Karna jika cinta seperti dara,maka
ia pasti akan kembali
Perasaan
apa yang sekarang aku rasakan,aku merasa ada sisi dalam diriku yang berbeda, sesuatu
yang membuat nafas ku tercekat,kaki ku melemah,bibir ku bergetar menahan
tangis.
apapun
akan kulakukan untuk membuat semuanya tak tau tentang rasa sakit yang sekarang
sedang aku rasakan.aku tertunduk ,membeku. tak lagi ingat ada dua sahabtaku
yang terus membicarakan sesuatu tentang pelangi setelah hujan deras hari
ini,aku bahkan tak sadar jika butiran butiran bening sudah jatuh begitu banyak
melewati pipiku.entah apa yang membuat mereka akhirnya sadar tentang sesutu
yang sedang terjadi.
”kau kenapa”lirih
sehyoun menatap ku terkejut.
aku menggeleng,setengah mati aku membuat
sudut di bibirku.
souyoung
menatap lapisan kaca tipis bersinar yang hari ini begitu terlihat angkuh.apa
aku salah menagisi ini,tentu saja,,,ini mungkin menjadi kesalah terbesar dalam
hidup ku,menangisi namja yang baru saja ku tolak perasaan nya,aku tau alasan
utama ku adalah tentang ambisi dan keegoisan ku untuk tak menerima siapapun
untuk menjadi seseorang yang spesial,aku tau yang harus nya menangis sekarang
bukan lah aku tapi dia,namja yang membuat ku tak berhenti memikirkan bagaimana
cara terbaik menolaknya,bagaimana cara nya menyimpan perasaan terdalam ku saat
menatap nya lalu mengucapkan kata kata yang sekalipun tak pernah aku fikirkan
harus aku ucapkan saat ia mengatakan kata kata yang begitu aku ingin kan.
Ciuman itu benar benar membuat ku
lemah ia terlihat begitu lembut dan bahagia dengan yang ia lakukan lalu apa
yang sedang terjadi saat ia bilang ya akan menunggu ku sampai kapan pun.
”krek”.
pintu ruangan itu terbuka lebar dan
sekarang tanpa ampun namja itu menghujam jantung ku,sekilas aku menatap tangan
nya,menggenggam tangan seseorang disamping nya,aku menghapus semua air mata ku
dan bertindak seakan tak terjadi apapun padaku.
namja itu menatap ku terkejut kemudian
dengan kasar melepaskan genggaman tangan nya,kami membeku tak satu pun berminat
memulai pembicaraan. berulang kali aku melihat nya membuang muka dan menjauh dari tatapan ku. hingga
akhirnyaia berhenti
“sebenarnya ini tidak
seperti yang kau bayangkan” .
Ia menatapku,dan wajah ku tertunduk
lemah,benar benar menyebalkan.
”apa yang kau
katakan,kalian terlihat serasi saat saling menggenggam,ternyata doa ku terkabul
sangat cepat ya jong woo”.
Aku tersenyum lagi,dan ketika air mata ku berjejal
di pelupuk,aku menutup mataku,melangkah lambat meninggalkan mereka,semakin jauh
semakin cepat aku melangkah.
..............
Aku tau semua orang menatap ku aneh lalu
membicarakan ku beberapa kata,bertanya pada seseorang disamping mereka atau paling
tida bertanya pada diri mereka sendiri.
”apa yang dilakukan
orang itu,berlari sambil menangis,menjijikan”.
begitu perdulikan mereka padaku,kurasa
itu hanya perasaan ku saja.aku terus berlari tak perduli dengan dua orang yang
terengah menyusulku,memasuki toilet wanita, lalu membanting pintu nya kencang ,aku
tak sengaja.aku menangis sejadi jadinya,sebisa mungkin ku habiskan air mataku
ditempat ini lalu menghadap dua sahabat ku dengan lega.
”lee ae jangan begini ku mohon buka pintunya”.
Ku dengar suara soyoung di luar,tapi
sungguh,aku butuh beberapa menit lagi.
...............
Aku membuka pintu itu lemah lalu tersenyum
pada dua orang yang terlihat lelah berdiri menungguku.
”kau tak apa”.
ku lihat wajah sehyoun menatap ku .
”tidak,aku sudah
baik...ini hanya masalah yang sederhana kan”.
Kuraih tangan dua orang di depanku,ku genggam
tangan mereka lalu tersenyum semanis yang aku bisa.sebisa ku membuat kedua
sahabat ku tak merasa khawatir karna ku.
“ kau harus membiarkan
seseorag mendengarkan mu lee ae,kau tak bisa sendiri”souyoung mendekap tangan
ku semakin erat.
...........
Sebenar nya terasa sangat berat ketika kaki ku
kupaksa berjalan didepan kelas,namja itu.namun apapun yang aku rasakan aku harus
bisa menahan nya.sekarang yang aku fikirkan adalah bagaimana cara terbaik untuk
tak melihatnya,semua nya baik hingga ku rasa seseorang menghalangi jalan ku,aku
terus tak memperdulikan nya namun langkah kecil ku terus ia ikuti saat aku
melangkah kekiri ya mengikutiku dan begitu juga saat aku kekanan,menyebalkan.
inilah yang sangat tidak aku ingin kan.
”dengarkan sebentar
saja”.
ia menatap mataku seakan ada sesuatu
yang ingin ya yakinkan.
“jangan jadi menyebalkan,aku sedang sibuk”.
Ia
menyingkir dan aku berjalan lambat di sampingnya,dapat ku rasakan perasaan yang
berbeda saat bahu ku menyentuh bahunya. Sekilas ku palingkan kepala ku menatap
sekali lagi kearahnya,entah lah mengapa aku begitu ingin ia mengejarku.namun
aku tau itu tak mungkin aku melihatnya sudah mengendeng tangan youja lain,youja
yang sama saat aku melihatnya di ruang musik,aku menghela nafasku berulang
kali,sialnya sesuatu berdesakan lagi di mataku.
12 maret 2015
........... awal musim
semi .............
Dan semua itu adalah kisah dimasa
laluku,salah satu kenangan paling menyedihkan dan bila diingat sekarang sangat
memalukan.dan akhirnya bukan kah kita tak selalu berada di masa masa itu,masa
masa saat kita mulai mengenal bagaimana jantung dipompa lebih cepat saat berada
disamping seseorang yang kita kagumi,masa masa dimana air mata adalah salah
satu suara yang begitu menyembuhkan.
“heh....”.
aku mengelala nafas ku panjang menatap
iri kedua sahabat ku yang begitu membakarku dengan terus terlihat romantic
bersama pasangan mereka.
“lee ae bagaimana?,sebentar
lagi aku akan menikah, souyoung akan
bertukar cincin,aku tak mau ya kau datang sendiri ke pernikahan ku nanti”.
Teruslah begitu sehyoun terus saja
memainkan lidah mu untuk melecehkan ku.
”benar lee ae,bagaimana
kalau sekali ini saja ikutilah kencang buta dengan teman kyuhyun”.
aku menatap souyoung lekat dan
lelah,lelah karna hanya itu yang terus dipermasalahkan,terus membuat ku menghebiskan waktuku bersama orang orang
bodoh itu.
”aku bisa mencari sendiri,lagi
pula aku masih muda”.
aku
mengembil secangkir limun didenpanku lalu meneguknya kasar.
..........
satu persatu wajah wajah dari masa lalu yang
kurindukan hadir ditempat ini,teman teman sma yang hampir membuat ku bosan,ruangan
ini tak pernah berubah,setidanya aku merasa menjadi wanita muda dengan rambut
di kuncir,ya,seperti di masa lalu.
aku benar benar merindukan masa masa
seperti ini.
”apa aku terlambat”.
seseorang menempati satu bangku terakhir
di ruangan ini,aku menatapnya sekilas sebelum tersadar seseorang yang sedang duduk
disamping ku,ya tuhan...apakah itu benar benar dia seseorang yang membuat
jantung ku berdetak kencang,seseorang yang membuat musim panas ku terasa
beku,musim dinginku menjadi hangat,musim semi ku menjadi menyedihkan dan musim
gugurku menjadi tak karuan.
aku menatapnya sekilas sebelum kembali
pada limun ku.aku tau ya tak sengaja duduk disampingku,mungkin saat ini yang ya
inginkan adalah menjauh dan bersumpah takan lagi datang keacara reonian seperti
ini.
“bagaimana kabarmu,lama tak berjumpa”.
Aku dapat melihat jemari itu mengulur,dan
entah kenapa,aku lega tak ada cincin di sana.
”aku baik,bagaimana
dengan mu”.
aku menyalami tangan nya,ini benar benar
menyedihkan ku kira acara ini akan sangat hangat,tapi duduk berdampingan dengan
orang ini benar benar bisa membuat ku mati karna kaku.
”baik”.
singkat dan tak jelas begitulah yang
terjadi pada obrolan ku dan namja ini.
............
Hujan di awal musim semi,apa ini ???benar benar
tak menyengkan.seohyun dan soyoung pulang bersama pasangan mereka.begitu tega
,meninggalakan ku sendiri dan menunggu taksi seperti ini.
“mau pulang bersamaku”.
seseorang berada disampingku.
”ah tidak,aku tidak
ingin merepotkan mu”.
wajahku masih menatap butiran butiran hujan
berjatuhan.
”sudahlah tak mudah
mencari taksi dimalam hari denagn cuaca seperti ini,akan kuantarka sampai
rumah”.
ia berlalu mengisyaratkan.”ikutilah aku”
... ya tuhan apa yang akan terjadi
setelah ini,terakhir kali aku menyapa nya adalah saat didepan kelas nya aku menolak
penjelasan nya,berharap ya berlari mengejarku lalu aku menangis sejadi jadinya
di toilet,,,lagi dan lagi apa tak ada tempat lain selain tempat itu.
..........
“Masuk lah”.
Jong woo terlihat kaku saat membukakan
pintu mobil untuk ku.
“terima kasih”.
aku menduduki kursi mobil ini,tubuh ku kaku
diam tak bergerak.
“bagaimana sekarang”.
kai menatap ku sekilas kemudian wajahnya
menatap arah jalan lagi.
“tentang apa?”.
”apa saja, ceritakan
saja semuanya”.
”semua nya baik baik
saja”.
Wajahku kupalingkan darinya mataku
menerawang menatap calona kuning yang terlihat semu karna hanya ada sedikit
cahaya dari lampu jalan yang meneranginya.
“lee ae,,,apa kau ingat terakhir kali kita
beremu ku bilang aku ingin menjelaskan
semuanya”.
aku
menarik nafasku kasar,banyak hal yang ingin aku katakan dan tanyakan padanya
namun kali ini bibirku benar benar terasa terkunci, diam dan membeku
sendiri.jong woo menatap ku sekilas kemudian menginjak rem mobil tiba
tiba,membuat ku tersentak kaget.aku menatap nya kasar,mencoba bertanya dengan
tatapan ku.
”aku ingin kau bertemu
dengan jiyeon sekarang”.
ia menatap ku, menarik tangan ku
lembut.
”apa maksudmu aku tak
punya urusan lagi dengan nya”.
tangan ku ku tarik,melepaskan
genggamannya,selangkah aku menjauh dari nya.
”ku mohon lee ae aku
hanya ingin menuruti keinginannya saja,ini hanya pertemuan antar teman lama”.
ia terus memaksaku menatap ku dengan lembut
membuat ku bingung dengan cara apa lagi aku harus menolak,lagi pula aku tak
punya masalah dengan jiyeon, setidanya itulah yang coba ku kesan kan disaat
terakhir aku bertemu dengan nya,pertemuan di perpisahan sekolah.aku mengengguk
terpaksa mengikuti kemana tangan jong woo membawaku,jalan setapak yang lebarnya
tak lebih dati dua meter, aku jejaki dengan kesal,semilir angin menerbangkan
dres dan rambut ku,hamparan calona terhampar disisi kiri, ini kah calona samar
samar yang ku lihat tadi. indah sekali saat cahaya bulan jatuh tepat di kelopak
kelopak kecilnya.
hamparan hitam bergelombang membatasi
jalan setapak ini tepat dikanan bergemercik indah seperti melodi melodi yang
begitu mempesona,menjadi benteng biru yang hitam karna cahaya bulan tak mampu
menerangi hamparan nya yang terlalu luas.
“lee ae...”.
Jong
woo membangun kan ku dari lamunan tadi,menyaretku ke masa lalu ketempat yang
indah.
“tempat ini indah kan”.
ia menatap kerah ku kulihat pandangan
berbeda dimatanya.aku menelusuri itu dan akhirnya aku benar benar melihta
butiran bening jatuh satu satu dari matanya.
”kau tak apa
???....dimana jiyeon”.
ya diam,dan aku benci saat dia
tersenyum kelu.
”dia ada disana”.
matanya membawaku pada tumpukan tanah
beku didepan kami,bergalut dengan lambayan lambayan calona yang menghiasi nya
dengan indah.aku menatap jong woo sejenak lalu melihat air matanya semakin
banyak,aku sendiri tak mengerti dengan perasaan yang aku rasakan sekarang.
”jiyeon ... dia teman
terbaik yang pernah aku dapatkan,kelas 10 saat aku menemukan cinta pertamaku
dia bilang dia juga mendapatkan cinta pertamanya,aku tak pernah mengerti cinta
pertama yang ia maksud adalah aku,malam setelah aku menggungkapkan perasaan ku
padamu aku menemukan surat dari dokter untuk jiyeon,hari itu aku tau jiyeon
mengidap kelainan jantung, aku tak mengerti apa yang aku lakukan padamu saat
itu,dan apa yang aku fikirkan untuk melukaimu,yang kufikirkan hanya bagaimana
cara terbaik untuk membuat jiyeon cepat sembuh dari penyakitnya,malam itu ku
bilang dialah cinta pertamaku,entah apa yang ku fikirkan saat itu,aku mencoba
menjalani peran yang menyakitkan itu untuk jiyeon,hari itu saat kau lihat aku
bersama jiyeon,kurasa ia sudah menegrti tentang keadaan rumit yang kita jalani
ya menginginkan aku kembali mengatakana perasaan ku dan berjuangan untuk
itu,tapi aku menolaknya karna aku yakin kau akan jauh lebih kuat dari jiyeon.satu
bulan setelah perpisahan sekolah keadaan nya memburuk,sehari sebelum ia benar
benar pergi,ia bilang ingin bertemu dengan mu tapi aku benar benar tak bisa
menghubungimu,kau tau kita benar benar putus kontak saat itu”.
Jong woo menatap mataku,menatap mataku
yang sudah penuh dengan air mata.
”kami bicara banyak
sekali sebelum dia pergi,lee ae,dia ingin aku menikahimu”.
kali ini aku benar benar terdiam,air
mataku saja yang mencoba berbicara betapa menyesal aku menjauh dari laki laki
ini dan jiyeon.
menikmati setiap luka ku seakan itu
adalah luka tersakit dan hanya aku yang merasakan nya,aku menarik nafasku
panjang lalu melangkah mendekati tupukan tanah basah didepanku.
Mataku ku pejamkan kuat kuat ku raba tanah
didepanku,lalu berbisik dalam diam,menyesali segala hal yang telah kulakukan
pada jiyeon juga pada diriku sendiri.
”mianhe jiyeon mienhe...”.
Hangat,saat wajahku terjatuh di dada jong
woo,hangat itu terasa berbeda saat hati ku terasa begitu dingin,ada sesuatu
yang membeku membuatku mengulang masa lalu,saat masih melihat senyum lembut
jiyeon,wajah sombong nan angkuh yang ia perlihat kan agar terlihat kuat dan
baik baik saja.
Malam ini,di hujan pertama musim semi,aku
berjanji …
Aku berjanji menjadi diriku,menjadi tepat
waktu dan menjadi satu satunya wanita di hidup jong woo.
Angin berhenbus,tanah basah di depanku
terasa menghangat.
…………...
24 september 2015.....
Apa kau sedang bercanda ???
apa ini artinya 3 hari lagi ???
ya tuhan kalian membalap kami ???
apa kau hamil lee ae???
Bukan kah masih banyak waktu untuk berpacaran
???
“hey...apa tak bisa Tanya satu satu”.
ujarku tenang ,lalu merebut undangan
perkawinanku dan jong woo dari tangan sehyoun.
”apa tak mau saling mengenal lagi”.
aku menatap souyoung lekat wajah ku
kudekatkan pada wajahnya.
”apa menurutmu kami
baru saja saling mengenal???”.
“kau terlihat sangat
yakin”.
sehyoun menjauh dari tatapan ku.
“baiklah kalau begitu selamat lee ae dan jong
woo,kim jong woon satu minggu setelah itu aku dan kyuhyun akan menyusul kalian”.
sehyoun menatapku,dengan anggun mengangguk.
“aku tak tau kapan minho menikahiku tapi
setidanya aku akan punya cincin pertunangan satu bulan lagi”.
souyong melirik minho kemudian beranjak
dari duduk nya, memelukku”.
“aku tau kau akan
berakhir bersama nya,lee ae”.
ujarnya berbisik kembali kekursinya.
Dan kini setelah 8 tahun semua nya benar benar menjadi sangat indah, aku
tak pernah membayangkan segala hal yang terjadi padaku akhir akhir ini semua
kejadian rumit yang tak pernah sekalipun aku fikirkan, sekarang di 24 maret
2015,3 hari sebelum ulang tahun jiyeon.
di sini, ditempat ini,fikirku melayang
begitu sempurna, mengingat masa masa dimana cinta pertama adalah hal paling
menyakitkan dalam hidupku,masa masa dimana burung burung kertas berterbangan
nakal dengan sorakan bodoh yang memuakan,disini, ditempat ini aku mengulang
segala hal yang pernah terjadi ,dan akhirnya dimusim semi kali ini aku takan
lagi menemukan air mata terjatuh dipipiku atau melepaskan cinta pertamaku, karna
dia telah kembali,seperti burung dara yang sampai dirumahnya setelah begitu
lama pergi,aku menarik nafasku panjang.
merasakan helaian helaian jingga lembut
jatuh dikepalaku,hembusan angin ku biarkan membelai lembut rambutku,membawa ku semakin
jauh dari keletihan di 8 tahun,di masa lalu,keletihan karna cinta pertama.
5-5-14

Tidak ada komentar:
Posting Komentar