Selasa, 24 Februari 2015

Daffodit


Karna aku tau sekeras apapun aku ingin melepaskan mu dari hatiku…Sehebat apapun aku membohongi perasaan ku untuk tidak mengingatmu… Seindah apapun mimpi yang kulihat dari mata orang lain selain kau…Kau sudah memiliki sesuatu yang dalam didadaku dan aku tak berhak mengambil yang sudah ku berikan padamu……..
Aku menyerah....
          
   2014………           
         Ketika aku mulai mengerti bagaimana menjadi wanita yang sebenarnya,menemukan diri ku yang sejati,membuka setiap lembar dalam jiwaku,mencoba membuat hati ku mengerti,bahwa sebenarnya aku adalah dunia yang tak dapat dimengerti,melupakan orang itu adalah sesuatu yang kutarik ulur sejak dulu,karna aku menemukannya tanpa sengaja maka aku akan menunggu hatiku melepaskan nya juga tanpa sengaja,dia adalah lembaran paling sacral dalam buku ku,terselip di bagian bagian penting yang bab nya berhamburan,dan yang ku tau setiap paragraf di kalimat tentang orang itu selalu bertema keriduan,kecemburuan dan kebencian.aku menunggunya selama yang aku bisa,aku mengharapkannya sekecil yang aku bisa,dan aku mencintainya sebesar yang pernah kurasakan.
           Jam dinding berdetak lambat,perlahan aku menegakan kepalaku.kosong,tak ada siapapun kecuali aku yang tertelungkup di meja kayu kecoklatan yang baunya masih harum.sial,aku tertidur lagi,kepalaku terasa berat saat ku angkat untuk melihat mataku yang merah lewat kaca kecil  di dinding.di belakang tubuhku aku mendengar seseorang melangkah,aku berbalik,dia,laki laki itu menatap mata ku,tajam.kasar sekali.
“sudah pelajaran ke dua,dan kau masih di labolaturium ini,kau selalu punya cara untuk membuat ku repot,kim lee ae”.
        Aku melangkah seakan dia tak disana,siapa perduli tentang jatung ku yang berdetak begitu cepat saat  bahu kami bersentuhan,aku hanya tak ingin mempermalukan diriku dengan bicara dengan nya lagi,selama ini yang kulakuakn sudah sesuatu yang lebih memalukan dari itu,aku mencintai orang yang membenci ku.dan ada saat dimana aku yang akan mempermalukannya.
“lee ae…kim lee ae”.
    Aku mendengar suara itu memantul di ruangan ini,tapi kaki ku melangkah semakin cepat,apa artinya mencintai bertahun tahun,menyimpannya bertahun tahun,dan saat ia tau aku bahkan tak lagi terliat seperti manusia di matanya,jadi untuk apa mendengarkannya.
    “berhenti sekarang,ku mohon”.
    Suara itu seperti pergi di bawa angin tak terdengar jelas di telingaku,aku hampir membuka pintu saat orang itu mencekat lengan ku,membuat  tubuh ku memutar menatap matanya,dan aku tau aku sanggup menatap mata itu,aku akan baik baik saja.
“aku tau semua yang kulakukan melukaimu”.
   Aku menyilangkaan tangan ku,mengagguk cepat dan angkuh.
“aku tau kau marah pada ku karna itu”.
     Aku menghela nafasku,masih menatap mata itu.
“tapi bukan kan ku bilang dari awal,sejak kelas sepuluh,aku tak menyukaimu dan berhenti lah mengirimkan bunga bunga itu,surat surat di bawah laciku,menyemangatiku di lapangan basket saat….kau tau aku menyukai  lees saat itu,kau yang memulai sampai aku membakar semua yang kau berikan di tengah lapangan…aku…”.
        Mata ku menajam,kata kata menggantung itu seperti membakar ku dan aku tau tangan ku bergetar,semua yang dia katakana benar tak ada yang salah,yang salah adalah kenapa aku tidak bsa membencinya,tidak bisa membiarkannya tidak bicara,berontak saat tangan nya mencekat,aku…aku masih mencintainya.
“aku tau kim jong woon,aku tau betapa malu jadi dirimu,bagaimana rasanya jadi orang yang dikejar terus menerus oleh fens gilanya yang teropsesi memberi bunga dan surat surat itu,aku tau betapa kau ingin aku tak pernah ada dalam hidupmu,aku tau betapa kau ingin membunuhku saat berteriak di pinggir lapangan saat lees ada disana,aku tau semuanya … tapi,,,apa kau tak pernah memikirkan perasaan ku,apa kau pernah berfikir bagaimana mencintai orang yangmembencimu,bagaimana rasanya di permalukan di tengah lapangan,bagaimana rasanya memuja orang seperti mu bertahun tahun,kim jong woon,aku salah,aku salah pernah menyukai mu dan aku berajanji tidak akan mengulangi kesalah itu,hanya beberapa bulan lagi sampai kau pergi keuniversitasmu dan aku ke universitasku,dan aku berjanji bahkan saat aku menabrak punggung mu aku takan meminta maaf dan memanggil namamu”.
    Aku berbalik,menghembuskan nafasku,sesuatu yang tercekat di kerongkongan ku seperti tiba tiba menghilang,air mataku mulai turun saat aku menyentuh gagang pintu .
“berjanjilah untuk tidak memanggilku….lagi”.
    Suara itu hampir membuat ku berbalik dan mengatakan betapa aku masih sangat mencintainya,tapi kaiku hanya tetahan sebentar sampai aku bisa melangkah cepat lagi.aku berjanji kim jong woon,aku berjanji.
………………….
       Hampir dua bulan setalah aku merasa terlahir kembali,bisa tertawa lagi,menjadi konyol lagi,dan hampir bisa menghilangkan sedikit dari yang orang itu berikan.kami tak pernah bicara,aku bahkan tak pernah menatap kearahnya,menghubunginya,bahkan mengatakan hai,dan aku merasa sesuatu seperti berangsur membaik.hari ini hari kelulusan kami,hanpir selesai saat matahari keemasan menerpa rumput hijau lapangan sekolah,aku melangkah lambat ketengan lapangan semua orang disana,mulai saling mengatakan selamat.
“lee ae…kim lee ae”.
    Seseorang memanggilku,dan aku sangat kenal suara itu,demi tuhan aku bahkan tak butuh sedetik pun untuk berfikir siapa nama orang itu,persendian ku terasa membeku,otak dan hati ku ribut hebat.langkah itu berhenti tepat di belakang punggungku,hati ku tak bisa berbohong,aku berbalik menatap matanya,ya langsung kematanya.
“selamat…”.
     Aku menatapnya menjulurkan tangan kanannya,bunga difoditt di tangan kirinya,aku merinding,sesuatu seperti angin melanyang layang di dadaku,aku harus pergi dari tempat ini sebelum air mata yang berdesakan mempermalukanku.
“terima kasih,kau juga”.
       Aku tau aku tak pernah sedingin  itu,dengan siapapun,tangan nya perlahan turun karna aku tak ingin ia menyalami tangan ku yang bergetar.bungan daffodit itu sembunyi di belakang pungungnya,aku menatap matanya,wajah nya menunduk.
“ada lagi”.
       Ia mengangkat wajahnya,menatap mataku ,setengah mati aku berusaha agar tidak menunduk.bungan dafodit itu ia sentuhkan ke bahu tangan ku.aku tak pernah tau bagaimana rasanya surga,tapi sekarang aku merasa surge dekat sekali.perlahan aku mengambil bunga itu dari tangan nya.
“kau tau apa arti dafodit satu tangkai”.
     Aku menggelang,daffodit satu tangkai adalah kesialan untukku,aku sudah melakukan itu lebih dari dua tahun.
“satu tangkai artinya kemalangan”.
   Dia tersenyum,aku menunduk menatap seikat dafodit yang dia berikan,perlahan tubuh itu berbalik,aku masih menatap punggung nya menjauh saat ia tiba tiba menatap ku lagi.
“kau tau lee ae,selama aku bertemu dengan mu,memberiku kemalangan adalah yang kau berikan setiap hari,tapi saat kemalangan itu tidak lagi datang,aku merindukannya,merindukan kemalangaku”.
      Ia berbalik ,melangkah lambat meninggalkan ku dengan seikat daffodit darinya,matahari turun perlahan menerpa wajahku,rerumputan menjadi keemasan,setiap detik yang aku rasakan hari ini,adalah sesuatu yang seperti nya ku tunggu ribuan tahun,jika aku tidak mengingat janjiku maka aku akan berlari mengejarnya,memeluk orang itu,karna selamanya,setidanya sampai hari ini,dia adalah satu satunya,satu satunya orang yang membuat ku jatuh cinta.
…………………
     2020………
            Sudah selama ini,sudah bertahun tahun dan selama itu kejaiban dari masa lalu itu tidak pernah menghilang,tetap seperti biasanya,meletup letup layaknya helium yang memecah mawar menjadi ribuan kelopak merah.
    Aku menatap langit yang mulai menua,venus terlihat sendirian di sudut yang temaram,aku juga sedang sedirian bersila di bangku panjang di lantai atap paling atas di kantorku,menunggu meneger baru yang terlambat sudah hampir satu jam,aku menghena nafasku melirik jam tangan lagi,mungkin orang itu tidak akan datang,perlahan aku beranjak,hampir melangkah ketika seseorang menyentuh kulit tangan ku dengan sesuatu yang lembut dan bertangkai,tida itu tida satu tangkai tapi itu seikat,seikat bunga kuning kecil kecil yang di sentuhkan seseorang padaku.
    Aku mendongak menatap orang itu,cahaya matahari membuat wajah nya samar samar,tapi saat aku berdiri,menghadap kearahnya,cahaya itu menjadi menepi,membuat rambutnya di terpa cahaya jingga ,dia orang yang sama,orang dari masa laluku,satu satunya orang yang membuat ku jatuh cinta.
“masih mengingatku?”.
   Ia melangkang mendekat,perlahan menyentuh tubuhku,dia memelukku,dibelakang pundaknya tak sengaja ku lihat baliho besar,bunga kuning kecil kecil dengan tulisan tebal disampingnya.
“seikat daffodit …. Matahari takan bersinar tanpamu”.-_-

Selesai.

7-7-2014

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik