Kamis, 26 Februari 2015

The marriage petition




Terkadang aku lupa,rahasia terdalam itu letak nya di hati
        Setiap menit,setiap jam,setiap kali aku membuka mataku,setiap kali tuhan meniupkan nyawa untukku,setiap kali kau didekatku.setiap detik yang kupunya untuk berada disampingmu adalah keindahan yang selalu aku rasakan.
     Kau tau mataku hanya melihat mu,buta untuk siapapun selain kau ,kau tau kau adalah malaikat sempurna yang dikirimkan tuhan untukku,aku tak butuh siapapun didunia yang luas ini,aku tak butuh kebahagian yang lain.bila selama aku hidup.masih ada kau disampingku.
       Aku ingin selalu seperti ini,meski aku tau aku bukan siapa siapa dihidupmu, kau tetap orang paling istimewa dalam hidupku....
      Hari itu,saat salju pertama turun,kau dan aku pergi kemakam ibuku,kau berjanji diantara salju salju kecil yang melayang,kau berjanji akan menjaga ku,selama nya....selama lamanya,apa kau tak mengerti yang kau ucapkan.selamanya bukan waktu yang singkat.
       Kau  bukan hanya manusia yang menarik tangan ku untuk pergi kepada cahaya,kau bukan hanya malaikat tampan yang tuhan kirimkan untuk memuliakan yatim piatu hina  seperti ku,kau adalah segala hal indah yang kurasakan,kau adalah segala hal tentang senyum ku,kau bukan hanya anak laki laki yang meyakinkan ayah ibumu untuk menyayangiku,kau bukan hanya pria yang selalu melindungiku,kau adalah segala hal yang membuatku selalu merasa bumi adalah sebuah surga.kau tak pernah melukaiku,tak pernah dengan sengaja.
      Aku bodoh...bodoh sekali,kenapa aku tak pernah bertanya apa arti wanita rendah seperti aku untuk mu,mengapa aku selalu merasa kau akan menjagaku,disampingu,selamanya...selama lamanya,seperti yang kau katakan.
   Ada banyak hal yang tak pernah kau tau dari wanita bisu ini...boneka besar mu yang tak suka bicara ini.ada begitu banyak hal yang tak pernah kau lihat...kau bahkan tak pernah tau air mataku untuk mu.
    Sungguh aku takut.aku takut seseorang membawamu.melepaskan tangan mu dari ku.jong woon bukan kah kau tak pernah tau,aku menangis malam itu.malam saat kau bilang pada keluarga kecil kita,tidak bukan keluarga kita tapi keluarga mu.kau akan menikah,kau akan melamarnya.kau akan hidup bersama dengan nya selamanya,kau tak pernah tau air mataku.kau tak pernah tau apapun.aku tak bisa jong woon,aku tak bisa mengungkapkan apapun saat itu.tapi kau....kau bodoh bila tak pernah mengerti perasaan ku,kukira kau mengerti seluruh hidupku setelah berpuluh puluh kali kita bersama merasakan setiap musim berganti.aku salah...kau benar benar tak mengerti.
     Aku menendang,aku mencabik,aku meraung,aku mengerang.aku hampir terlihat bukan manusia.aku merengek...kau tak tau semuanya.karna aku menutup mulutku,karna aku membentaknya agar tak mengeluarkan suara untuk membencimu.aku hancur jong woon aku hancur,aku seperti bongkahan es yang mencair,aku lemah sekali.tapi kau tak melihat itu.aku seperti kepingan pecahan gelas.aku tajam sekali.tapi aku tak berani melukaimu.aku takan melukaimu.
       Aku mengingatnya....jauh lebih baik dari pada siapapun,aku mengingatnya jauh lebih baik dari padakau.ditengah salju,tubuhku dingin dan membeku.bibir ku biru dan tubuhku rasanya remuk,aku menggigil dengan pakaian tipis yang tercabik.ditengah kota yang ramai,aku merasa sendirian.semua orang tak melihatku,mereka tak ingin melihatku.jong woon,aku 15 tahun.dan aku bukan wanita yang baik lagi.tubuhku penuh jejak  orang biadap itu.aku bukan wanita yang baik lagi.aku dilempar seperti anjing busuk.seperti sampah.mugkin karna aku tak punya siapapun.aku tak punya orang untuk melindungiku,aku belum memilikimu.aku tak pernah melihat wajah ayahku.aku tak pernah menyentuh pipi ibuku,aku hanya bisa melihat rumah terakhir ibuku,ayah ku...aku tak tau dimana terakhir kali tubuhnya berbaring.aku bahagia... bahagia sekali,saat ada orang yang mau menggantikan ayah dan ibuku,mengambilku dari panti asuhan itu,mereka baik padaku,tapi hanya sebentar.aku disalahkan ibuku atas kesalahan ayahku.aku yang sakit,aku yang hancur,aku yang rusak,aku yang lemah,aku yang menangis,tapi ibuku menyalahkan ku.aku dilemparnya seperti sampah,aku bahkan lebih menjijikan dari pada itu.aku adalah putri angkatnya,perempuan kecil yang traumatis karna perlakuaan suaminya.
         Aku melangkah kan kaki ku tanpa alas kaki,rasa dingin itu menyentuh ujung kakiku,aku menahannya,aku menahan semuanya.aku menahan semua rasa sakitku,tubuhku...di dalam jiwaku.hari itu aku tau mengapa sebagian orang memikirkan bunuh diri,aku ingin melakukan nya.aku ingin menyelesaikannya.
      Tapi...kau datang,hanya kau yang melihatku,hanya kau yang mau melihatku,mungkin karna itu,hanya kau yang selalu kulihat.kau memelukku,melepaskan sepatu mu untukku,menepikan sepedamu. Dimalam hari dingin itu.aku hangat...aku merasa aku akan hidup lebih lama.
      Jong woong kau  bilang,orang tuanmu adalah orang orang yang baik,tapi aku tau perempuan sepertiku.malaikat pun berfikir untuk menerima,aku mendengar perdebatan mu dan orang tua mu,aku takut dibuang seperti sampah lagi,tapi aku ternyata salah,ibu mu keluar dari dapur membawa coklat hangat dan selimut,ia memberikan cangkir itu padaku,namun aku menumpahkannya,tanganku sakit,dingin ,kelu sekali.kukira ia akan marah tapi aku salah lagi,ia memeluk tubuhku,melapisinya dengan selimut yang  ia bawa,aku menangis,dan ia juga menangis.kau tau kalimat yang kudengar darinya adalah kalimat terindah yang takan pernah aku lupakan.
“anakku,,,hari ini kami punya seorang putri ,seorang lagi untuk kami cintai”.
   Jong woon bukan hanya kau yang malaikat tapi ibu mu juga,malaikat itu setuju untuk mencintaiku.ayah mu menatapku.aku takut melihat wajah nya,tapi ia tersenyum sambil membelai rambutku,aku menemukan keluarga ku.aku menemukan sesuatu yang tak pernah aku dapatkan.kau memberikannya dengan sempurna.
        Dan sekarang dimasa ini,dimasa depan yang tak pernah kufikirkan,tak pernah kudapatkan,bila kau tak disana malam itu,bila kalian tak menerima ku saat itu.aku membanggakan malaikat malaikat itu.mereka membuat ku melupakan masa laluku,mencintaiku seperti putri mereka.aku adalah seorang penjahit yang suka menggambar,umurku 23 tahun musim semi ini,aku bisa medapatkan dua ratus ribu dolar setiap kali menggambar,dan aku memberikan yang kupunya untuk mereka,meski sering kali mereka marah karna mereka bilang aku berlebihan memberikan banyak hal untuk mereka.bukan karna mereka memberiku segala hal yang juga mereka punya,tapi karna aku mencintai mereka.seperti mereka mencintaiku.
        Jong woon,aku merasa terlalu jahat padamu,kau memberikan semuanya untukku,bahkan saat kita pergi kesekolah bersama,kau menggenggam tangan ku dan mengatakan aku adikmu,setiap kali orang bertanya padamu.jon woon ,,,aku bahkan sedikit lebih tua darimu.maaf ...... hanya karna aku tak mendapatkan mu,aku merasa kau tak pernah mengerti hidupku,,,maaf...
   Tapi aku masih berharap menjadi istri seorang penulis,,,seorang pria seperti jong woon.
          Jong woon,,,aku salah .... benar benar salah.
          Musim dingin itu berlalu...dan aku tak pernah bertemu dengan perempuan istimewamu,kau bilang kau akan melamarnya dimusim semi,ah...benar kau mengajakku membeli cincin untuk nya,kau bilang jemari ku tak jauh beda dengan nya.kau membuat aku tersenyum jong woon,tapi kau juga membuat sesuatu tersayat didadaku,sakit sekali,saat aku dipaksa mengerti bahwa yang kupakai bukan punyaku bukan untukku.
       Malam itu,kau melamarnya.di tepi sungai han,malam itu indah sekali.bunga bunga  mekar,angin membawa bau harumnya melayang menerpa tubuhmu.matamu yang indah bersinar.cahaya lampu terbias di air han yang bening.kau menggapai jemarinya,menatap matanya...berlutut dihadapannya.kau bilang kau sangat mencintainya,sejak pertama kali kau melihatnya,kau bilang kau ingin menjaganya...selamanya...selama lamanya.gadis itu mengangguk pelan,haru sambil memeluk tubuhmu.dijemarinya melingkar cincin manis yang bersinar terkena cahaya bulan.kau melamarnya diwaktu yang sangat tepat.tepat dihari ulang tahunnya,jong woon sungguh kau begitu sempurna.malam itu.
       Jong woon kau tau...aku menangis karna kau malam itu.aku menangis hingga  rasanya tak tertinggal lagi air mataku.jong woon aku bukan menangis karna sakit didadaku,tapi karna kau,,menjadi malaikat lagi untukku.jong woon kau indah sekali saat berlutut dihadapanku,kau indah sekali saat memasangkan cincin itu untukku.jong woon,apa kita akan berteman selamanya.sunguh aku akan menjadi teman mu selamanya,selama lama lamanya.teman hidupmu........
..........
“kau tau bagaimana jatuh cinta”.
“entahlah,aku sudah lupa,aku terlalu sering jatuh cinta”.
“benarkan???kau membuat ku ragu”.
“aku jatuh cinta berkali kali,hanya saja dengan orang yang sama”.
“kau juga....aku juga jatuh cinta seperti itu,wanita itu benar benar cantik,aku menyukai nya sejak pertama kali melihatnya”.
“benarkah???,ia pasti sangat beruntung”.
“tida,,,aku yang beruntung,jika ia menerimaku”.
“ia pasti menerimamu”.
“kau ingin tau namanya”.
“tidak,nanti saja,setelah kau melamarnya”.
“baiklah......”
“hey youja,,, aku takut mengungkapkannya,tapi aku lebih takut seseorang merebutmu dariku,aku sudah memilikimu jauh sebelum aku berfikir akan menikahimu,aku takut menyesal mengungkapkan hal hal seperti ini,aku takut kau tak mau lagi menjadi wanita cantik itu untukku,tapi sungguh... aku ingin menghabiskan seluruh hidupku dengan menggenggam tangan mu,aku ingin menghabiskan seluruh hidupku untuk mencintai dan mendapatkan cinta darimu,bukan sebagai keluaga,atau seperti seorang sahabat,tapi seperti pria dan wanita.aku mencintamu... aku ingin kau menjadi orang pertama yang kulihat saat pertama kali mata ku terbuka dan menjadi orang terakhir yang kulihat sebelum aku tidur,selalu kau...aku ingin kau menjadi teman ku,teman hidupku”.




7-5-14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik