Benar kata filosop filosop masa lalu,besar hati membuat mu malu.
Aku
berjaan santai kearah kelas ku kudengar langkah kaki memburu di belakang tubuh
ku lalu seseorang memelukku dari belakang.
“lifia lo kenapa sih
tunggu bentar napa”.
“ Daniel lo itu telat
mulu cape tau kalau tiap hari harus berdiri depan kelas terus”.
“iya iya ini terakhir kalinya,,, janji gue”.
tangannya membentuk dua angka romawi lalu
tersenyum kearah ku,sebentar saja ku menatapnya,berjalan cepat didepannya. Daniel.
setiap hari melihat wajah nya selama 16 tahun membuat ku bosan dan sudah biasa
dengan kebiasaan lelet nya,ya dia saudara ku tepat nya saudara kembar ku.
…………
Ku lihat beberapa teman perempuan ku
membicarakan sesuatu yang terlihat penting,penting bagi mereka tapi entah lah
bagiku.
“lif lo tau gak hari ini ada murid baru
lo,cowo lagi”.
winda membalikan tubuh nya kearah ku dan
Daniel,ah… aku suka hal hal semacam ini.
“terus gue harus bilang
wow gituh”. Daniel memulai pertempuran lagi.
“anak mana win?”.
“gak tau!!lihat aja nanti, tapi gue yakin tu
orang pasti ganteng”.
“idih penyakit centil
nya kambuh”.
“emang … masalah buat
loh”.
Dan itulah yang setiap hari terjadi dikelas
ini,setidanya didekat tempat duduk ku.
Obrolan kami terputus saat seorang wanita berkaca mata,memasuki kelas
kami bersama seorang anak laki laki disamping nya.bu anita ya itu namanya ibu
guru muda yang sekarang menjadi wali kelas kami.
“pagi
semua”.
Ia tersenyum ke arah kami sambil meletakan
beberapa buku diatas meja nya,semua anak membalas sapaan serentak,aku dapat
melihat winda bersemangat.
“hari ini ada yang beda yah ibu bawa teman
baru buat kalian,ayo zirka silahkan perkenal kan diri kamu keteman teman.
Disana.ya didepan kelas kami,pemandangan
indah itu seperti membuat ku melayang layang,letupan letuan helium dan hukum
hukum logika pascal,menggebu gebu di otakku.
“nama saya zirka saya pindahan dari sma di
semarang,dalam belajar saya masih punya banyak kekurangan karna itu saya minta
banyak bantuannya”.
ia tersenyum, manis sekali membuat bibir
ku akhirnya juga tersenyum karnanya,saat ia melangkah udara terasa berhenti,ia
mendekat dan aku merasa,sedang jatuh cinta.
jika
saja Daniel bukan kaka kembar ku mungkin
aku sudah mengusirnya dari bangku disebelah lalu menyuruh zirka duduk di
sampingku.
“brak” .
ku dengar bunyi itu kencang dari arah belakang
tubuh ku.ku lihat zirka menghempaskan tas nya kemeja membuat hampir seluruh kelas
menatap kearah nya.dia duduk dibelakang bangku ku,setidanya walau pun tidak
disamping ku .tempat duduk kami masih dekat.itu membuat ku tersenyum sekali
lagi.aku percaya dengan cinta pada pandangan pertama dan aku mulai mempercayai
cinta datang karna terbiasa.
“eh lif jangan kumat
disini yah,rumah sakit jiwa jauh tau”.
Daniel berbisik sambil mendekatkan wajahnya
ketelingaku.
“nil...gue punya
obatnya ko”.
Di sampingku,Daniel terkekeh.
……………..
Tet...tet...tet
Bunyi bel membuat ruangan yang tadinya
tenang jadi gaduh lagi.anak anak
perempuan tampak bergerombol di belakang bangku ku,benar benar mengganggu.
tapi
aku mengerti kenapa itu terjadi.bagaimana tida anak laki laki yang sekarang
mereka geromboli sangat ramah, manis, kau tau sebenarnya aku sangat ingin
mendekatinya lalu berkenalan dengannya tapi sayang gerombolan itu sepertinya tak terlalu manusiawi.
“lif kantin yu lapar
gue”.
Aku tau Daniel di
sampingku,dan aku tau ia sedang bicara,tapi entah apa yang sedang ia
bicarakan,ah…orang itu tampan sekali.
“heh apaan,iya gue udah
maafin lo kok soal telat tadi”.
“apaan sih lif,gue gak
bicara soal itu kali,aneh lo kayanya emang harus dibawa kerumah sakit jiwa deh”.
“gue kan udah bilang
udah punya obatnya,punya lo kan juga masih banyak”.
“ambil semuanya aja
nanti”.
Aku tau Daniel mulai kesal,tapi siapa yang
perduli.
“kekantin nil”.
“dari tadi jug ague
ngomong itu lif”.
…………….
Aku sempat mendengar suara keluhan
perut Daniel saat sudah sampai ke meja,suara suara seperti lebah memantul
mantul di ruangan besar ini,aku hampir menggigit makanan ku ketika seseorang
menghampiri meja kami.
“sorry… gue boleh duduk
disini”.
Ia duduk di samping Daniel,tepat
didepanku,aku dapat merasakan sesuatu beradu lagi di otakku tapi bukan soal
hukum pascal atau helium helium,sekarang tentang kata kata milik aristoles,semacam
sayap sayap patah.
“ iya duduk aja kali”.
Daniel menyingkirkan aristoles dari otakku.
“thank’s kalau gitu”.
“oh iya kita belum kenalan yah nama gue Daniel
pratama dan yang didepan lo itu lifia pratama kita saodara kembar,terlahir dari
keluaga pratama,mata kita sipit karna keturunan,gue keturunan korea dia
keturunan china”.
Daniel bicara dengan makanan yang penuh di
mulutnya tangan nya menyentak nyentak tangan zirka yang sekarang
menyalaminya,dan saat zirka akan menyalamiku,Daniel mulai bicara
lagi,sial.rasanya aku ingin membunuhnya.
“ kalian kembar wow
pantes muka kalian mirip banget beda nya cuman yang satu cantik dan satu nya
ganteng”.
Ah…aku merasa udara berputar putar di
dadaku,setengah mati aku menyimpan senyum ku.
“ wah,,,lo orang
pertama yang bilang lifia cantik tau,sekaligus lo orang yang……” pura pura
berfikir* gak tau soal nya banyak banget yang bilang gue ganteng “.
Daniel mulai lagi,rasanya aku ingin lari
kemeja sebelah dan saat bertemu zirka lagi,ku bilang dia hanya anak teman dari
teman ibuku.ku senggol kakinya saat ia mulai bicara sambil mengunyah lagi.
“kenapa lif kesemutan”.
Daniel mulai
mempermalukan dirinya lagi,sepertinya aku benar benar harus minta obat nya
lagi.
“lif …..”.
Seseorang memanggil ku dari belakangaku
berbalik dan menatap orang itu.
”lo disini ternyata,
gue cariin kemana mana tau,kita ada latihan basket dadakan,sekarang” .
Ralia,teman ku yang manis,bertahun tahun
Daniel jadi fens misterius nya,dan sekarang aku dapat melihat Daniel tiba tiba
menjadi terhormat di depan piringnya.sekilas aku melihat tatapan mata
ralia,semula kulihat ia menatap Daniel,tapi tida,aku salah,ia sedang menatap
seseorang di samping Daniel,zirka,zirka menunduk,dan aku tau,,,mungkin dimasa
lalu,entah apa.ada sesuatu yang terjadi.
“sekarang lif”.
Ralia
menarik tangan ku,matanya masih menata zirka saat Daniel mulai menyengka ia
ditatap ralia.
………….…..
Rilia diam dan aku juga begitu,entah apa
tapi aku benar benar ingin tau kenapa ia
terlihat berbeda.sayup sayup aku mendengra suara pantulan bola basket di depan
kami,aku hampir bicara ketika baju basket biru muda terbang dan ,endarat di
wajah ku.saat baju itu melorot dan jatuh kelantai,aku tau itu angel.
“gila lo angel”.
“haha...sorry lif sorry
hitung hitung latihan”.
“bayangin kalau nanti
gue gegar otak,iya gak ra”.
Aku menyenggol siku ralia,dia tetap
diam,aku mulai menatap wajahnya,dan matanya kosong,menatap lantai aula.
“lo gak papa ra”.
“heh…apa…gak gue gak
papa ko “.
Ia tersenyum lembut,sedikit tolol
sebenarnya,aku menghela nafas,angel juga mulai menatap wajah ralia.
“lo kenal sama zirka ya
ra”.
Ia menatapku,mulai tersenyum lagi lalu
mengangguk lambat.
“dimana”.
Suara ku melembut,entah apa,tapi aku takut
tau masa lalu mereka.
“adalah…nanti kamu tau
sendiri ko’.
……………….
Aku berjalan santai di lorong aula,tangan ku
menyeka keringat bekas latihan tadi,tiba tiba sesutau seperti menabrakku,aku
tau tubuh ku terjatuh kelantai saat orang itu menyentuh tangan ku,demi
luhan,aku merasa seperti zionis yang sedang membara.
“sorry yah sorry”.
Tapi zionis itu tiba tiba melemah,matanya
yang tajam menatap lembut,aku hampir saja menggeleng dan bicara dramatis “gak
papa asalkan kamu yang nabrak”,tapi saat aku mulai beranjak,siku ku terasa
teremas,kelu sekali,aku tersenyum meringis,menatap orang didepanku.
“lif sorry banget yah gue gak sengaja, ada
yang sakit gak lif “.
Ia
menatapku,dan rasa sakit itu mulai menghilang lagi
“gak papa ko cuman sakit dikit”.
“ yakin”.
Ia mengamati tubuhku,dan aku bersyukur
tanpa ku beri tau ia melihat memar di siku ku.
“ke uks yu,gue yang obatin”.
Kata kata itulah yang aku tunggu tunggu,aku
mengaguk takzim seakan ia meminta ku untuk menjadi pendamping hidupnya.
………….......
Tangannya terasa sangat lembut saat
menyentuh tangan ku perlahan ya membersihkan sedikit luka ku tadi,aku benar
benar tak marah degan luka ini,sedikit sakit untuk moment yang manis.aku
mengamati wajah itu,bohong jika dia tida mempesona,rambutnya yang hitam
menyentuh kulit dahinya,matanya yang lembut dan manis,dilihat lihat ia lebih
cantik dari pada aku.menyebalkan.
Aku meringis dan berhenti mengamati wajah cantik itu saat
dingin alcohol menyentuh kulit ku yang luka.
“sakit yah ? aduh… gue bener bener minta maaf yah karna gak hati
hati ,lo malah jadi kesakitan gini”.
Matanya menatap ku lembut,jantung ku
berlomba lomba berdetak,tangan nya menyentuh luka ku,hati ku di tumbuhi bunga
mawar,ia menatap mataku lagi.
“gue bener bener minta
maaf lif”.
Aku mengangguk.
“emangnya lo mau kemana
sih,kenapa buru buru”.
“ada buku yang gue
perlu,tadinya mau bareng sama Daniel,tapi dia duluan,pas gue mau barengan, dia
udah pergi,jauh banget,jagi gue lari ngejar dia”.
“tapi gak papa ko,mungkin dia buru buru”.
Manisnya,ia tersenyum sekali lagi.
Dan Salju seperti berguguran di ruangan ini,romntis sekali.
………………..
Aku menatap layar tv, mata ku kosong,fikiran
ku melayang ke UKS bersama orang itu tadi,tangan ku menumpu wajahku,tv menyala
dan bicara sendiri,remot ku genggam erat.
“woy kenapa lo bengong
mulu”.
Si pemberontak datang, merebut remot di
tangan ku,lapangan bola menyita layar tv.
“emang
kenapa kalau gue bengong heh”.
Aku merebut remot di tangan Daniel,layar
berganti jadi sinetron FTV.
“gak papa sih,gue ngerinya kalau lo kesambet
kuntilanak aja muka lo kan udah mirip banget sama kuntilanak”.
Ia terkekeh,tak ada sedikit pun sikap hormat
pangeran seperti yang dimiliki saudara.
“ terserah,,,oh iya
tadi kata zirka lo pergi duluan ya waktu dia minta tolong buat cari
perpustakaan”.
Daniel mengagguk,wajah nya menjadi
serius,satu satunya ekspresi wajah yang kusukai darinya.
“kenapa ?,gue liat dia baik,supel,manis”.
“lo kenapa sih
perhatian banget sama zirka lo suka sama manusia aneh itu”.
Suara Daniel meninggi.
“lo kenapa sih,jangan
dongkol gitu dong,biasa aja…..oh iya lo bilang dia aneh, lo tuh yang aneh”.
“terserah lo gue males
ngomong sama orang yang gak peka,lola banget”.
Daniel beranjak,melangkah cepat
kemarnya,aku masih menatap punggung saat bunyi pintu berdehem pintu
tertutup.daniel benar benar serius.
“ Gak peka,lola”.
Aku bergumam mengamati pintu kamar yang
tertutup rapat beberapa meter dari ku.siapa perduli,aku menatap layar tv lagi,menstrim
biasa,aku menghembuskan nafasku,dan ketika aku hampir mematikan tv,aku baru
saar tentang sesuatu yang baru saja kulihat.
Mirip sekali dengan yang sedang kami
alami,sial.sial sekali kalau ini benar benar terjadi.
………………...
Seseorang mengehempaskan tubuh nya kencang
disamping ku lalu kudengar suara menutup pintu mobil kencang,aku melirik nya sekilas
lalu kembali membaca buku ditangan ku.
“sorry gue telat”.
“udah biasa
“masa sih”.
“eh nil gue bilangin
yah kalau tiap hari lo telat mulu kaya gini kita bisa kena scors dan akhir nya
gak naik kelas tau,eh kalau lo masih gini terus gua besok mau pegi sekolah
sendiri aja deh”.
“emang lo mau naik apa
heh”.
“sama zirka”.
“zirka ?,salah lo lif,sampai suka sama dia”.
Daniel terkekeh memandangiku,aku dapat
melihat mata itu berbeda,setelah itu dia diam entah apa yang dia fikirkan,Selama
perjalanan kami terus diam Daniel tak sedikit pun bicara padahal biasa nya ya
terus saja berbicara entah saat itu aku mendengarkannya atau tida,suasana seperti
ini benar benar membuat ku terus berfikir tentang film yang ku tonton kemaren
sekaligus membuat ku kaku, kurasa ini pertama kali nya Daniel seperti ini
padaku.
………………..
Hari ini ditempat dan waktu yang hampir
sama,aku duduk sendirian di kantin sekolah,biasanya Daniel akan heboh bicara,memuncratkan
makanan nya kemana mana,aku mulai meraih sendok ku lambat saat seseorang
memanggilku,angel membawa nampan makanan nya kemejaku.
Ia duduk disampingku,mulai mengunyah
makanan nya.
“gak tau”.
“eh lif lo tau gak
kemaren gue nonton film gitu di tv ceritanya keren banget ceritanya ada adek
kaka gitu, terus suatu hari si adek yang cewe itu suka sama seorang cowo terus
si kaka yang cowo itu marah marah terus sama adek nya,tapi sayang gue gak
nonton ampe kelar soal nya mama gue marah marah gak jelas gitu...aduh padahal
gue pengen banget tau nonton ending nya tapi gue yakin tu kaka cowo suka sama
adek nya sendiri ya ampun switt banget ceritanya eh lif lo pernah mikir gak itu
semua kejedian sama lo end Daniel pasti semua nya keren banget.lo nonton gak
lif’.
Aku terpaku,makanan ini semakin kehilangan
kelezannyadan aku semakin kehilangan rasa lapar ku,aku mendorong piring ku
menjauh,melipat tangan ku di meja,angel menyenggol pinggangku.
“nonton gak sih?”.
Aku mengagguk lambat,ini pertama kalinya
aku takut pada Daniel,pertama kalinya juga aku takut Daniel tidak seperti yang
aku kenal,tiba tiba kantin terasa sunyi,suara bawel angel seperti tersita oleh
sesuatu entah apa itu,aku benar benar takut sesuatu terjadi,pada kami.aku dan
Daniel.
…………………
Aku melangkah gontai di lorong sekolah fikiran
ku melayang entah kemana hingga seseorang menyantuh bahu ku lembut,aku
membalikan badan ku kearah nya.
“sendirian aja, Daniel
mana”.
Ia
menengok kiri kanan bahu ku,entah sudah berapa kali,orang orang begitu hari
ini.
“gak tau”.
“lif gue bisa minta waktu lo sebentar gak”.
Aku mengangguk,Daniel menghilang dari
fikiran ku.
“emangnya ada apaan sih”.
“ ada Sesuatu yang
penting yang pengen gue bilang ke elo,ini penting banget lif gue gak pengen
tersiksa sama semua yang gue rasain akhir akhir ini”.
Aku melayang,bersama ribuan kelopak
mawar,Daniel benar benar menghilang,aku berharap ada music klasik,setangkai
bunga,atau mungkin hujan,sama seperti drama drama yang ku tonton.
Zirka menyilangkan jemarinya ke
jemariku,mengajakku berlari menyusuri lorong sekolah,dan yang kurasakan adalah
aku sedang berlari di acara pesta milik cinderela,tangan zirka yang hangat
berubah dingin,dan sialnya tangan ku juga sedang merasakan nya.
Di depan apotik hidup,zirka
berhenti,menatap mataku.dalam.
“emmm….. jadi tadi lo
mau ngomong apa ke gue”.
“lif gue berharap
setelah lo tau perasaan gue yang sebenernya lo gak benci atau gak enak temenan
sama gue yah”.
Aku menunduk,tangan ku mulai bergetar.
“its ok, emang nya
tentang apa sih, ngomong aja kali”.
“sebenernya gue “. Ia
menghela nafasnya,menatap lantai marmer depan apotik hidup.
Waktu seperti slowmotion,ia mengangkat
wajahnya dan aku tersenyum anggun,persis kate dilamar wiliam.
“gue suka sama kaka
lo”.
“gue juga suka ko sama….”.
Waktu itu berhenti slowmotion,udara seperti
mengembang diantara dada dan otakku,lama sebelum aku mula mengerti.
“lo suka sama Daniel”.
Zirka mengangguk.
bumi ambruk, butuh beberapa detik sampai
dunia ku kembali seperti semula.
……………....
Sudah jam 3 sore,ini pertama kalinya
aku merindukan si pemberontak,aku masih duduk di depan tv sambil memeluk bantal
saat pintu rumah,perlahan lahan terbuka.
“jam segini baru pulang”.
“gila lo lif,baru
pulang gue masih aja di omelin”.
“nil,gak ngembek lagi
kan”.
Daniel menatapku,tidak pernah seperti itu
sebelumnya.
“yang mana yah,gue
rasanya gak pernha ngambek deh”.
“tadi pagi kan lo
ngambek waktu di mobil”.
“heh iya ya lif lupa
gue kalau lagi ngambek kalau gitu gue lanjutin aja yah ngambeknya”.
Si pemberotak kembali keisrael,aku menarik
ujung jaketnya saat ia berbalik mulai melangkah.daniel berbeda,dan aku berani
bertaruh ada sesuatu yang sedang ia kerjakan,atau mungkin baru saja ia
selesaikan,deteksi telepati anak kembar tidak pernah salah.
“nil,gue gak tau
yah,ini efek karna kita gak ketemu seharian atau apa,tapi kayanya lo seneng
banget,merona gitu”.
Daniel tersenyum,duduk di sampingku,mata
sipitnya menatapku lekat.
“gue jadian sama
ralia,seharian ini gua ya jalan sama dia,cari waktu lif,dan akhirnya gue
diterima,pas waktu matahari jatuh di depan muka kita”.
Dramatis sekali saat Daniel bicara,ia
masih menatapku ketika aku mulai mual,mendengar kata kata nya yang mirip
khairil anwar,sayap sayap patah yang berubah jadi senyap senyam patah.
“oh…ok..selamat ya
nil,kaya nya ini emang waktu yang tepat buat lo menghancurkan hidupnya rania”.
Aku tersenyum,danil merengut.
“oh iya nil….soal
zirka”.
Daniel menatapku,semula bibir nya biasa saja,perlahan
membuat sudut terangkat,sampai akhirnya bibir itu mengembang dan
terkekeh,Daniel memegangi perutnya.
“gue geli waktu
dia,godain gue dikantin lif,sumpah”.
Daniel semakin terkekeh.
“masa dia megang megang
tangan gue,oh iya ralia juga cerita sama gue,dulu dia juga pernah deket sama
zirka,sampai akhirnya zirka bilang dia suka sama teman sebangku nya ralia yang
juga cowo,gila modus tu orang sama,sama deketin teman sebangkunya”.
Daniel tak berhenti tertawa.
“lif,lo pasti kegeeran
yah”.
Dan filosop filosop masa lalu itu kembali
benar,apa yang orang lain lakukan pada mu adalah sesuatu yang kamu lakukan pada
diri mu sendiri,mengetahui hal itu,hati ku luruh.kelu.menyebalkan sekali.
…………………..
“tapi gak rugi juga nil
kalau sekali kali pacaran sama cowo”.
“gila lo lif selama masih ada cewe yang suka
sama gue,gea gak bakal deh pindah fandom jadi suka cowo”.
“kalau misal nya emang
bener bener gak ada cewe yang naksir sama lo gimana ?”.
“ya udah gua deketin zirka aja”.
Aku terkekeh,hampir memuntahkan makanan
di mulutku,aku jadi merasa mirip sekali dengan Daniel.ponsel ku berdering
seseorang menelphon.
“lif …lo tau gak akhir
cerita film yang gue ceritain kemarin,ternyata gak kaya yang gue fikirin
ko,tapi ceritanya…”.
Ah…basi,aku mematikan ponselku sebelum
seseorang disebrang sama berhenti bicara.akhirnya pasti benar benar berbeda
dengan apa yang dia fikirkan,karna begitu lah yang terjadi pada Daniel,aku dan
zirka.
“woy…bengong lagi”.
Daniel masih di belakang punggungku,aku
melangkah kearah nya,mencubiti pipinya,memeluk tubuhnya,dan rasa cinta itu
ternyata benar benar ada,hanya saja berbeda.
……………
2-26-13

Tidak ada komentar:
Posting Komentar