Rabu, 25 Februari 2015

Are You Serius ??? 0_o




Benar kata filosop filosop masa lalu,besar hati membuat mu malu.
       Aku berjaan santai kearah kelas ku kudengar langkah kaki memburu di belakang tubuh ku lalu seseorang memelukku dari belakang.                                 
“lifia lo kenapa sih tunggu bentar napa”.
“ Daniel lo itu telat mulu cape tau kalau tiap hari harus berdiri depan kelas terus”.
 “iya iya ini terakhir kalinya,,, janji gue”.
     tangannya membentuk dua angka romawi lalu tersenyum kearah ku,sebentar saja ku menatapnya,berjalan cepat didepannya. Daniel. setiap hari melihat wajah nya selama 16 tahun membuat ku bosan dan sudah biasa dengan kebiasaan lelet nya,ya dia saudara ku tepat nya saudara kembar ku.
…………
      Ku lihat beberapa teman perempuan ku membicarakan sesuatu yang terlihat penting,penting bagi mereka tapi entah lah bagiku.    
 “lif lo tau gak hari ini ada murid baru lo,cowo lagi”.
     winda membalikan tubuh nya kearah ku dan Daniel,ah… aku suka hal hal semacam ini.
“terus gue harus bilang wow gituh”. Daniel memulai pertempuran lagi.
 “anak mana win?”.  
 “gak tau!!lihat aja nanti, tapi gue yakin tu orang pasti ganteng”.
“idih penyakit centil nya kambuh”.
“emang … masalah buat loh”.
    Dan itulah yang setiap hari terjadi dikelas ini,setidanya didekat tempat duduk ku.
       Obrolan kami terputus saat seorang wanita berkaca mata,memasuki kelas kami bersama seorang anak laki laki disamping nya.bu anita ya itu namanya ibu guru muda yang sekarang menjadi wali kelas kami. 
 “pagi semua”.
     Ia tersenyum ke arah kami sambil meletakan beberapa buku diatas meja nya,semua anak membalas sapaan serentak,aku dapat melihat winda bersemangat.
 “hari ini ada yang beda yah ibu bawa teman baru buat kalian,ayo zirka silahkan perkenal kan diri kamu keteman teman.
   Disana.ya didepan kelas kami,pemandangan indah itu seperti membuat ku melayang layang,letupan letuan helium dan hukum hukum logika pascal,menggebu gebu di otakku.
 “nama saya zirka saya pindahan dari sma di semarang,dalam belajar saya masih punya banyak kekurangan karna itu saya minta banyak bantuannya”.
       ia tersenyum, manis sekali membuat bibir ku akhirnya juga tersenyum karnanya,saat ia melangkah udara terasa berhenti,ia mendekat dan aku merasa,sedang jatuh cinta.
       jika saja Daniel  bukan kaka kembar ku mungkin aku sudah mengusirnya dari bangku disebelah lalu menyuruh zirka duduk di sampingku.
“brak” .
        ku dengar bunyi itu kencang dari arah belakang tubuh ku.ku lihat zirka menghempaskan tas nya kemeja membuat hampir seluruh kelas menatap kearah nya.dia duduk dibelakang bangku ku,setidanya walau pun tidak disamping ku .tempat duduk kami masih dekat.itu membuat ku tersenyum sekali lagi.aku percaya dengan cinta pada pandangan pertama dan aku mulai mempercayai cinta datang karna terbiasa. 
“eh lif jangan kumat disini yah,rumah sakit jiwa jauh tau”.
      Daniel  berbisik sambil mendekatkan wajahnya ketelingaku.
“nil...gue punya obatnya ko”.
    Di sampingku,Daniel terkekeh.
……………..
Tet...tet...tet
     Bunyi bel membuat ruangan yang tadinya tenang jadi  gaduh lagi.anak anak perempuan tampak bergerombol di belakang bangku ku,benar benar  mengganggu.
     tapi aku mengerti kenapa itu terjadi.bagaimana tida anak laki laki yang sekarang mereka geromboli sangat ramah, manis, kau tau sebenarnya aku sangat ingin mendekatinya lalu berkenalan dengannya tapi sayang gerombolan  itu sepertinya tak terlalu manusiawi.
“lif kantin yu lapar gue”. 
Aku tau Daniel di sampingku,dan aku tau ia sedang bicara,tapi entah apa yang sedang ia bicarakan,ah…orang itu tampan sekali.
“heh apaan,iya gue udah maafin lo kok soal telat tadi”.
“apaan sih lif,gue gak bicara soal itu kali,aneh lo kayanya emang harus dibawa kerumah sakit   jiwa deh”.  
“gue kan udah bilang udah punya obatnya,punya lo kan juga masih banyak”.
“ambil semuanya aja nanti”.
    Aku tau Daniel mulai kesal,tapi siapa yang perduli.
“kekantin nil”.
“dari tadi jug ague ngomong itu lif”.
…………….      
        Aku sempat mendengar suara keluhan perut Daniel saat sudah sampai ke meja,suara suara seperti lebah memantul mantul di ruangan besar ini,aku hampir menggigit makanan ku ketika seseorang menghampiri  meja kami.
“sorry… gue boleh duduk disini”.
      Ia duduk di samping Daniel,tepat didepanku,aku dapat merasakan sesuatu beradu lagi di otakku tapi bukan soal hukum pascal atau helium helium,sekarang tentang kata kata milik aristoles,semacam sayap sayap patah.
“ iya duduk aja kali”.
    Daniel menyingkirkan aristoles dari otakku.
 “thank’s kalau gitu”.
 “oh iya kita belum kenalan yah nama gue Daniel pratama dan yang didepan lo itu lifia pratama kita saodara kembar,terlahir dari keluaga pratama,mata kita sipit karna keturunan,gue keturunan korea dia keturunan china”.
     Daniel bicara dengan makanan yang penuh di mulutnya tangan nya menyentak nyentak tangan zirka yang sekarang menyalaminya,dan saat zirka akan menyalamiku,Daniel mulai bicara lagi,sial.rasanya aku ingin membunuhnya.
“ kalian kembar wow pantes muka kalian mirip banget beda nya cuman yang satu cantik dan satu nya ganteng”.
     Ah…aku merasa udara berputar putar di dadaku,setengah mati aku menyimpan senyum ku.
“ wah,,,lo orang pertama yang bilang lifia cantik tau,sekaligus lo orang yang……” pura pura berfikir* gak tau soal nya banyak banget yang bilang gue ganteng “.
     Daniel mulai lagi,rasanya aku ingin lari kemeja sebelah dan saat bertemu zirka lagi,ku bilang dia hanya anak teman dari teman ibuku.ku senggol kakinya saat ia mulai bicara sambil mengunyah lagi.
“kenapa lif kesemutan”.
Daniel mulai mempermalukan dirinya lagi,sepertinya aku benar benar harus minta obat nya lagi.
      
“lif …..”.
      Seseorang memanggil ku dari belakangaku berbalik dan menatap orang itu.
”lo disini ternyata, gue cariin kemana mana tau,kita ada latihan basket dadakan,sekarang” .
    Ralia,teman ku yang manis,bertahun tahun Daniel jadi fens misterius nya,dan sekarang aku dapat melihat Daniel tiba tiba menjadi terhormat di depan piringnya.sekilas aku melihat tatapan mata ralia,semula kulihat ia menatap Daniel,tapi tida,aku salah,ia sedang menatap seseorang di samping Daniel,zirka,zirka menunduk,dan aku tau,,,mungkin dimasa lalu,entah apa.ada sesuatu yang terjadi.
“sekarang lif”.
    Ralia menarik tangan ku,matanya masih menata zirka saat Daniel mulai menyengka ia ditatap ralia.
………….…..   
       Rilia diam dan aku juga begitu,entah apa tapi aku  benar benar ingin tau kenapa ia terlihat berbeda.sayup sayup aku mendengra suara pantulan bola basket di depan kami,aku hampir bicara ketika baju basket biru muda terbang dan ,endarat di wajah ku.saat baju itu melorot dan jatuh kelantai,aku tau itu angel.
“gila lo angel”. 
“haha...sorry lif sorry hitung hitung latihan”.  
“bayangin kalau nanti gue gegar otak,iya gak ra”.
    Aku menyenggol siku ralia,dia tetap diam,aku mulai menatap wajahnya,dan matanya kosong,menatap lantai aula.
“lo gak papa ra”.
“heh…apa…gak gue gak papa ko “.
     Ia tersenyum lembut,sedikit tolol sebenarnya,aku menghela nafas,angel juga mulai menatap wajah ralia.
“lo kenal sama zirka ya ra”.
    Ia menatapku,mulai tersenyum lagi lalu mengangguk lambat.
“dimana”.
   Suara ku melembut,entah apa,tapi aku takut tau masa lalu mereka.
“adalah…nanti kamu tau sendiri ko’.

……………….

   Aku berjalan santai di lorong aula,tangan ku menyeka keringat bekas latihan tadi,tiba tiba sesutau seperti menabrakku,aku tau tubuh ku terjatuh kelantai saat orang itu menyentuh tangan ku,demi luhan,aku merasa seperti zionis yang sedang membara.
“sorry yah sorry”.
     Tapi zionis itu tiba tiba melemah,matanya yang tajam menatap lembut,aku hampir saja menggeleng dan bicara dramatis “gak papa asalkan kamu yang nabrak”,tapi saat aku mulai beranjak,siku ku terasa teremas,kelu sekali,aku tersenyum meringis,menatap orang didepanku.
 “lif sorry banget yah gue gak sengaja, ada yang sakit gak lif “.
   Ia menatapku,dan rasa sakit itu mulai menghilang lagi
 “gak papa ko cuman sakit dikit”.
“ yakin”.
    Ia mengamati tubuhku,dan aku bersyukur tanpa ku beri tau ia melihat memar di siku ku.
“ke uks yu,gue yang obatin”.
    Kata kata itulah yang aku tunggu tunggu,aku mengaguk takzim seakan ia meminta ku untuk menjadi pendamping hidupnya.
………….......
      Tangannya terasa sangat lembut saat menyentuh tangan ku perlahan ya membersihkan sedikit luka ku tadi,aku benar benar tak marah degan luka ini,sedikit sakit untuk moment yang manis.aku mengamati wajah itu,bohong jika dia tida mempesona,rambutnya yang hitam menyentuh kulit dahinya,matanya yang lembut dan manis,dilihat lihat ia lebih cantik dari pada aku.menyebalkan.
    Aku meringis  dan berhenti mengamati wajah cantik itu saat dingin alcohol menyentuh kulit ku yang luka.
“sakit yah ? aduh…  gue bener bener minta maaf yah karna gak hati hati ,lo malah jadi kesakitan gini”.
    Matanya menatap ku lembut,jantung ku berlomba lomba berdetak,tangan nya menyentuh luka ku,hati ku di tumbuhi bunga mawar,ia menatap mataku lagi.
“gue bener bener minta maaf lif”.
   Aku mengangguk.
“emangnya lo mau kemana sih,kenapa buru buru”.
“ada buku yang gue perlu,tadinya mau bareng sama Daniel,tapi dia duluan,pas gue mau barengan, dia udah pergi,jauh banget,jagi gue lari ngejar dia”.
 “tapi gak papa ko,mungkin dia buru buru”.
   Manisnya,ia tersenyum sekali lagi.
      Dan Salju seperti berguguran  di ruangan ini,romntis sekali.
………………..
        Aku menatap layar tv, mata ku kosong,fikiran ku melayang ke UKS bersama orang itu tadi,tangan ku menumpu wajahku,tv menyala dan bicara sendiri,remot ku genggam erat.
“woy kenapa lo bengong mulu”.
    Si pemberontak datang, merebut remot di tangan ku,lapangan bola menyita layar tv.
  “emang kenapa kalau gue bengong heh”.
     Aku merebut remot di tangan Daniel,layar berganti jadi sinetron FTV.
 “gak papa sih,gue ngerinya kalau lo kesambet kuntilanak aja muka lo kan udah mirip banget sama kuntilanak”.
    Ia terkekeh,tak ada sedikit pun sikap hormat pangeran seperti yang dimiliki saudara.
“ terserah,,,oh iya tadi kata zirka lo pergi duluan ya waktu dia minta tolong buat cari perpustakaan”.                                                          
     Daniel mengagguk,wajah nya menjadi serius,satu satunya ekspresi wajah yang kusukai darinya.
  “kenapa ?,gue liat dia baik,supel,manis”.
“lo kenapa sih perhatian banget sama zirka lo suka sama manusia aneh itu”.
   Suara Daniel meninggi.
“lo kenapa sih,jangan dongkol gitu dong,biasa aja…..oh iya lo bilang dia aneh, lo tuh yang aneh”.         
“terserah lo gue males ngomong sama orang yang gak peka,lola banget”.
    Daniel beranjak,melangkah cepat kemarnya,aku masih menatap punggung saat bunyi pintu berdehem pintu tertutup.daniel benar benar serius.
   “ Gak peka,lola”.
   Aku bergumam mengamati pintu kamar yang tertutup rapat beberapa meter dari ku.siapa perduli,aku menatap layar tv lagi,menstrim biasa,aku menghembuskan nafasku,dan ketika aku hampir mematikan tv,aku baru saar tentang sesuatu yang baru saja kulihat.
     Mirip sekali dengan yang sedang kami alami,sial.sial sekali kalau ini benar benar terjadi.
………………...          
        Seseorang mengehempaskan tubuh nya kencang disamping ku lalu kudengar suara menutup pintu mobil kencang,aku melirik nya sekilas lalu kembali membaca buku ditangan ku.
 “sorry gue telat”.
“udah biasa
 “masa sih”.        
“eh nil gue bilangin yah kalau tiap hari lo telat mulu kaya gini kita bisa kena scors dan akhir nya gak naik kelas tau,eh kalau lo masih gini terus gua besok mau pegi sekolah sendiri aja deh”.
“emang lo mau naik apa heh”.
 “sama zirka”.
 “zirka ?,salah lo lif,sampai suka sama dia”.
       Daniel terkekeh memandangiku,aku dapat melihat mata itu berbeda,setelah itu dia diam entah apa yang dia fikirkan,Selama perjalanan kami terus diam Daniel tak sedikit pun bicara padahal biasa nya ya terus saja berbicara entah saat itu aku mendengarkannya atau tida,suasana seperti ini benar benar membuat ku terus berfikir tentang film yang ku tonton kemaren sekaligus membuat ku kaku, kurasa ini pertama kali nya Daniel seperti ini padaku.
………………..
   Hari ini ditempat dan waktu yang hampir sama,aku duduk sendirian di kantin sekolah,biasanya Daniel akan heboh bicara,memuncratkan makanan nya kemana mana,aku mulai meraih sendok ku lambat saat seseorang memanggilku,angel membawa nampan makanan nya kemejaku.
     Ia duduk disampingku,mulai mengunyah makanan nya.
“gak tau”.
“eh lif lo tau gak kemaren gue nonton film gitu di tv ceritanya keren banget ceritanya ada adek kaka gitu, terus suatu hari si adek yang cewe itu suka sama seorang cowo terus si kaka yang cowo itu marah marah terus sama adek nya,tapi sayang gue gak nonton ampe kelar soal nya mama gue marah marah gak jelas gitu...aduh padahal gue pengen banget tau nonton ending nya tapi gue yakin tu kaka cowo suka sama adek nya sendiri ya ampun switt banget ceritanya eh lif lo pernah mikir gak itu semua kejedian sama lo end Daniel pasti semua nya keren banget.lo nonton gak lif’.
    Aku terpaku,makanan ini semakin kehilangan kelezannyadan aku semakin kehilangan rasa lapar ku,aku mendorong piring ku menjauh,melipat tangan ku di meja,angel menyenggol pinggangku.
“nonton gak sih?”.
     Aku mengagguk lambat,ini pertama kalinya aku takut pada Daniel,pertama kalinya juga aku takut Daniel tidak seperti yang aku kenal,tiba tiba kantin terasa sunyi,suara bawel angel seperti tersita oleh sesuatu entah apa itu,aku benar benar takut sesuatu terjadi,pada kami.aku dan Daniel.
…………………
            Aku melangkah gontai di lorong sekolah fikiran ku melayang entah kemana hingga seseorang menyantuh bahu ku lembut,aku membalikan badan ku kearah nya.                
“sendirian aja, Daniel mana”.
    Ia menengok kiri kanan bahu ku,entah sudah berapa kali,orang orang begitu hari ini.                
“gak tau”.
 “lif gue bisa minta waktu lo sebentar gak”.
    Aku mengangguk,Daniel menghilang dari fikiran ku.
“emangnya ada apaan sih”. 
“ ada Sesuatu yang penting yang pengen gue bilang ke elo,ini penting banget lif gue gak pengen tersiksa sama semua yang gue rasain akhir akhir ini”.
       Aku melayang,bersama ribuan kelopak mawar,Daniel benar benar menghilang,aku berharap ada music klasik,setangkai bunga,atau mungkin hujan,sama seperti drama drama yang ku tonton.
    Zirka menyilangkan jemarinya ke jemariku,mengajakku berlari menyusuri lorong sekolah,dan yang kurasakan adalah aku sedang berlari di acara pesta milik cinderela,tangan zirka yang hangat berubah dingin,dan sialnya tangan ku juga sedang merasakan nya.
    Di depan apotik hidup,zirka berhenti,menatap mataku.dalam.
“emmm….. jadi tadi lo mau ngomong apa ke gue”. 
“lif gue berharap setelah lo tau perasaan gue yang sebenernya lo gak benci atau gak enak temenan sama gue yah”.
     Aku menunduk,tangan ku mulai bergetar.
“its ok, emang nya tentang apa sih, ngomong aja kali”.
“sebenernya gue “. Ia menghela nafasnya,menatap lantai marmer depan apotik hidup.
      Waktu seperti slowmotion,ia mengangkat wajahnya dan aku tersenyum anggun,persis kate dilamar wiliam.
“gue suka sama kaka lo”.
 “gue juga suka ko sama….”.
   Waktu itu berhenti slowmotion,udara seperti mengembang diantara dada dan otakku,lama sebelum aku mula mengerti.
“lo suka sama Daniel”.
      Zirka mengangguk.
   bumi ambruk, butuh beberapa detik sampai dunia ku kembali seperti semula.
……………....       
         Sudah jam 3 sore,ini pertama kalinya aku merindukan si pemberontak,aku masih duduk di depan tv sambil memeluk bantal saat pintu rumah,perlahan lahan terbuka.
“jam segini baru pulang”.
“gila lo lif,baru pulang gue masih aja di omelin”.
“nil,gak ngembek lagi kan”.
    Daniel menatapku,tidak pernah seperti itu sebelumnya.
“yang mana yah,gue rasanya gak pernha ngambek deh”.  
“tadi pagi kan lo ngambek waktu di mobil”.
“heh iya ya lif lupa gue kalau lagi ngambek kalau gitu gue lanjutin aja yah ngambeknya”.
    Si pemberotak kembali keisrael,aku menarik ujung jaketnya saat ia berbalik mulai melangkah.daniel berbeda,dan aku berani bertaruh ada sesuatu yang sedang ia kerjakan,atau mungkin baru saja ia selesaikan,deteksi telepati anak kembar tidak pernah salah.
“nil,gue gak tau yah,ini efek karna kita gak ketemu seharian atau apa,tapi kayanya lo seneng banget,merona gitu”.
   Daniel tersenyum,duduk di sampingku,mata sipitnya menatapku lekat.
“gue jadian sama ralia,seharian ini gua ya jalan sama dia,cari waktu lif,dan akhirnya gue diterima,pas waktu matahari jatuh di depan muka kita”.
     Dramatis sekali saat Daniel bicara,ia masih menatapku ketika aku mulai mual,mendengar kata kata nya yang mirip khairil anwar,sayap sayap patah yang berubah jadi senyap senyam patah.
“oh…ok..selamat ya nil,kaya nya ini emang waktu yang tepat buat lo menghancurkan hidupnya rania”.
    Aku tersenyum,danil merengut.
“oh iya nil….soal zirka”.
    Daniel menatapku,semula bibir nya biasa saja,perlahan membuat sudut terangkat,sampai akhirnya bibir itu mengembang dan terkekeh,Daniel memegangi perutnya.
“gue geli waktu dia,godain gue dikantin lif,sumpah”. 
   Daniel semakin terkekeh.
“masa dia megang megang tangan gue,oh iya ralia juga cerita sama gue,dulu dia juga pernah deket sama zirka,sampai akhirnya zirka bilang dia suka sama teman sebangku nya ralia yang juga cowo,gila modus tu orang sama,sama deketin teman sebangkunya”.
     Daniel tak berhenti tertawa.
“lif,lo pasti kegeeran yah”.
     Dan filosop filosop masa lalu itu kembali benar,apa yang orang lain lakukan pada mu adalah sesuatu yang kamu lakukan pada diri mu sendiri,mengetahui hal itu,hati ku luruh.kelu.menyebalkan sekali.
…………………..
“tapi gak rugi juga nil kalau sekali kali pacaran sama cowo”.
 “gila lo lif selama masih ada cewe yang suka sama gue,gea gak bakal deh pindah fandom jadi suka cowo”.                                                                                                                             
“kalau misal nya emang bener bener gak ada cewe yang naksir sama lo gimana ?”.
 “ya udah gua deketin zirka aja”.
       Aku terkekeh,hampir memuntahkan makanan di mulutku,aku jadi merasa mirip sekali dengan Daniel.ponsel ku berdering seseorang menelphon.
“lif …lo tau gak akhir cerita film yang gue ceritain kemarin,ternyata gak kaya yang gue fikirin ko,tapi ceritanya…”.
   Ah…basi,aku mematikan ponselku sebelum seseorang disebrang sama berhenti bicara.akhirnya pasti benar benar berbeda dengan apa yang dia fikirkan,karna begitu lah yang terjadi pada Daniel,aku dan zirka.
 “woy…bengong lagi”.
     Daniel masih di belakang punggungku,aku melangkah kearah nya,mencubiti pipinya,memeluk tubuhnya,dan rasa cinta itu ternyata benar benar ada,hanya saja berbeda.
……………
2-26-13
                                                                                                                         
    





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik