Karna aku tau sekeras apapun aku ingin
melepaskan mu dari hatiku…Sehebat apapun aku membohongi perasaan ku untuk tidak mengingatmu… Seindah apapun mimpi
yang kulihat dari mata orang lain selain kau…Kau sudah memiliki sesuatu yang
dalam didadaku dan aku tak berhak mengambil yang sudah ku berikan padamu……..
Aku menyerah....
2014………
Ketika
aku mulai mengerti bagaimana menjadi wanita yang sebenarnya,menemukan diri ku
yang sejati,membuka setiap lembar dalam jiwaku,mencoba membuat hati ku
mengerti,bahwa sebenarnya aku adalah dunia yang tak dapat dimengerti,melupakan
orang itu adalah sesuatu yang kutarik ulur sejak dulu,karna aku menemukannya
tanpa sengaja maka aku akan menunggu hatiku melepaskan nya juga tanpa
sengaja,dia adalah lembaran paling sacral dalam buku ku,terselip di bagian
bagian penting yang bab nya berhamburan,dan yang ku tau setiap paragraf di
kalimat tentang orang itu selalu bertema keriduan,kecemburuan dan kebencian.aku
menunggunya selama yang aku bisa,aku mengharapkannya sekecil yang aku bisa,dan
aku mencintainya sebesar yang pernah kurasakan.
Jam
dinding berdetak lambat,perlahan aku menegakan kepalaku.kosong,tak ada siapapun
kecuali aku yang tertelungkup di meja kayu kecoklatan yang baunya masih
harum.sial,aku tertidur lagi,kepalaku terasa berat saat ku angkat untuk melihat
mataku yang merah lewat kaca kecil di
dinding.di belakang tubuhku aku mendengar seseorang melangkah,aku
berbalik,dia,laki laki itu menatap mata ku,tajam.kasar sekali.
“sudah pelajaran ke dua,dan kau
masih di labolaturium ini,kau selalu punya cara untuk membuat ku repot,kim lee
ae”.
Aku melangkah seakan dia tak
disana,siapa perduli tentang jatung ku yang berdetak begitu cepat saat bahu kami bersentuhan,aku hanya tak ingin
mempermalukan diriku dengan bicara dengan nya lagi,selama ini yang kulakuakn
sudah sesuatu yang lebih memalukan dari itu,aku mencintai orang yang membenci
ku.dan ada saat dimana aku yang akan mempermalukannya.
“lee ae…kim lee ae”.
Aku mendengar suara itu memantul di ruangan
ini,tapi kaki ku melangkah semakin cepat,apa artinya mencintai bertahun
tahun,menyimpannya bertahun tahun,dan saat ia tau aku bahkan tak lagi terliat
seperti manusia di matanya,jadi untuk apa mendengarkannya.
“berhenti sekarang,ku mohon”.
Suara itu seperti pergi di bawa angin tak
terdengar jelas di telingaku,aku hampir membuka pintu saat orang itu mencekat
lengan ku,membuat tubuh ku memutar
menatap matanya,dan aku tau aku sanggup menatap mata itu,aku akan baik baik
saja.
“aku tau semua yang kulakukan
melukaimu”.
Aku menyilangkaan tangan ku,mengagguk cepat dan angkuh.
“aku tau kau marah pada ku karna
itu”.
Aku menghela nafasku,masih menatap mata
itu.
“tapi bukan kan ku bilang dari
awal,sejak kelas sepuluh,aku tak menyukaimu dan berhenti lah mengirimkan bunga
bunga itu,surat surat di bawah laciku,menyemangatiku di lapangan basket saat….kau
tau aku menyukai lees saat itu,kau yang
memulai sampai aku membakar semua yang kau berikan di tengah lapangan…aku…”.
Mata ku menajam,kata kata menggantung
itu seperti membakar ku dan aku tau tangan ku bergetar,semua yang dia katakana
benar tak ada yang salah,yang salah adalah kenapa aku tidak bsa
membencinya,tidak bisa membiarkannya tidak bicara,berontak saat tangan nya
mencekat,aku…aku masih mencintainya.
“aku tau kim jong woon,aku tau
betapa malu jadi dirimu,bagaimana rasanya jadi orang yang dikejar terus menerus
oleh fens gilanya yang teropsesi memberi bunga dan surat surat itu,aku tau
betapa kau ingin aku tak pernah ada dalam hidupmu,aku tau betapa kau ingin
membunuhku saat berteriak di pinggir lapangan saat lees ada disana,aku tau semuanya
… tapi,,,apa kau tak pernah memikirkan perasaan ku,apa kau pernah berfikir
bagaimana mencintai orang yangmembencimu,bagaimana rasanya di permalukan di tengah
lapangan,bagaimana rasanya memuja orang seperti mu bertahun tahun,kim jong
woon,aku salah,aku salah pernah menyukai mu dan aku berajanji tidak akan
mengulangi kesalah itu,hanya beberapa bulan lagi sampai kau pergi keuniversitasmu
dan aku ke universitasku,dan aku berjanji bahkan saat aku menabrak punggung mu
aku takan meminta maaf dan memanggil namamu”.
Aku berbalik,menghembuskan nafasku,sesuatu
yang tercekat di kerongkongan ku seperti tiba tiba menghilang,air mataku mulai
turun saat aku menyentuh gagang pintu .
“berjanjilah untuk tidak
memanggilku….lagi”.
Suara itu hampir membuat ku berbalik dan
mengatakan betapa aku masih sangat mencintainya,tapi kaiku hanya tetahan
sebentar sampai aku bisa melangkah cepat lagi.aku berjanji kim jong woon,aku
berjanji.
………………….
Hampir dua bulan setalah aku merasa
terlahir kembali,bisa tertawa lagi,menjadi konyol lagi,dan hampir bisa
menghilangkan sedikit dari yang orang itu berikan.kami tak pernah bicara,aku
bahkan tak pernah menatap kearahnya,menghubunginya,bahkan mengatakan hai,dan
aku merasa sesuatu seperti berangsur membaik.hari ini hari kelulusan kami,hanpir
selesai saat matahari keemasan menerpa rumput hijau lapangan sekolah,aku
melangkah lambat ketengan lapangan semua orang disana,mulai saling mengatakan
selamat.
“lee ae…kim lee ae”.
Seseorang memanggilku,dan aku sangat kenal
suara itu,demi tuhan aku bahkan tak butuh sedetik pun untuk berfikir siapa nama
orang itu,persendian ku terasa membeku,otak dan hati ku ribut hebat.langkah itu
berhenti tepat di belakang punggungku,hati ku tak bisa berbohong,aku berbalik
menatap matanya,ya langsung kematanya.
“selamat…”.
Aku menatapnya menjulurkan tangan
kanannya,bunga difoditt di tangan kirinya,aku merinding,sesuatu seperti angin
melanyang layang di dadaku,aku harus pergi dari tempat ini sebelum air mata
yang berdesakan mempermalukanku.
“terima kasih,kau juga”.
Aku tau aku tak pernah sedingin itu,dengan siapapun,tangan nya perlahan turun
karna aku tak ingin ia menyalami tangan ku yang bergetar.bungan daffodit itu
sembunyi di belakang pungungnya,aku menatap matanya,wajah nya menunduk.
“ada lagi”.
Ia mengangkat wajahnya,menatap mataku ,setengah
mati aku berusaha agar tidak menunduk.bungan dafodit itu ia sentuhkan ke bahu
tangan ku.aku tak pernah tau bagaimana rasanya surga,tapi sekarang aku merasa surge
dekat sekali.perlahan aku mengambil bunga itu dari tangan nya.
“kau tau apa arti dafodit satu
tangkai”.
Aku menggelang,daffodit satu tangkai
adalah kesialan untukku,aku sudah melakukan itu lebih dari dua tahun.
“satu tangkai artinya
kemalangan”.
Dia tersenyum,aku menunduk menatap seikat dafodit yang dia
berikan,perlahan tubuh itu berbalik,aku masih menatap punggung nya menjauh saat
ia tiba tiba menatap ku lagi.
“kau tau lee ae,selama aku
bertemu dengan mu,memberiku kemalangan adalah yang kau berikan setiap hari,tapi
saat kemalangan itu tidak lagi datang,aku merindukannya,merindukan
kemalangaku”.
Ia berbalik ,melangkah lambat
meninggalkan ku dengan seikat daffodit darinya,matahari turun perlahan menerpa
wajahku,rerumputan menjadi keemasan,setiap detik yang aku rasakan hari
ini,adalah sesuatu yang seperti nya ku tunggu ribuan tahun,jika aku tidak
mengingat janjiku maka aku akan berlari mengejarnya,memeluk orang itu,karna
selamanya,setidanya sampai hari ini,dia adalah satu satunya,satu satunya orang
yang membuat ku jatuh cinta.
…………………
2020………
Sudah selama ini,sudah bertahun
tahun dan selama itu kejaiban dari masa lalu itu tidak pernah menghilang,tetap
seperti biasanya,meletup letup layaknya helium yang memecah mawar menjadi
ribuan kelopak merah.
Aku menatap langit yang mulai menua,venus
terlihat sendirian di sudut yang temaram,aku juga sedang sedirian bersila di
bangku panjang di lantai atap paling atas di kantorku,menunggu meneger baru
yang terlambat sudah hampir satu jam,aku menghena nafasku melirik jam tangan
lagi,mungkin orang itu tidak akan datang,perlahan aku beranjak,hampir melangkah
ketika seseorang menyentuh kulit tangan ku dengan sesuatu yang lembut dan
bertangkai,tida itu tida satu tangkai tapi itu seikat,seikat bunga kuning kecil
kecil yang di sentuhkan seseorang padaku.
Aku mendongak menatap orang itu,cahaya
matahari membuat wajah nya samar samar,tapi saat aku berdiri,menghadap kearahnya,cahaya
itu menjadi menepi,membuat rambutnya di terpa cahaya jingga ,dia orang yang
sama,orang dari masa laluku,satu satunya orang yang membuat ku jatuh cinta.
“masih mengingatku?”.
Ia melangkang mendekat,perlahan menyentuh tubuhku,dia
memelukku,dibelakang pundaknya tak sengaja ku lihat baliho besar,bunga kuning
kecil kecil dengan tulisan tebal disampingnya.
“seikat daffodit …. Matahari
takan bersinar tanpamu”.-_-
Selesai.
7-7-2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar