Aku ingin seperti Carey and Vandross
Mawar
merah,embun di kaca,bau harum bekas hujan dan aula besar kosong.hanya bangku
bangku merah dan aku yang duduk di salah satu nya.sendirian,menghitung berjuta
juta detik yang ku habiskan untuk mencintai seseorang di masa laluku.
Suara piano terdengar lembut,melodi milik
brian ketika meminta seorang putri dari ayahnya terdengar lagi.aku
menghembuskan nafasku,sesak.disini dan menjadi bagian penting dari sebuah acara
besar di kehidupan kelurga kami.membuat ku merasa sudah benar benar berlari
jauh dari masa masa itu,menyenangkan,beberapa hal terasa begitu .
Saat aku mendengar lembut suara Mariah
carey dan luther vandross bersahutan seketika suara viano menghilang,aku
memejamkan mataku,menghirup bau bekas hujan yang di bawa angin dari pintu
terbuka disampingku.
My love… theres only you in my life
the only thing that’s right
my first love ….
youre every breath that I take
youre every step I make.
suara lembut mengalun,ku dengar sendirian,sama
seperti selama ini,aku merasakannya sendirian,tidak pernah ada yang tau yang
sebenarnya terjadi pada hatiku,atau mungkin semacam aku tidak ingin ada yang
tau.
dulu dimasa lalu,lagu ini juga mengalun
seperti itu,diantara matahari senja yang hampir terbenam,di tepi danau di dua
ayunan yang melayang bersamaan.perlahan ayunan ayunan itu terhenti,dan lagu ini
lah yang ku dengar,seseorang membagi heanset nya untuku,menatap mataku lekat,seperti
ada sesuatu,bertahun tahun lalu,aku belum tau apa arti semua yang
tejadi,mungkin hingga hari ini,hujan membuat kami berlari dan berpisah,hujan
terakhir di usia ke delapanku,hujan terakhir sebelum aku melihat mobil bak
terbuka mengangkut banyak barang keluar dari rumah tetanggaku,hari terakhir aku
menatapnya dari balik baju ibuku,saat kemudian ia membuka pintu mobil nya dan
duduk di belakang,menghadap berbalik,menatap ku dari kaca belakang mobilnya,aku
diam,membeku,tidak bergerak tidak mengatakan selamat tinggal seperti yang dia
lakukan,aku ingat meski samar samar,air mataku meleleh,pipiku basah.
Aku tercekat ketika seseorang mengguncang
bahuku,perlahan aku berbalik menatap wajah jengkel nya.lagu itu terhenti tepat
ketika carey dan vandross mengatakan “dan matamu ,matamu memberitahuku betapa
kau perduli,ya terhenti disana ketika aku menatap orang itu lagi.
“tinggal satu jam
lagi,semunya sudah siap”.
Aku mengangguk,aku tau dia sedang gugup,ini
semacam sesuatu yang dia fikirkan seumur hidupnya.
“aku sudah fikirkan
semunya,tidak terlewatkan satupun,undangan,makanan,jangan khawatir”.
Aku melihat nya sekali lagi menghela
nafas,menatap mataku,lama aku tidak melihat tatapan seperti itu,perlahan ia menggeser
bangku,duduk disampingku,tangan nya menekuk di meja bundar di depan kami.
“aku gugup sekali”.
Perlahan ku raih tangannya,seperti sedang
meyakinkan bahwa semuanya akan baik baik saja.meski hanya sedikit aku melihat
wajahnya berbeda,ia mentaap mataku lama sekali sebelum seseorang memanggil
namanya,wajah itu harus lebih berbeda.
Aku masih menatap punggung nya sampai
berbelok lambat,dia adik perempuan ku,berat mengatakan akhirnya dia akan
menikah,akhir akhir ini ketika keluarga kami mengharu biru saat seseorang
datang dan mengatakan betapa dia ingin memilki adikku,betapa dia ingin bersungguh
sungguh,aku menjadi berat mengatakan “iya”.
saat aku melihat wajah laki laki itu,ketika
matanya menatap ku minta persetujuan,aku seperti terlempar kemasa lalu,dia
seperti mengingatkanku bahwa waktu adik kecilku tiba dan ada saat dimana waktu itu
juga akan tiba untukku,entah siapa yang akan meminta seperti itu,tapi aku dan
waktu seperti merayap perlahan,seperti mesin waktu aku kembali ke masa lalu,ke
masa itu,lagi.
Sekarang,aku kembali,sendrian lagi,duduk
di bangku merah,diruangan besar bau mawar,mataku mengerjap kelelahan,apapun
yang terjadi pernikahan ini adalah sesuatu yang membuat ku merasa penting,entah
lah.
sendirin saat sesuatu akan terjadi,aku
menyukai itu,mengambil ujung ujung khayalanku,aku benar benar
menyukainya,mungkin ini terdengar seperti dongeng dan orang itu menguasai
seluruh ceritaku,mendomominasinya,dan itu terjadi sejak bertahun tahun yang
lalu.ya tuhan itu lama sekali, 20 tahun yang lalu.
Aku meregangkan tubuhku,mengerjapkan
lagi mataku yang mengantuk,memasang heandset ku lagi,dan untuk yang entah
keberapa kalinya,vandross bilang carey adalah cinta pertamanya,aku ingin
mengatakan itu,tapi tidak pernah punya kesempatan,mungkin tidak akan pernah.
……………….
Hampir
saat mataku akan tertutup tidur,aku merasa seseorang menepuk pundakku,meraih
tangan ku dan tersenyum,aku mungkin tidak akan pernah bisa lupa mata hitamnya
yang lembut, angin terasa berhenti sebentar,sebelum dia membawaku berlari
kehujandi ujung pintu,merapatkan
genggaman tanganya yang hangat,aku merasa dunia ku seperti kembali,jauh sekali…
Entah sejak kapan tapi gaun putih ku layu
terkena hujan,aku tidak bicara, begitu juga orang yang menggengam tangan ku,aku
merasa matanya seakan menyentuh ku,dia … bertahun tahun yang lalu,dia merayu ku
untuk tetap diam menunggunya,saat hujan berhenti,matahari terbenam,angin itu
kembali menerpa kain seputih salju yang basah tadi,tungkai ku terasa nyeri,dia
tersenyum lembut,masih kecil,mungkin delapan atau Sembilan tahun,matanya
mengerjap,perlahan tangan nya melepaskan tangan ku,aku ingin memohon untuk
tidak meninggalkanku lagi,tapi aku tidak mengerti bagaimana menjelaskannya,yang
terjadi adalah aku seperti tertahan melihat langkahnya yang menjauh,menembus
hujan yang mengiringinya,melewati celah celah pohon dengan matahari yang
memudar,masuk .. menjauh……. remang…semakin tidak terlihat jelas…aku ingin
berteriak memanggilnya,tapi tertahan,dan saat aku ingin berlari,seseorang
meraih pundakku lagi,tapi di didimensi berbeda.
Mengembalikanku ke dunia yang
sebenarnya.
“acara nya 15 menit
lagi,mau sampai kapan disini,”.
Aku terlonjak,kembali ke aula besar yang
perlahan meramai,beberapa petugas ketring tersenyum padaku.aku menghela
nafasku,lagi.aula itu berbau harum hujan lagi.
……………..
Di
ruangan yang lebih kecil,ibuku duduk di dekat kaca,seseorang mengurus
rambutnya,matanya memantul lewat sesuatu di depannya,ia tersenyum.aku duduk
disampingnya.
“lifia…”
“ya”.
Aku merasa hangat di tangan ku,ibuku
meraihnya lembut.
“sudah 20 tahun,sampai
kapan?”.
Aku diam, seakan tidak mendengar kata kata
itu.
“adik kamu sudah akan
menikah hari ini,ibu kira sudah cukup”.
Aku menghela nafasku,wajahku mulai
tertunduk.
“dia tidak akan kembali
lagi,tidak akan pernah kembali lagi sayang”.
Tangan lembutnya menyentuh kulit lengan
ku,hangat, hangat sekali,tapi aku merasa sesuatu di dadaku dingin,hampir
membeku.
“sudak lama
sekali,dia,tidak akan kembali,lupakan hari itu,lupakan anak itu,lupakan
beberapa tahun itu,lupakan kecelakaan itu”.
Ibu menutup mulutnya,air matanya menetes
satu satu,aku tau dia tidak ingin mengatakan itu,ia hanya ingin aku sadar bawa
tidak ada yang harus kutunggu lagi dari masa laluku,bahkan ketika kami bertemu lagi
dan dia benar benar sampai ke rumah barunya, maka mungkin aku akan tetap tidak
besama orang itu.
Tidak…mungkin tidak ada yang bisa
dijelaskan,sungguh ini bukan sesuatu yang harus aku tangisi,iya…sudah lama sekali,andai…aku
bisa mengulang waktu dan mencari tau lebih awal tetang perasaan ku.mungkin
tidak separah ini,aku … aku ingin mencoba mengerti,tapi aku sudah tesesat
telalu jauh.aku ingin tau sampai mana aku bisa mengamati masa laluku,pundak ku
bergetar lagi.ibu memeluk ku lembut,meminta maaf,kata kata nya tidak terdengar
jelas.
Bagiku pada akhirnya,vandros tidak akan
bertingkah konyol untuk carey.sama seperti selamanya carey tidak akan menjadi
cinta abadinya,meski selamanya carey berharap vandros menjadi seperti itu.
Saat mataku terbuka setelah lama ku
penjamkan untuk membiarkan air mataku jatuh,aku melihat lantai terkena
air,menetes dari dres putihku.seperti bekas air hujan,saat aku memejamkan
mataku lagi, bayangan bayangan mata anak kecil delapan tahun menatapku,matanya
seakan bilang betapa dia sangat perduli,maka bagiku,semunya terasa sangat
sulit,maka akan kubiarkan semuanya menjadi sama.
Karena pada akhirnya,Aku
yang memutuskan.
You'd be the only one
'Cause no, I can't deny
This love I have inside
And I'll give it all to you
My love (my love, my love)
My endless love
'Cause no, I can't deny
This love I have inside
And I'll give it all to you
My love (my love, my love)
My endless love
Kan akan menjadi
satu-satunya
Karena tidak, aku tidak menyangkal
Cinta di hatiku ini
Dan semua itu kan kuberikan padamu
Cintaku (cintaku, cintaku)
Cinta abadiku
Karena tidak, aku tidak menyangkal
Cinta di hatiku ini
Dan semua itu kan kuberikan padamu
Cintaku (cintaku, cintaku)
Cinta abadiku
24-12-2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar