Selasa, 24 Februari 2015

My boy



Kuberitahu ini pada seseorang yang ku kagumi, Dia adalah mimpiku,selamanya akan begitu dan yang satunya adalah sesuatu yang datang di dunia ku dunia yang sebenarnya.mereka dua orang yang berbeda,pahami maksudku.
               
          Musim dingin di awal januari,ketika matahari berkabut menerangi ranting ranting layu yang mulai menua.jalan kecil diantara han dan rerumputan mati disinilah aku merasa di sempurnakan oleh seseorang, aku menggeratkan jaketku menenggelamkan wajahku ke syel merah marun,melangkah cepat diantara orang orang sibuk.
“cepatlah mereka tidak menunggu lama”.
    Seseorang mengirimkan pesan padaku,aku melangkah semakin cepat,saat  menemui belokan aku seperti melihat sesuatu yang ku rindukan duduk berkeliling di satu meja beraroma capucino aku tau kesanalah aku harus berhenti dan bergabung.
      Beberapa meter dari aku melangkah,satu dintara mereka tersenyum dan melambai,menyiapkan satu bangku untuk ku.
“tidak mudah menemukan orang Indonesia disini”.
    Wanita berusia pertengahan 40 tahun menggeser satu kursi untukku,aku tersenyum dan duduk di sampingnya.
“maaf saya terlambat”.
   Wanita itu tersenyum lagi,di depanku seseorang memegangi kamera tidak melihatku ketika ia berdiri dan mengambil foto pohon willow layu disisi jalan.
“kita lakukan seperti keluarga,saya benar benar merindukan Indonesia”.
       Saat satu satu dari mereka menyalamiku dan aku mencoba mengingat agar benar benar terlihat seperti keluarga,seseorang yang memegangi kamera meletakan kameranya,duduk di depanku dan menyalamiku,ketika dia melihat wajahku,aku seperti terlempat ke lima tahun yang lalu ketiga tahun yang menyenangkan,wajahnya tidak banyak berubah,dia masih terlihat mengangumkan,untukku.matanya yang berputar ku baca bahwa ia hanya sedikit mengingatku,aku tau itu karna bukan hanya aku yang harus ia ingat.
    Saat tangan kami bersentuhan ku sempatkan mencium tangan nya,saat aku melepaskan itu aku tau ia sadar sesuatu.
“sudah lama disini”.
“tiga tahun setelah perpisahan sma pa”.
     Ah....aku melihat wajah itu lagi,wajahnya yang ….tampan,sempurna ketika matahari menyentuh kulit wajahnya.
“banyak yang terjadi dindonesia”.
   Aku tersenyum,dimatanya aku melihat banyak hal ingin ia ceritakan tidak sepeti dimasa lalu ketika mendengar nya banyak bicara adalah kesempatan yang besar.
      sekarang aku akan banyak sekali bicara,mengantakan rombongan kecil ini berkeliling,mengingat negeri orang yang kami singgahi dan ruangan lep kompoter,aku teringat mimpi mimpiku,kisah kisah kecilku dan banyak hal yang mengangumkan.
“kita bisa siapkan waktu untuk minum kofi dan bicara tentang ini lagi pa,masih  banyak hal belum selesai di ceritakan”.
      Saat orang orang menatap bingung pada kami,aku melihatnya terkekeh,sesuatu yang jarang sekali terjadi,dimasa lalu.
       Sekali lagi aku tersenyum,rasanya aku menemui mozaik yang sempat tertinggal,ya tertinggal di masa lalu.
  …………….
         Salju mulai jatuh lagi,aku menggeratkan jaket,syel dan merapatan jilbabku,menghirup cofi ku ketika seeorang datang dan duduk didepanku.
“bapa telat berapa menit”.
     Ia meletakan kameranya dan terengah menatapku,hari ini aku melihtanya terlihat terlalu kekanak kanakan.
“masih memakai jam ala Indonesia kan,saya juga begitu pa,salah satu kebiasaan yang susah di hilangkan”.
     Pelayan datang membawa kofi yang tadi ku pesan.orang didepanku tersenyum.
“tugas kamu sudah selesai”.
“ya,dan bapa hutang cerita dari Indonesia”.
    Diantara salju salju yang terjatuh,matahari berkabut dan angin dingin yang menerpa tubuh kami,aku seperti bertemu dengan seseorang yang baru,bicara berdua sebagai seorang sahabat lama yang baru saja bertemu,guru ku bicara banyak hal tentang Indonesia kami,seakan aku lupa semuanya.melihat wajah ini ,sekali lagi aku kembali ke masa lalu,ke mimpi mimpi yang dia tanamkan,rasa nya aku ingin bertanya sudah puya anak berapa dan kapan dia menikah,kenapa tidak megundangku,mengirim pesan ke email,atau memposting sesuatu di blognya.
“sekarang giliran kamu”.
    Sekarang aku terlembar,ya di sana kenangan yang melelahkan.saat tak sengaja orang ini membuka tulisan tulisan ku,dia  membahasnya hingga aku tidak bisa mengelak,tidak bisa bicara banyak untuk membohoginya.
“siapa”.
   Usianya baru 24 tahun ketika dia mulai membuat ku membuka rahasiaku.
“bapa tau remaja kan,bapa pasti ngerti”.
   gelagapan aku menyelesaikan kata kataku.
“siapa?”.
     Saat itu mataku membulat,takut mengatakan siapa orang yang ia tanyakan.
“kamu sudah mulai jatuh cinta ya”.
     Aku tidak menatap cermin tapi aku tau pipiku bersemu.
“siapa?”.
   Dia mulai bertanya itu lagi,membosankan,aku mulai merinding.
“eh…bapa tau”.
“bukan dia”.
        Entah siapa orang yang ia maksud tapi  itulah yang aku katakan ketika baju ku bahkan terjepit saat menutup pintu,aku menceritakan semunya dengan tulisan tulisan itu,tidak ada yang kusembunyian kecuali nama orang itu,aku beruntung karna orang yang terus menanyaiku tidak bertanya lagi.
     Saat aku menghirup kofi ku dan hampir mulai bercerita seseorang datang kemeja kami,terkejut menatap seseorang yang duduk didepanku.
“bapa…apa kabar pa”.
    Dua orang itu sekarang berdiri dan menyapa,memeluk dan saling meneput pundak.sangat menyenagkan bertemu di musim salju.semunya terasa terlalu hangat.
    Orang yang duduk didepanku  menatap mataku, tersenyum seakan ia baru saja tau tentang sesuatu.
“tidak usah di selesaikan,bapa sudah mengerti siapa orang nya “.
    Saa aku menunduk aku tau teman lamaku menatap ku,matanya yang lembut menyentuh banyak hal yang dulu pernah terjadi,tentang aku dan dunia yang sampai sekarang belum aku mengerti.
   Tanpa aku ceritakan kisahku,aku merasa sudah membayarnya,kami duduk lagi,mengenang masa masa sma yang menyenangkan,ketika kami sampai pada kata pernikahan,orang yang baru saja bergabung di meja ini menyentuh jariku mengangkat nya bersama.memperlihatkan dua lingkaran di jari manis kami,artinya kami akan menikah.
    Di depanku,seseorang menatap jemari kami,tersenyum lalu terkekeh.
“wah bapa di balap murid sendiri,sampai sekarang belum bertemu yang tepat”.
    Huh…jawaban dari semua pertanyaan pertanyaanku,aku tersenyum dan melirik kekiri,perlahan melepaskan tanganku,hanya sebentar sebelum tagan dingin itu meraih nya lagi,wajah nya terlihat menyebalkan,ia melirikku dan seakan bicara,aku tidak boleh kembali kemasa lalu.oh baiklah,tidak ada yang harus di lakukan,inilah dunia yang benar benar harus ku jalani.
     Ketika matahari mulai terlihat,kami mengantar guru kami ke bandara,embun bekas salju menempel di kaca kaca.dari jarak sepuluh meter kami melihatnya melangkah di tangga pesawat,melambaikan tanga nya sekali lagi.beberapa menit sebalum pesawat terbang,mengantar nya kembali ke bumi tropis yang lebih hangat,tanah yang kurindukan.
……………
        Jam 5 sore di musim salju pertengahan februari diantara han dan rerumputan mati,matahari berkabut perlahan memerah,tangan ku di genggam seseorang.matanya melembut saat menatapku,kami berhenti di tengah jalan licin belapis salju.tempat ini adalah tempat ia memasangkan cincin di jemariku,meyakinkan ku bahwa kami bisa melewati apapun bersama.
“siapa perduli sama masa lalu”.
     Aku meangaguk dan tersenyum,aku suka setiap kali dia seperti ini,pipi nya yang putih memerah,kedinginan dan marah, benar benar menggemaskan.
       Sekarang dunia ini adalah dunia yang benar benar nyata.kadang kita harus memilih mimpi dan realita,sebesar apapun yang kita inginkan untuk sebuah mimpi,its just dream,sebuah dunia dari negeri imajinasi.orang itu,orang yang membuatku bermimpi,hanya itu,selesai.aku dan segala hal yang pernah dan sedang ku jalani adalah semua hal yang menyenangkan.siapa yang perduli dengan masa lalu,hari ini dan seterusnya adalah hari terpenting yang harus ku jalani.
Selesai

30-11-14
       
        


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik