidanya bagi kami,di tempat ini dua tahun yang lalu,kami
habiskaan malam hari bersama,hanya duduk dan menatap langit,dan dia tertidur di
bahuku,semalaman kami tidur disini,matahari masuk melewati crimson berdebu di
musim panas,orang orang melihat kami bersama,menyalahkannya karna merayuku”.
Pangeran chan menduk,bahu nya terguncang,air
matanya jatuh ditaksidonya.
“bukan
hal yang baik saat kau berurusan dengan tatanan istana,norma dan seorang
pengeran”.
Ia memnadangiku, dalam sekali.
“dia
hanya disuruh tidak lagi menemuiku,tapi dia menolak,dia menentang tatanan
itu,dia di hukum mati saat usianya 15 tahun,ya …dua tahun yang lalu,semua orang
tau itu”.
Bahu itu semakin terguncang,isakannya
terdengar di malam yang sedikit dingin di bulan November,aku meraih
jemarinya,aku dapat merasakan rasa sakit itu.
“berjanjilah,kau
hanya akan mempertahan kanseseorang yang mengorbahkan jiwa nya untukmu”.
Aku mengangguk lambat,perlahan air mata ku
mulai menyusuri sela pipiku,tangan ku ku apitkan di tangan nya,ku jatuhkan
kepala ku di bahunya,kami diam tak ada yang bicara,perlahan bulan mulai
menghitan,mata ku mulai melemah,aku tertdur di antara crimson dan calona yang mulai
bergoyang.
………………….
Matahari masuk lewat sela sela daun
crimson,aku dapat mendengar gerakan kuda mendekat,orang disampingku tersenyum
tenang,seakan tau apa yang akan terjadi,matanya menatap setengah lingkaran
kemasan yang mulai naik ketepian.suara kuda kuda itu benar benar mendekat,aku
megeratkan tangan ku,getaran yang entah apa itu beradu dengan detak jantungku.
Suara terikan kuda didepan
kami,segerombongaan orang mulai mendekat,aku tak mengerti apa yang mereka
fikirkan tapi yang terjadi adalah mereka mulai memaksaku meninggalkan tempat
ini memisahkan ku dengan pangeran chan.aku menolak itu,meronta sebisaku,lewat
pandangan ku yang memudar aku dapat melihat mata sayu dan bibir pangeran chan
tersenyum,singkat sekali rasanya,sampai aku merasa tubuh ku melemah ,sesuatu
seperti di desakan ke mulutku,pahit dan panas,dan semua hal menghilang dari
pandangan ku.
…………………
Remang remang dan lagit terasa
melayang layang,pecah terkena helium dan perlahan lahan mulai menyatu menjadi
sesuatu yang ku kenali,ini kamar ku.kepala ku terasa berat saat kubuat bisa
menegak,laki laki berdiri tegak tampak kuasa dengan tangan di kantong nya,aku
memandangi wajah itu.
“dimana
pangeran park ha chan”.
Ia melirikku,memandangi tubuhku.
“kau
mengahancurkan pesta itu,kau dan orang itu,kau menghancurkan wajah ku didepan
orang orang terhormat putri coi ri rin”.
Aku merinding,matanya menusuk dadaku,tangan
ku bergetar ketika melihat wajah lemah pangeran ha chan,seperti lewat didepan
mataku.
“ku
mohon…dimana dia sekarang”.
“kau
menolaknya dan aku tidak lagi memperdulikannya…”.mata itu menatapku lagi.
“mungkin
sedang diperlakukan seperti ayah nya dulu meperlakukan wanita itu”.
Tumpukan tanah,bunga kering,aku menegakan
wajahku menatap tajam.
“dimana
dia…dimana dia sekarang”.
Laki laki itu memandang wajahku.
“apa
yang kau inginkan,aku akan mencarikan mu putra dari raja yang lain,banyak
sekali,dia tidak ada apa apanya”.
“tapi
aku hanya menginginkan orang itu”.
Horden putih gading melayang layang disamping
ku,ruangan ini terasa panas dan kaku,ku tegakan wajahku,aku berani bersumpah
bahwa ini pertama kalinya aku seberani ini,menentang sebuah kekuasaan besar.
“aku
hanya akan menunggu orang yang mengorbankan jiwa nya untukku”.
Mata itu melembut,ia menghela nafasnya
dalam.memandangi ku lagi.
“aku
tidak berjanji…”.
Ia berbalik,tida lagi melihatku,mata ku
basah dan aku mulai mengumpulkan kain satin untuk ku peluk,air mata ku menetes
dan membasahi kain itu.punggung laki laki itu menjauh,punggung yang tak pernah
berubah sejak aku masih memanggilnya,ayah.
…………………...
After 10
years
Bisa kutunjukan padamu ….
dunia Yang
bersinar…berkilau…mengangumkan
Katakan putri,kapankah
Terakhir kali kau biarkan hati mu
memutuskan….
……………………
Aku memandangi rose yang tak sedikitpun
menua,berwarna manis diterpa senja,aku mendekat,menggengam ujung balkon,tida
ada sedikitpun yang tertinggal di dalam dadaku,aku tidak lagi mencari dunia
baru,semua nya mulai terlihat masuk akal,kerajaan ini ku pimpin,tapi aku sendiri
tak punya pemimpin,dunia yang dulu terasa sangat dekat itu,tiba tiba menghilang
menjauh dan tak pernah ku dengar lagi.
Setetes air jatuh di punggung tangan
ku,bersama gerimis yang mulai jatuh dikelopak kelopak mawar,aku dapat merasakan
sinar keemasan menerpa wajahku.perasaan itu datang lagi.
Perahu itu,cahaya kunang kunag,malam itu,
mimpi mimpi tentang dunia baru terasa dekat sekali,aku benar benar
merindukannya,tapi aku tidak menyesali semua yang kulakukan, karna mungkin saat
aku melakukan itu,maka hari ini aku akan terjebak pada cinta mengerikan yang
tak pernah membuat ku menemukan sisi berbeda dari dalam diriku.
Air mata ku berdesakan,gaun putih gading ku
melayang layang,ini untuk pernikahan adik perempuan ku,mata ku menatap venus
yang diam sendirian diantara cahaya keemasan yang memerah.sebentar lagi aku
akan melihat rasi bintang itu,rasi bintang kami,aku dan pangeran park ha chan.
Aku menarik nafasku panjang,udara
berkumpun di dadaku,di mataku air berdesakan,mengalir di sela pipiku,perlahan
sesuatu menyentuh punggung tangan ku,hangat sekali.
Dadaku terasa tercekik,aku mulai
terisak,saat saat seperti ini adalah saat saat aku benar benar merindukan orang
itu,karna itu aku merasa dia masih berada di sampingku.aku menegakan kepala ku,aku
melirik seseorang disampingku,dan semua nya sama,orang itu memang di
sampingku,tapi hanya sebentar dia akan pergi lagi,tida bertahan lama.
Semakin parah lagi halusinasiku saat aku
merasa tangan ku di gengam semakin erat,aku manatap wajah itu,dan sesuatu seperti
berhenti di dadaku,aku seperti terlempar kemasa lalu,menatap senyum dan mata
yang masih sama,hanya sedikit lebih dewasa,perlahan aku mendekat,meraba pipinya
yang hangat,menyentuh kulit lembut yang mulai bergetar,air mata nya jatuh di tanganku.
“aku
hanya akan mengorbankan jiwa ku untuk orang yang menungguku”.
…………………..
Sebuah dunia baru….
Di situlah tempat kita kelak….
Pengejaran yang mendebarkan…
Tempat yang mengagumkan…
Untukmu…
Dan untukku…
8-7-14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar