Kuberitahu ini pada seseorang yang
ku kagumi,
Dia adalah mimpiku,selamanya akan begitu dan yang satunya adalah sesuatu
yang datang di dunia ku dunia yang sebenarnya.mereka dua orang yang
berbeda,pahami maksudku.
Musim dingin di awal januari,ketika
matahari berkabut menerangi ranting ranting layu yang mulai menua.jalan kecil
diantara han dan rerumputan mati disinilah aku merasa di sempurnakan oleh
seseorang, aku menggeratkan jaketku menenggelamkan wajahku ke syel merah
marun,melangkah cepat diantara orang orang sibuk.
“cepatlah mereka tidak
menunggu lama”.
Seseorang mengirimkan pesan padaku,aku
melangkah semakin cepat,saat menemui belokan
aku seperti melihat sesuatu yang ku rindukan duduk berkeliling di satu meja
beraroma capucino aku tau kesanalah aku harus berhenti dan bergabung.
Beberapa meter dari aku melangkah,satu
dintara mereka tersenyum dan melambai,menyiapkan satu bangku untuk ku.
“tidak mudah menemukan
orang Indonesia disini”.
Wanita berusia pertengahan 40 tahun
menggeser satu kursi untukku,aku tersenyum dan duduk di sampingnya.
“maaf saya terlambat”.
Wanita itu tersenyum lagi,di depanku
seseorang memegangi kamera tidak melihatku ketika ia berdiri dan mengambil foto
pohon willow layu disisi jalan.
“kita lakukan seperti
keluarga,saya benar benar merindukan Indonesia”.
Saat satu satu dari mereka menyalamiku
dan aku mencoba mengingat agar benar benar terlihat seperti keluarga,seseorang
yang memegangi kamera meletakan kameranya,duduk di depanku dan
menyalamiku,ketika dia melihat wajahku,aku seperti terlempat ke lima tahun yang
lalu ketiga tahun yang menyenangkan,wajahnya tidak banyak berubah,dia masih
terlihat mengangumkan,untukku.matanya yang berputar ku baca bahwa ia hanya
sedikit mengingatku,aku tau itu karna bukan hanya aku yang harus ia ingat.
Saat tangan kami bersentuhan ku sempatkan
mencium tangan nya,saat aku melepaskan itu aku tau ia sadar sesuatu.
“sudah lama disini”.
“tiga tahun setelah
perpisahan sma pa”.
Ah....aku melihat wajah itu lagi,wajahnya
yang ….tampan,sempurna ketika matahari menyentuh kulit wajahnya.
“banyak yang terjadi dindonesia”.
Aku tersenyum,dimatanya aku melihat banyak
hal ingin ia ceritakan tidak sepeti dimasa lalu ketika mendengar nya banyak
bicara adalah kesempatan yang besar.
sekarang aku akan banyak sekali
bicara,mengantakan rombongan kecil ini berkeliling,mengingat negeri orang yang
kami singgahi dan ruangan lep kompoter,aku teringat mimpi mimpiku,kisah kisah
kecilku dan banyak hal yang mengangumkan.
“kita bisa siapkan
waktu untuk minum kofi dan bicara tentang ini lagi pa,masih banyak hal belum selesai di ceritakan”.
Saat orang orang menatap bingung pada kami,aku
melihatnya terkekeh,sesuatu yang jarang sekali terjadi,dimasa lalu.
Sekali lagi aku tersenyum,rasanya aku
menemui mozaik yang sempat tertinggal,ya tertinggal di masa lalu.
…………….
Salju mulai jatuh lagi,aku
menggeratkan jaket,syel dan merapatan jilbabku,menghirup cofi ku ketika
seeorang datang dan duduk didepanku.
“bapa telat berapa
menit”.
Ia meletakan kameranya dan terengah
menatapku,hari ini aku melihtanya terlihat terlalu kekanak kanakan.
“masih memakai jam ala
Indonesia kan,saya juga begitu pa,salah satu kebiasaan yang susah di
hilangkan”.
Pelayan datang membawa kofi yang tadi ku
pesan.orang didepanku tersenyum.
“tugas kamu sudah
selesai”.
“ya,dan bapa hutang
cerita dari Indonesia”.
Diantara salju salju yang terjatuh,matahari
berkabut dan angin dingin yang menerpa tubuh kami,aku seperti bertemu dengan
seseorang yang baru,bicara berdua sebagai seorang sahabat lama yang baru saja
bertemu,guru ku bicara banyak hal tentang Indonesia kami,seakan aku lupa semuanya.melihat
wajah ini ,sekali lagi aku kembali ke masa lalu,ke mimpi mimpi yang dia
tanamkan,rasa nya aku ingin bertanya sudah puya anak berapa dan kapan dia
menikah,kenapa tidak megundangku,mengirim pesan ke email,atau memposting
sesuatu di blognya.
“sekarang giliran
kamu”.
Sekarang aku terlembar,ya di sana kenangan
yang melelahkan.saat tak sengaja orang ini membuka tulisan tulisan ku,dia membahasnya hingga aku tidak bisa
mengelak,tidak bisa bicara banyak untuk membohoginya.
“siapa”.
Usianya baru 24 tahun ketika dia mulai
membuat ku membuka rahasiaku.
“bapa tau remaja
kan,bapa pasti ngerti”.
gelagapan aku menyelesaikan kata kataku.
“siapa?”.
Saat itu mataku membulat,takut mengatakan
siapa orang yang ia tanyakan.
“kamu sudah mulai jatuh
cinta ya”.
Aku tidak menatap cermin tapi aku tau
pipiku bersemu.
“siapa?”.
Dia mulai bertanya itu lagi,membosankan,aku
mulai merinding.
“eh…bapa tau”.
“bukan dia”.
Entah siapa orang yang ia maksud tapi itulah yang aku katakan ketika baju ku bahkan
terjepit saat menutup pintu,aku menceritakan semunya dengan tulisan tulisan itu,tidak
ada yang kusembunyian kecuali nama orang itu,aku beruntung karna orang yang
terus menanyaiku tidak bertanya lagi.
Saat aku menghirup kofi ku dan hampir mulai
bercerita seseorang datang kemeja kami,terkejut menatap seseorang yang duduk
didepanku.
“bapa…apa kabar pa”.
Dua orang itu sekarang berdiri dan
menyapa,memeluk dan saling meneput pundak.sangat menyenagkan bertemu di musim
salju.semunya terasa terlalu hangat.
Orang yang duduk didepanku menatap mataku, tersenyum seakan ia baru saja
tau tentang sesuatu.
“tidak usah di
selesaikan,bapa sudah mengerti siapa orang nya “.
Saa aku menunduk aku tau teman lamaku
menatap ku,matanya yang lembut menyentuh banyak hal yang dulu pernah
terjadi,tentang aku dan dunia yang sampai sekarang belum aku mengerti.
Tanpa aku ceritakan kisahku,aku merasa sudah
membayarnya,kami duduk lagi,mengenang masa masa sma yang menyenangkan,ketika kami
sampai pada kata pernikahan,orang yang baru saja bergabung di meja ini
menyentuh jariku mengangkat nya bersama.memperlihatkan dua lingkaran di jari
manis kami,artinya kami akan menikah.
Di depanku,seseorang menatap jemari
kami,tersenyum lalu terkekeh.
“wah bapa di balap
murid sendiri,sampai sekarang belum bertemu yang tepat”.
Huh…jawaban dari semua pertanyaan
pertanyaanku,aku tersenyum dan melirik kekiri,perlahan melepaskan
tanganku,hanya sebentar sebelum tagan dingin itu meraih nya lagi,wajah nya
terlihat menyebalkan,ia melirikku dan seakan bicara,aku tidak boleh kembali
kemasa lalu.oh baiklah,tidak ada yang harus di lakukan,inilah dunia yang benar
benar harus ku jalani.
Ketika matahari mulai terlihat,kami
mengantar guru kami ke bandara,embun bekas salju menempel di kaca kaca.dari
jarak sepuluh meter kami melihatnya melangkah di tangga pesawat,melambaikan
tanga nya sekali lagi.beberapa menit sebalum pesawat terbang,mengantar nya
kembali ke bumi tropis yang lebih hangat,tanah yang kurindukan.
……………
Jam 5 sore di musim salju pertengahan
februari diantara han dan rerumputan mati,matahari berkabut perlahan
memerah,tangan ku di genggam seseorang.matanya melembut saat menatapku,kami
berhenti di tengah jalan licin belapis salju.tempat ini adalah tempat ia
memasangkan cincin di jemariku,meyakinkan ku bahwa kami bisa melewati apapun
bersama.
“siapa perduli sama
masa lalu”.
Aku meangaguk
dan tersenyum,aku suka setiap kali dia seperti ini,pipi nya yang putih memerah,kedinginan
dan marah, benar benar menggemaskan.
Sekarang dunia ini adalah dunia yang benar
benar nyata.kadang kita harus memilih mimpi dan realita,sebesar apapun yang
kita inginkan untuk sebuah mimpi,its just dream,sebuah dunia dari negeri
imajinasi.orang itu,orang yang membuatku bermimpi,hanya itu,selesai.aku dan
segala hal yang pernah dan sedang ku jalani adalah semua hal yang
menyenangkan.siapa yang perduli dengan masa lalu,hari ini dan seterusnya adalah
hari terpenting yang harus ku jalani.
Selesai
30-11-14

Tidak ada komentar:
Posting Komentar