Kamis, 26 Februari 2015

Flashback



Aku ingin seperti  Carey and Vandross
       
          Mawar merah,embun di kaca,bau harum bekas hujan dan aula besar kosong.hanya bangku bangku merah dan aku yang duduk di salah satu nya.sendirian,menghitung berjuta juta detik yang ku habiskan untuk mencintai seseorang di masa laluku.
   Suara piano terdengar lembut,melodi milik brian ketika meminta seorang putri dari ayahnya terdengar lagi.aku menghembuskan nafasku,sesak.disini dan menjadi bagian penting dari sebuah acara besar di kehidupan kelurga kami.membuat ku merasa sudah benar benar berlari jauh dari masa masa itu,menyenangkan,beberapa hal terasa begitu .
    Saat aku mendengar lembut suara Mariah carey dan luther vandross bersahutan seketika suara viano menghilang,aku memejamkan mataku,menghirup bau bekas hujan yang di bawa angin dari pintu terbuka disampingku.
My love… theres only you in my life
the only thing that’s right
my first love ….   
youre every breath that I take  
 youre  every step I make.
    suara lembut mengalun,ku dengar sendirian,sama seperti selama ini,aku merasakannya sendirian,tidak pernah ada yang tau yang sebenarnya terjadi pada hatiku,atau mungkin semacam aku tidak ingin ada yang tau.
     dulu dimasa lalu,lagu ini juga mengalun seperti itu,diantara matahari senja yang hampir terbenam,di tepi danau di dua ayunan yang melayang bersamaan.perlahan ayunan ayunan itu terhenti,dan lagu ini lah yang ku dengar,seseorang membagi heanset nya untuku,menatap mataku lekat,seperti ada sesuatu,bertahun tahun lalu,aku belum tau apa arti semua yang tejadi,mungkin hingga hari ini,hujan membuat kami berlari dan berpisah,hujan terakhir di usia ke delapanku,hujan terakhir sebelum aku melihat mobil bak terbuka mengangkut banyak barang keluar dari rumah tetanggaku,hari terakhir aku menatapnya dari balik baju ibuku,saat kemudian ia membuka pintu mobil nya dan duduk di belakang,menghadap berbalik,menatap ku dari kaca belakang mobilnya,aku diam,membeku,tidak bergerak tidak mengatakan selamat tinggal seperti yang dia lakukan,aku ingat meski samar samar,air mataku meleleh,pipiku basah.
    Aku tercekat ketika seseorang mengguncang bahuku,perlahan aku berbalik menatap wajah jengkel nya.lagu itu terhenti tepat ketika carey dan vandross mengatakan “dan matamu ,matamu memberitahuku betapa kau perduli,ya terhenti disana ketika aku menatap orang itu lagi.
“tinggal satu jam lagi,semunya sudah siap”.
      Aku mengangguk,aku tau dia sedang gugup,ini semacam sesuatu yang dia fikirkan seumur hidupnya.
“aku sudah fikirkan semunya,tidak terlewatkan satupun,undangan,makanan,jangan khawatir”.
        Aku melihat nya sekali lagi menghela nafas,menatap mataku,lama aku tidak melihat tatapan seperti itu,perlahan ia menggeser bangku,duduk disampingku,tangan nya menekuk di meja bundar di depan kami.
“aku gugup sekali”.
    Perlahan ku raih tangannya,seperti sedang meyakinkan bahwa semuanya akan baik baik saja.meski hanya sedikit aku melihat wajahnya berbeda,ia mentaap mataku lama sekali sebelum seseorang memanggil namanya,wajah itu harus lebih berbeda.
      Aku masih menatap punggung nya sampai berbelok lambat,dia adik perempuan ku,berat mengatakan akhirnya dia akan menikah,akhir akhir ini ketika keluarga kami mengharu biru saat seseorang datang dan mengatakan betapa dia ingin memilki adikku,betapa dia ingin bersungguh sungguh,aku menjadi berat mengatakan “iya”.
      saat aku melihat wajah laki laki itu,ketika matanya menatap ku minta persetujuan,aku seperti terlempar kemasa lalu,dia seperti mengingatkanku bahwa waktu adik kecilku tiba dan ada saat dimana waktu itu juga akan tiba untukku,entah siapa yang akan meminta seperti itu,tapi aku dan waktu seperti merayap perlahan,seperti mesin waktu aku kembali ke masa lalu,ke masa itu,lagi.
      Sekarang,aku kembali,sendrian lagi,duduk di bangku merah,diruangan besar bau mawar,mataku mengerjap kelelahan,apapun yang terjadi pernikahan ini adalah sesuatu yang membuat ku merasa penting,entah lah.
       sendirin saat sesuatu akan terjadi,aku menyukai itu,mengambil ujung ujung khayalanku,aku benar benar menyukainya,mungkin ini terdengar seperti dongeng dan orang itu menguasai seluruh ceritaku,mendomominasinya,dan itu terjadi sejak bertahun tahun yang lalu.ya tuhan itu lama sekali, 20 tahun yang lalu.
        Aku meregangkan tubuhku,mengerjapkan lagi mataku yang mengantuk,memasang heandset ku lagi,dan untuk yang entah keberapa kalinya,vandross bilang carey adalah cinta pertamanya,aku ingin mengatakan itu,tapi tidak pernah punya kesempatan,mungkin tidak akan pernah.

……………….
   
         Hampir saat mataku akan tertutup tidur,aku merasa seseorang menepuk pundakku,meraih tangan ku dan tersenyum,aku mungkin tidak akan pernah bisa lupa mata hitamnya yang lembut, angin terasa berhenti sebentar,sebelum dia membawaku berlari kehujandi  ujung pintu,merapatkan genggaman tanganya yang hangat,aku merasa dunia ku seperti kembali,jauh sekali…
   Entah sejak kapan tapi gaun putih ku layu terkena hujan,aku tidak bicara, begitu juga orang yang menggengam tangan ku,aku merasa matanya seakan menyentuh ku,dia … bertahun tahun yang lalu,dia merayu ku untuk tetap diam menunggunya,saat hujan berhenti,matahari terbenam,angin itu kembali menerpa kain seputih salju yang basah tadi,tungkai ku terasa nyeri,dia tersenyum lembut,masih kecil,mungkin delapan atau Sembilan tahun,matanya mengerjap,perlahan tangan nya melepaskan tangan ku,aku ingin memohon untuk tidak meninggalkanku lagi,tapi aku tidak mengerti bagaimana menjelaskannya,yang terjadi adalah aku seperti tertahan melihat langkahnya yang menjauh,menembus hujan yang mengiringinya,melewati celah celah pohon dengan matahari yang memudar,masuk .. menjauh……. remang…semakin tidak terlihat jelas…aku ingin berteriak memanggilnya,tapi tertahan,dan saat aku ingin berlari,seseorang meraih pundakku lagi,tapi di didimensi berbeda.
        Mengembalikanku ke dunia yang sebenarnya.
“acara nya 15 menit lagi,mau sampai kapan disini,”.
    Aku terlonjak,kembali ke aula besar yang perlahan meramai,beberapa petugas ketring tersenyum padaku.aku menghela nafasku,lagi.aula itu berbau harum hujan lagi.
……………..
        Di ruangan yang lebih kecil,ibuku duduk di dekat kaca,seseorang mengurus rambutnya,matanya memantul lewat sesuatu di depannya,ia tersenyum.aku duduk disampingnya.
“lifia…”
“ya”.
   Aku merasa hangat di tangan ku,ibuku meraihnya lembut.
“sudah 20 tahun,sampai kapan?”.
   Aku diam, seakan tidak mendengar kata kata itu.
“adik kamu sudah akan menikah hari ini,ibu kira sudah cukup”.
     Aku menghela nafasku,wajahku mulai tertunduk.

“dia tidak akan kembali lagi,tidak akan pernah kembali lagi sayang”.
   Tangan lembutnya menyentuh kulit lengan ku,hangat, hangat sekali,tapi aku merasa sesuatu di dadaku dingin,hampir membeku.
“sudak lama sekali,dia,tidak akan kembali,lupakan hari itu,lupakan anak itu,lupakan beberapa tahun itu,lupakan kecelakaan itu”.
    Ibu menutup mulutnya,air matanya menetes satu satu,aku tau dia tidak ingin mengatakan itu,ia hanya ingin aku sadar bawa tidak ada yang harus kutunggu lagi dari masa laluku,bahkan ketika kami bertemu lagi dan dia benar benar sampai ke rumah barunya, maka mungkin aku akan tetap tidak besama orang itu.
     Tidak…mungkin tidak ada yang bisa dijelaskan,sungguh ini bukan sesuatu yang harus aku tangisi,iya…sudah lama sekali,andai…aku bisa mengulang waktu dan mencari tau lebih awal tetang perasaan ku.mungkin tidak separah ini,aku … aku ingin mencoba mengerti,tapi aku sudah tesesat telalu jauh.aku ingin tau sampai mana aku bisa mengamati masa laluku,pundak ku bergetar lagi.ibu memeluk ku lembut,meminta maaf,kata kata nya tidak terdengar jelas.
       Bagiku pada akhirnya,vandros tidak akan bertingkah konyol untuk carey.sama seperti selamanya carey tidak akan menjadi cinta abadinya,meski selamanya carey berharap vandros menjadi seperti itu.
   Saat mataku terbuka setelah lama ku penjamkan untuk membiarkan air mataku jatuh,aku melihat lantai terkena air,menetes dari dres putihku.seperti bekas air hujan,saat aku memejamkan mataku lagi, bayangan bayangan mata anak kecil delapan tahun menatapku,matanya seakan bilang betapa dia sangat perduli,maka bagiku,semunya terasa sangat sulit,maka akan kubiarkan semuanya menjadi sama.
Karena pada akhirnya,Aku yang memutuskan.

You'd be the only one
'Cause no, I can't deny
This love I have inside
And I'll give it all to you
My love (my love, my love)
My endless love

Kan akan menjadi satu-satunya
Karena tidak, aku tidak menyangkal
Cinta di hatiku ini
Dan semua itu kan kuberikan padamu
Cintaku (cintaku, cintaku)
Cinta abadiku

24-12-2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik