Selasa, 24 Februari 2015

Last rain



Aku bisa melihat cahaya itu,cahaya yang lebih terang dari matahari,aku bisa melihat sayap itu,perlahan,lembut sekali,menyentuh jemariku.
       
           Mata itu indah sekali,aku selalu ingin menikmati saat saat melihatnya,mata itu bening warna nya hitam lekat,bulu matanya terlihat sempurna saat ia memejamkannya,aku meliriknya,mata itu masih saja indah,aku merebahkan kepala ku ke pundak seseorang yang memiliki mata itu,ia tersenyum,namun tak menatap ku,wajahnya menghadap calona keemasan yang diterpa langit senja.
       Orang itu suka hujan ia selalu melepaskan payung nya untuk merasakan sentuhan sentuhan dingin itu dan aku selalu bersama nya saat itu, sekarang angin musim semi menerpa tubuh kami,ia menjatuhkan kepalanya di atas kepalaku.ia mencari tangan ku dan menemukannya ia mendekap tangan itu seakan takan pernah lagi ia melepaskannya.
      hangat,saat jemari jemarinya menggenggam tangan ku,lembut sekali rasanya,aku menghela nafas ku.kami berdua masih saja bisu.dan itulah yang selalu aku lakukan,bahkan jika tuhan tidak baik padaku mungkin ia sudah mengambil bibir ini untuk orang lain yang lebih mau bicara.
       jantung ku,berdesir  setiap kali bersama orang ini,selalu seperti itu,aku bahkan tak lagi merasa itu istimewa karna aku sudah terlalu sering merasakan nya.ya, terlalu sering.orang ini adalah seseorang yang selalu menjagaku, yang menyediakan bahu nya untukku,yang menggenggam tangan ku,yang mengelus rambut ku, yang selalu aku cintai,orang yang merelakan banyak waktunya,masa kecil nya,hidupnya,bahkan mungkin kisah cintanya,mungkin karna itu aku selalu mencintai nya.
         Aku mencintai nya sejak aku mengerti desiran itu,aku merasakan nya saat aku tak mengerti apapun didunia ini,wajahnya tak pernah membuat ku lelah untuk menunggu,kau tau aku selalu berusaha,berusaha melupakannya,berusaha menghilangkan rasa yang tak seharus nya ada dalam diriku,sungguh tak ada alasan aku mencintainya karna  kurasa dia tak pernah mencintaiku,kau tau kenapa aku mempertahankan dan selalu gagal melupakannya???.harapan.
       ia selalu membuat harapan manis setiap waktu,setiap hari setiap kali aku menatapnya,harapan itu membuat ku selalu takut,takut selalu tak bisa menghilangkan desiran itu,harapan itu membuat ku terus mencintainya,selalu... dan rasa itu sekali pun tak pernah berubah,mungkin karna aku sering sekali takut merubahnya.meski aku ingin merubahnya.
“hey,,,menurut mu bagaiman calona didepan kita”.
 “indah sekali,kau pasti juga berfikir seperti itu”.
“ia kurasa”.
      Suaranya sendu,dan aku sangat mengerti itu.
“jong woon,sebenarnya calona itu tak seindah yang kau fikirkan”.
   Ia mengengguk lalu tersenyum.
“aku tau itu”.
“aku tau kau tau itu”.
   Ia tersenyum lagi,senja semakin terang dan ia masih mendekap tangan ku,semakin erat.
“lee ae,apa kau tak lelah menemaniku”.
Aku menggeleng
“tidak,kurasa kau juga tak pernah lelah menjaga ku,dan aku berharap kau tak lelah terus ku ikuti kemana saja”.
“aku tak pernah lelah,tapi sekarang semuanya berbeda”.
“aku tidak tau bedanya”.
     Ia diam,aku juga begitu,desiran harum dari hamparan calona didepan kami berhembus.
“aku tak bisa menjaga mu lagi,jadi mencoba lah untuk mencari teman yang bisa menjaga mu”.
“tak ada yang mau berteman dengan ku”.
    Ia diam lagi,aku melihat bibir nya tersenyum.
“kau sekarang sudah suka bicara ya,dulu kau selalu diam”.
     Sekarang aku yang diam ,kepala ku terasa berdenyut kuat sekali,aku menghela nafas ku dan menahan rasa sakit itu.
“kau tau sejak hari dimana kau menyelamatkan ku dari hukuman itu aku selalu menyukaimu,aku selalu ingin berteman dengan mu”.
    Sekarang jantung ku yang terasa sakit sekali,aku mendekapnya dengan tangan kiriku,rasanya benar benar sakit.
“kau tau aku merasa sangat istimewa saat kau menjatuhkan buku pr mu didepan meja ku lalu berjalan keluar kelas untuk mendapatkan hukuman mu,aku tau kau melakukan nya dengan tulus,aku suka ketulusan mu,tapi aku tak suka di tolong perempuan,jadi aku keluar dari kelas dan ikut dengan mu berdiri di luar,berkali kali aku mengajak mu bicara tapi kau tetap saja diam,kau merengut padaku,aku bertanya pada mu tapi kau tak mau menjawabnya,kau tetap saja diam,kau tau aku tak pernah melupakan  wajahmu saat itu.bola bola pipimu lucu sekali.ya, sekarang memang tidak ku temukan lagi.
       Kepalaku dan jantung ku sakit bersamaan aku terus menutupinya dari seseorang disampingku,aku menarik nafas ku berkali kali,menahan rasa sakit itu agar tak terdengar olehnya,aku menggigit ujung bibir ku,dan rasa sakit itu semakin terasa,sakit sekali.sekarang aku merasa mulut ku terasa asin aku menggigit bibir ku hingga berdarah dan aku merasakan perih itu seperti tersayat.aku menarik nafasku lagi dan saat aku menghembuskan nya,aku merasa cairan anyir keluar dari hidungku,aku menyapunya dengan telunjuk ku dan aku melihat warna merah membasahi telapak tangan ku.dan aku sangat mengerti ini bukan hal baik,ini sangat buruk.
“lee ae ..... aku ingin mengatakan ini hari itu,dan hari hari setelah kita berteman,tapi entahlah,selalu tak pernah bisa,aku tau aku tak baik untukmu,aku bukan lagi jong woon yang dulu,aku tak bisa lagi menjaga lee ae kecil ku,dan kurasa dari dulu kau lah yang selalu menolongku”.
      Jong wong disampingku,dan aku masih bisa mendengar suaranya,namun mata ku tak lagi dapat melihat nya dengan jelas,bahkan sekarang wajahnya berembun,air mataku menyempurnakan rasa sakit ku.
“lee ae.... hal yang ingin ku katakan pada mu hari itu,akan kukatakan hari ini...aku tau kau takan menyukainya,tapi aku lelah menyimpan ini,saat kau sudah mendengarnya maka lupakan saja,aku berharap kau tetap mau disampingku”.
     Sekarang seluruh tubuhku sakit sekali,semuanya.aku menggenggam tangan jong wong dengan tangan ku yang penuh dengan darah,aku menggenggam nya dengan kedua tangan ku,lalu aku melepaskan nya dan memeluknya,tubuhku terasa dingin sekali.
“lee ae...hari itu,hari saat salju pertama turun,saat kitaberdua berdiri didepan kelas.aku merasa sangat bahagia bukan karna  aku bisa melihat salju itu dari balik kaca besar didepan kita,tapi karna aku bersama mu,hari itu aku menyukai mu lee ae,hari itu aku menemukan cinta pertamu ku,karna itu aku tak pernah mencintai wanita manamun selain kau.aku selalu merasa jantung ku berdetak lebih keras saat bersama mu,aku tak pernah tau kenapa aku begitu,aku terlalu kecil untuk mengerti”.
“lee ae aku tau kau mendengarkan ku,tapi seperti yang kukatakan lupakan saja setelah kau mendengar ini”.
    Air mataku terus mengalir,satu satu jatuh di telapak tangan jong woon bercampur dengan darahku yang tak mau berthenti,sekarang dengan kedua tangan nya ia memelukku,hangat sekali.aku mengela nafasku aku ingin mengatakan nya,aku ingin bilang padanya,bahwa aku menyukainya sebelum hari itu,aku ingin mengatakan padanya aku menyukainya sejak pertama kali eomma membawaku ke sekolah pertama ku itu,aku ingin ia tau aku selalu mengaguminya,aku selalu mencintainya,namun bibir ku kelu terlalu lemah untuk bicara.tangan ku bergetar saat mencoba meraih tangan nya,semakin bergetar saat aku sudah menggengam nya.
“lee ae kau tak apa,tangan mu berkeringat,sudah ku bilang aku tak apa,aku hanya berharap kau selalu disampingku,karna kau sudah berjanji untuk membagi matamu kan ?,lee ae bicaralah kau selalu diam,ku bilang aku tak apa jika kau tak menyukai ku seperti seorang wanita,kau teman ku lee ae aku tak apa kau mengaggap ku teman mu”.
     Sekarang nafas ku sesak,dan aku kedinginann lagi,padahal jong woon sudah memelukku,kepalaku terasa semakin sakit,dadaku pun begitu.mataku terasa berat, berat sekali,aku ingin melawannya tapi tak bisa,aku benar benar lemah.aku merasakannya,merasakan saat tubuhku terjatuh,jong woon mengguncang guncannya sambil berteriak,aku mendengar suara dan melihat wajahnya samar samar.
“jong woon.aku mencintai mu”.
     ia berhenti mengguncang tubuhku ia meletakan tubuhku yang kaku di pahanya ,tangan nya mengusap usap rambutku,ia memelukku dan aku masih merasakan dingin dari air matanya,jong woon aku benar benar ingin menemanimu,karna itu aku berjanji membagi mataku,tapi jong woon sekarang mungkin kau sangat memerlukannya karna itu aku tak lagi bisa disampingmu,karna itu aku akan memberikan keduanya.
       jong woon....kau selalu menjagaku,aku yang merebut mata itu dari mu,aku yang membiarkan mu menyalamatkanku,aku yang membiarkan mobil itu menabrak tubuhmu,membenturkan kepalamu,jong woon andai kau tak disana,maka aku akan mati lebih cepat.hanya lebih cepat,jong woon kau tau kenapa aku tak suka kauberada disampingku saat ibu guru menghukumku,itu karena aku tak suka dua orang tersakiti dalam waktu yang sama,aku tak suka kita berdua merasakan sakit dalam waktu yang sama,jong woon sungguh lebih dari pada siapapun aku lah orang yang paling mencintaimu,jong woon ku tuhan ingin memberikan bibir ku yang selalu bisu ini untuk orang lain,dan aku bilang pada tuhan biarkan aku yang memberikan mataku ini untuk seseorang.jong woon aku ingin menjaga mu meski hanya dengan mata ini,aku sudah merebut yang kau punya.dan aku harus menggantinya.
jong woon...aku ingin mati dengan hangat,aku ingin kau memelukku.
     Aku tau air mataku memang tak berhenti menetes,begitu juga jong woon,ia tau aku kan pergi meninggalkannya,jantung kutak bisa bertahan lebih lama lagi,tapi bibir ku,aku bisa tersenyum.tuhan menepati janjinya ku bilang aku ingin pergi.
       tapi aku ingin pergi saat jong woon disampingku,aku ingin pergi dengan tenang,hangat dengan pelukan cinta pertamaku.mata ku semakin berat,,,berat sekali,tapi rasa sakit itu semakin mereda,sedikitdemi sedkit menghilang dari tubuhku.aku sempat merasakan air langit menetes di telapak tanganku,di telapak tangan yang selalu menemaniku untuk menadahkan tangan,merasakan hujan bersama jong woon,aku merindukan hujan itu,dan sekarang ia datang.jong woon ini terakhir kalinya aku menemanimu merasakan dingin nya hujan.jong woon aku pergi.tapi aku menunggumu,aku akan menunggumu.jong woong,aku masih menuggumu,jong woong aku mencintaimu.
     
  5-16-14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik