Kamis, 26 Februari 2015

After




Karna jika cinta seperti dara,maka ia pasti akan kembali
       Perasaan apa yang sekarang aku rasakan,aku merasa ada sisi dalam diriku yang berbeda, sesuatu yang membuat nafas ku tercekat,kaki ku melemah,bibir ku bergetar menahan tangis.
        apapun akan kulakukan untuk membuat semuanya tak tau tentang rasa sakit yang sekarang sedang aku rasakan.aku tertunduk ,membeku. tak lagi ingat ada dua sahabtaku yang terus membicarakan sesuatu tentang pelangi setelah hujan deras hari ini,aku bahkan tak sadar jika butiran butiran bening sudah jatuh begitu banyak melewati pipiku.entah apa yang membuat mereka akhirnya sadar tentang sesutu yang sedang terjadi.
”kau kenapa”lirih sehyoun menatap ku terkejut.
       aku menggeleng,setengah mati aku membuat sudut di bibirku.
       souyoung menatap lapisan kaca tipis bersinar yang hari ini begitu terlihat angkuh.apa aku salah menagisi ini,tentu saja,,,ini mungkin menjadi kesalah terbesar dalam hidup ku,menangisi namja yang baru saja ku tolak perasaan nya,aku tau alasan utama ku adalah tentang ambisi dan keegoisan ku untuk tak menerima siapapun untuk menjadi seseorang yang spesial,aku tau yang harus nya menangis sekarang bukan lah aku tapi dia,namja yang membuat ku tak berhenti memikirkan bagaimana cara terbaik menolaknya,bagaimana cara nya menyimpan perasaan terdalam ku saat menatap nya lalu mengucapkan kata kata yang sekalipun tak pernah aku fikirkan harus aku ucapkan saat ia mengatakan kata kata yang begitu aku ingin kan.
          Ciuman itu benar benar membuat ku lemah ia terlihat begitu lembut dan bahagia dengan yang ia lakukan lalu apa yang sedang terjadi saat ia bilang ya akan menunggu ku sampai kapan pun.
”krek”.
        pintu ruangan itu terbuka lebar dan sekarang tanpa ampun namja itu menghujam jantung ku,sekilas aku menatap tangan nya,menggenggam tangan seseorang disamping nya,aku menghapus semua air mata ku dan bertindak seakan tak terjadi apapun padaku.
      namja itu menatap ku terkejut kemudian dengan kasar melepaskan genggaman tangan nya,kami membeku tak satu pun berminat memulai pembicaraan. berulang kali aku melihat nya membuang muka  dan menjauh dari tatapan ku. hingga akhirnyaia berhenti
“sebenarnya ini tidak seperti yang kau bayangkan” .
      Ia menatapku,dan wajah ku tertunduk lemah,benar benar menyebalkan.
”apa yang kau katakan,kalian terlihat serasi saat saling menggenggam,ternyata doa ku terkabul sangat cepat ya jong woo”.
    Aku tersenyum lagi,dan ketika air mata ku berjejal di pelupuk,aku menutup mataku,melangkah lambat meninggalkan mereka,semakin jauh semakin cepat aku melangkah.
..............
     Aku tau semua orang menatap ku aneh lalu membicarakan ku beberapa kata,bertanya pada seseorang disamping mereka atau paling tida bertanya pada diri mereka sendiri.
”apa yang dilakukan orang itu,berlari sambil menangis,menjijikan”.
        begitu perdulikan mereka padaku,kurasa itu hanya perasaan ku saja.aku terus berlari tak perduli dengan dua orang yang terengah menyusulku,memasuki toilet wanita, lalu membanting pintu nya kencang ,aku tak sengaja.aku menangis sejadi jadinya,sebisa mungkin ku habiskan air mataku ditempat ini lalu menghadap dua sahabat ku dengan lega.
 ”lee ae jangan begini  ku mohon buka pintunya”.
      Ku dengar suara soyoung di luar,tapi sungguh,aku butuh beberapa menit lagi.
...............
    Aku membuka pintu itu lemah lalu tersenyum pada dua orang yang terlihat lelah berdiri menungguku.
 ”kau tak apa”.
      ku lihat wajah sehyoun  menatap ku .
”tidak,aku sudah baik...ini hanya masalah yang sederhana kan”.
 Kuraih tangan dua orang di depanku,ku genggam tangan mereka lalu tersenyum semanis yang aku bisa.sebisa ku membuat kedua sahabat ku tak merasa khawatir karna ku.
“ kau harus membiarkan seseorag mendengarkan mu lee ae,kau tak bisa sendiri”souyoung mendekap tangan ku semakin erat.
...........
       Sebenar nya terasa sangat berat ketika kaki ku kupaksa berjalan didepan kelas,namja itu.namun apapun yang aku rasakan aku harus bisa menahan nya.sekarang yang aku fikirkan adalah bagaimana cara terbaik untuk tak melihatnya,semua nya baik hingga ku rasa seseorang menghalangi jalan ku,aku terus tak memperdulikan nya namun langkah kecil ku terus ia ikuti saat aku melangkah kekiri ya mengikutiku dan begitu juga saat aku kekanan,menyebalkan. inilah yang sangat tidak aku ingin kan.
”dengarkan sebentar saja”.
       ia menatap mataku seakan ada sesuatu yang ingin ya yakinkan.
 “jangan jadi menyebalkan,aku sedang sibuk”.
       Ia menyingkir dan aku berjalan lambat di sampingnya,dapat ku rasakan perasaan yang berbeda saat bahu ku menyentuh bahunya. Sekilas ku palingkan kepala ku menatap sekali lagi kearahnya,entah lah mengapa aku begitu ingin ia mengejarku.namun aku tau itu tak mungkin aku melihatnya sudah mengendeng tangan youja lain,youja yang sama saat aku melihatnya di ruang musik,aku menghela nafasku berulang kali,sialnya sesuatu berdesakan lagi di mataku.
      12 maret 2015
........... awal musim semi .............
       Dan semua itu adalah kisah dimasa laluku,salah satu kenangan paling menyedihkan dan bila diingat sekarang sangat memalukan.dan akhirnya bukan kah kita tak selalu berada di masa masa itu,masa masa saat kita mulai mengenal bagaimana jantung dipompa lebih cepat saat berada disamping seseorang yang kita kagumi,masa masa dimana air mata adalah salah satu suara yang begitu menyembuhkan.
“heh....”.
        aku mengelala nafas ku panjang menatap iri kedua sahabat ku yang begitu membakarku dengan terus terlihat romantic bersama pasangan mereka.
“lee ae bagaimana?,sebentar lagi aku akan menikah, souyoung  akan bertukar cincin,aku tak mau ya kau datang sendiri ke pernikahan ku nanti”.
      Teruslah begitu sehyoun terus saja memainkan lidah mu untuk melecehkan ku.
”benar lee ae,bagaimana kalau sekali ini saja ikutilah kencang buta dengan teman kyuhyun”.
       aku menatap souyoung lekat dan lelah,lelah karna hanya itu yang terus dipermasalahkan,terus membuat ku  menghebiskan waktuku bersama orang orang bodoh itu.
”aku bisa mencari sendiri,lagi pula aku masih muda”.
     aku mengembil secangkir limun didenpanku lalu meneguknya kasar.
..........
      satu persatu wajah wajah dari masa lalu yang kurindukan hadir ditempat ini,teman teman sma yang hampir membuat ku bosan,ruangan ini tak pernah berubah,setidanya aku merasa menjadi wanita muda dengan rambut di kuncir,ya,seperti di masa lalu.
      aku benar benar merindukan masa masa seperti ini.
”apa aku terlambat”.
       seseorang menempati satu bangku terakhir di ruangan ini,aku menatapnya sekilas  sebelum tersadar seseorang yang sedang duduk disamping ku,ya tuhan...apakah itu benar benar dia seseorang yang membuat jantung ku berdetak kencang,seseorang yang membuat musim panas ku terasa beku,musim dinginku menjadi hangat,musim semi ku menjadi menyedihkan dan musim gugurku menjadi tak karuan.
     aku menatapnya sekilas sebelum kembali pada limun ku.aku tau ya tak sengaja duduk disampingku,mungkin saat ini yang ya inginkan adalah menjauh dan bersumpah takan lagi datang keacara reonian seperti ini.
 “bagaimana kabarmu,lama tak berjumpa”.
     Aku dapat melihat jemari itu mengulur,dan entah kenapa,aku lega tak ada cincin di sana.
”aku baik,bagaimana dengan mu”.
      aku menyalami tangan nya,ini benar benar menyedihkan ku kira acara ini akan sangat hangat,tapi duduk berdampingan dengan orang ini benar benar bisa membuat ku mati karna kaku.
”baik”.
      singkat dan tak jelas begitulah yang terjadi pada obrolan ku dan namja ini.
............
       Hujan di awal musim semi,apa ini ???benar benar tak menyengkan.seohyun dan soyoung pulang bersama pasangan mereka.begitu tega ,meninggalakan ku sendiri dan menunggu taksi seperti ini.
 “mau pulang bersamaku”.
      seseorang berada disampingku.
”ah tidak,aku tidak ingin merepotkan mu”.
     wajahku masih menatap butiran butiran hujan berjatuhan.
”sudahlah tak mudah mencari taksi dimalam hari denagn cuaca seperti ini,akan kuantarka sampai rumah”.
     ia berlalu mengisyaratkan.”ikutilah aku” ...  ya tuhan apa yang akan terjadi setelah ini,terakhir kali aku menyapa  nya adalah saat didepan kelas nya aku menolak penjelasan nya,berharap ya berlari mengejarku lalu aku menangis sejadi jadinya di toilet,,,lagi dan lagi apa tak ada tempat lain selain tempat itu.
..........
 “Masuk lah”.
       Jong woo terlihat kaku saat membukakan pintu mobil untuk ku.
“terima kasih”.
 aku menduduki kursi mobil ini,tubuh ku kaku diam tak bergerak.
“bagaimana sekarang”.
     kai menatap ku sekilas kemudian wajahnya menatap arah jalan lagi.
 “tentang apa?”.
”apa saja, ceritakan saja semuanya”.
”semua nya baik baik saja”.
     Wajahku kupalingkan darinya mataku menerawang menatap calona kuning yang terlihat semu karna hanya ada sedikit cahaya dari lampu jalan yang meneranginya.
 “lee ae,,,apa kau ingat terakhir kali kita beremu ku  bilang aku ingin menjelaskan semuanya”.
      aku menarik nafasku kasar,banyak hal yang ingin aku katakan dan tanyakan padanya namun kali ini bibirku benar benar terasa terkunci, diam dan membeku sendiri.jong woo menatap ku sekilas kemudian menginjak rem mobil tiba tiba,membuat ku tersentak kaget.aku menatap nya kasar,mencoba bertanya dengan tatapan ku.
”aku ingin kau bertemu dengan jiyeon sekarang”.
        ia menatap ku, menarik tangan ku lembut.
”apa maksudmu aku tak punya urusan lagi dengan nya”.
       tangan ku ku tarik,melepaskan genggamannya,selangkah aku menjauh dari nya.
”ku mohon lee ae aku hanya ingin menuruti keinginannya saja,ini hanya pertemuan antar teman lama”.
         ia terus memaksaku menatap ku dengan lembut membuat ku bingung dengan cara apa lagi aku harus menolak,lagi pula aku tak punya masalah dengan jiyeon, setidanya itulah yang coba ku kesan kan disaat terakhir aku bertemu dengan nya,pertemuan di perpisahan sekolah.aku mengengguk terpaksa mengikuti kemana tangan jong woo membawaku,jalan setapak yang lebarnya tak lebih dati dua meter, aku jejaki dengan kesal,semilir angin menerbangkan dres dan rambut ku,hamparan calona terhampar disisi kiri, ini kah calona samar samar yang ku lihat tadi. indah sekali saat cahaya bulan jatuh tepat di kelopak kelopak kecilnya.
        hamparan hitam bergelombang membatasi jalan setapak ini tepat dikanan bergemercik indah seperti melodi melodi yang begitu mempesona,menjadi benteng biru yang hitam karna cahaya bulan tak mampu menerangi hamparan nya yang terlalu luas.
 “lee ae...”.
         Jong woo membangun kan ku dari lamunan tadi,menyaretku ke masa lalu ketempat yang indah.
 “tempat ini indah kan”.
       ia menatap kerah ku kulihat pandangan berbeda dimatanya.aku menelusuri itu dan akhirnya aku benar benar melihta butiran bening jatuh satu satu dari matanya.
”kau tak apa ???....dimana jiyeon”.
        ya diam,dan aku benci saat dia tersenyum kelu.
”dia ada disana”.
          matanya membawaku pada tumpukan tanah beku didepan kami,bergalut dengan lambayan lambayan calona yang menghiasi nya dengan indah.aku menatap jong woo sejenak lalu melihat air matanya semakin banyak,aku sendiri tak mengerti dengan perasaan yang aku rasakan sekarang.
”jiyeon ... dia teman terbaik yang pernah aku dapatkan,kelas 10 saat aku menemukan cinta pertamaku dia bilang dia juga mendapatkan cinta pertamanya,aku tak pernah mengerti cinta pertama yang ia maksud adalah aku,malam setelah aku menggungkapkan perasaan ku padamu aku menemukan surat dari dokter untuk jiyeon,hari itu aku tau jiyeon mengidap kelainan jantung, aku tak mengerti apa yang aku lakukan padamu saat itu,dan apa yang aku fikirkan untuk melukaimu,yang kufikirkan hanya bagaimana cara terbaik untuk membuat jiyeon cepat sembuh dari penyakitnya,malam itu ku bilang dialah cinta pertamaku,entah apa yang ku fikirkan saat itu,aku mencoba menjalani peran yang menyakitkan itu untuk jiyeon,hari itu saat kau lihat aku bersama jiyeon,kurasa ia sudah menegrti tentang keadaan rumit yang kita jalani ya menginginkan aku kembali mengatakana perasaan ku dan berjuangan untuk itu,tapi aku menolaknya karna aku yakin kau akan jauh lebih kuat dari jiyeon.satu bulan setelah perpisahan sekolah keadaan nya memburuk,sehari sebelum ia benar benar pergi,ia bilang ingin bertemu dengan mu tapi aku benar benar tak bisa menghubungimu,kau tau kita benar benar putus kontak saat itu”.
        Jong woo menatap mataku,menatap mataku yang sudah penuh dengan air mata.
”kami bicara banyak sekali sebelum dia pergi,lee ae,dia ingin aku menikahimu”.
        kali ini aku benar benar terdiam,air mataku saja yang mencoba berbicara betapa menyesal aku menjauh dari laki laki ini dan jiyeon.
       menikmati setiap luka ku seakan itu adalah luka tersakit dan hanya aku yang merasakan nya,aku menarik nafasku panjang lalu melangkah mendekati tupukan tanah basah didepanku.
     Mataku ku pejamkan kuat kuat ku raba tanah didepanku,lalu berbisik dalam diam,menyesali segala hal yang telah kulakukan pada jiyeon juga pada diriku sendiri.
 ”mianhe jiyeon mienhe...”.
      Hangat,saat wajahku terjatuh di dada jong woo,hangat itu terasa berbeda saat hati ku terasa begitu dingin,ada sesuatu yang membeku membuatku mengulang masa lalu,saat masih melihat senyum lembut jiyeon,wajah sombong nan angkuh yang ia perlihat kan agar terlihat kuat dan baik baik saja.
    Malam ini,di hujan pertama musim semi,aku berjanji …
    Aku berjanji menjadi diriku,menjadi tepat waktu dan menjadi satu satunya wanita di hidup jong woo.
   Angin berhenbus,tanah basah di depanku terasa menghangat.
…………...
 24 september 2015.....
 Apa kau sedang bercanda ???
 apa ini artinya 3 hari lagi ???
 ya tuhan kalian membalap kami ???
 apa kau hamil lee ae???
 Bukan kah masih banyak waktu untuk berpacaran ??? 
  “hey...apa tak bisa Tanya satu satu”.
         ujarku tenang ,lalu merebut undangan perkawinanku dan jong woo dari tangan sehyoun.
 ”apa tak mau saling mengenal lagi”.
     aku menatap souyoung lekat wajah ku kudekatkan pada wajahnya.
”apa menurutmu kami baru saja saling mengenal???”.
“kau terlihat sangat yakin”.
       sehyoun menjauh dari tatapan ku.
 “baiklah kalau begitu selamat lee ae dan jong woo,kim jong woon satu minggu setelah itu aku dan kyuhyun akan menyusul kalian”.
 sehyoun menatapku,dengan anggun mengangguk.
 “aku tak tau kapan minho menikahiku tapi setidanya aku akan punya cincin pertunangan satu bulan lagi”.
      souyong melirik minho kemudian beranjak dari duduk nya, memelukku”.
“aku tau kau akan berakhir bersama nya,lee ae”.
       ujarnya berbisik kembali kekursinya.
      Dan kini setelah 8 tahun semua   nya benar benar menjadi sangat indah, aku tak pernah membayangkan segala hal yang terjadi padaku akhir akhir ini semua kejadian rumit yang tak pernah sekalipun aku fikirkan, sekarang di 24 maret 2015,3 hari sebelum ulang tahun jiyeon.
     di sini, ditempat ini,fikirku melayang begitu sempurna, mengingat masa masa dimana cinta pertama adalah hal paling menyakitkan dalam hidupku,masa masa dimana burung burung kertas berterbangan nakal dengan sorakan bodoh yang memuakan,disini, ditempat ini aku mengulang segala hal yang pernah terjadi ,dan akhirnya dimusim semi kali ini aku takan lagi menemukan air mata terjatuh dipipiku atau melepaskan cinta pertamaku, karna dia telah kembali,seperti burung dara yang sampai dirumahnya setelah begitu lama pergi,aku menarik nafasku panjang.
     merasakan helaian helaian jingga lembut jatuh dikepalaku,hembusan angin ku biarkan membelai lembut rambutku,membawa ku semakin jauh dari keletihan di 8 tahun,di masa lalu,keletihan karna cinta pertama.

5-5-14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik