Aku bisa melihat
cahaya itu,cahaya yang lebih terang dari matahari,aku bisa melihat sayap
itu,perlahan,lembut sekali,menyentuh jemariku.
Mata itu indah sekali,aku selalu ingin
menikmati saat saat melihatnya,mata itu bening warna nya hitam lekat,bulu
matanya terlihat sempurna saat ia memejamkannya,aku meliriknya,mata itu masih
saja indah,aku merebahkan kepala ku ke pundak seseorang yang memiliki mata
itu,ia tersenyum,namun tak menatap ku,wajahnya menghadap calona keemasan yang
diterpa langit senja.
Orang itu suka hujan ia selalu
melepaskan payung nya untuk merasakan sentuhan sentuhan dingin itu dan aku
selalu bersama nya saat itu, sekarang angin musim semi menerpa tubuh kami,ia
menjatuhkan kepalanya di atas kepalaku.ia mencari tangan ku dan menemukannya ia
mendekap tangan itu seakan takan pernah lagi ia melepaskannya.
hangat,saat jemari jemarinya menggenggam
tangan ku,lembut sekali rasanya,aku menghela nafas ku.kami berdua masih saja
bisu.dan itulah yang selalu aku lakukan,bahkan jika tuhan tidak baik padaku
mungkin ia sudah mengambil bibir ini untuk orang lain yang lebih mau bicara.
jantung ku,berdesir setiap kali bersama orang ini,selalu seperti
itu,aku bahkan tak lagi merasa itu istimewa karna aku sudah terlalu sering
merasakan nya.ya, terlalu sering.orang ini adalah seseorang yang selalu
menjagaku, yang menyediakan bahu nya untukku,yang menggenggam tangan ku,yang
mengelus rambut ku, yang selalu aku cintai,orang yang merelakan banyak
waktunya,masa kecil nya,hidupnya,bahkan mungkin kisah cintanya,mungkin karna
itu aku selalu mencintai nya.
Aku mencintai nya sejak aku mengerti desiran
itu,aku merasakan nya saat aku tak mengerti apapun didunia ini,wajahnya tak
pernah membuat ku lelah untuk menunggu,kau tau aku selalu berusaha,berusaha
melupakannya,berusaha menghilangkan rasa yang tak seharus nya ada dalam
diriku,sungguh tak ada alasan aku mencintainya karna kurasa dia tak pernah mencintaiku,kau tau
kenapa aku mempertahankan dan selalu gagal melupakannya???.harapan.
ia selalu membuat harapan manis setiap
waktu,setiap hari setiap kali aku menatapnya,harapan itu membuat ku selalu
takut,takut selalu tak bisa menghilangkan desiran itu,harapan itu membuat ku
terus mencintainya,selalu... dan rasa itu sekali pun tak pernah berubah,mungkin
karna aku sering sekali takut merubahnya.meski aku ingin merubahnya.
“hey,,,menurut mu
bagaiman calona didepan kita”.
“indah sekali,kau pasti juga berfikir seperti
itu”.
“ia kurasa”.
Suaranya sendu,dan aku sangat mengerti
itu.
“jong woon,sebenarnya
calona itu tak seindah yang kau fikirkan”.
Ia mengengguk lalu tersenyum.
“aku tau itu”.
“aku tau kau tau itu”.
Ia tersenyum lagi,senja semakin terang dan
ia masih mendekap tangan ku,semakin erat.
“lee ae,apa kau tak
lelah menemaniku”.
Aku menggeleng
“tidak,kurasa kau juga
tak pernah lelah menjaga ku,dan aku berharap kau tak lelah terus ku ikuti
kemana saja”.
“aku tak pernah
lelah,tapi sekarang semuanya berbeda”.
“aku tidak tau
bedanya”.
Ia diam,aku juga begitu,desiran harum dari
hamparan calona didepan kami berhembus.
“aku tak bisa menjaga
mu lagi,jadi mencoba lah untuk mencari teman yang bisa menjaga mu”.
“tak ada yang mau
berteman dengan ku”.
Ia diam lagi,aku melihat bibir nya
tersenyum.
“kau sekarang sudah
suka bicara ya,dulu kau selalu diam”.
Sekarang aku yang diam ,kepala ku terasa
berdenyut kuat sekali,aku menghela nafas ku dan menahan rasa sakit itu.
“kau tau sejak hari
dimana kau menyelamatkan ku dari hukuman itu aku selalu menyukaimu,aku selalu
ingin berteman dengan mu”.
Sekarang jantung ku yang terasa sakit
sekali,aku mendekapnya dengan tangan kiriku,rasanya benar benar sakit.
“kau tau aku merasa
sangat istimewa saat kau menjatuhkan buku pr mu didepan meja ku lalu berjalan
keluar kelas untuk mendapatkan hukuman mu,aku tau kau melakukan nya dengan
tulus,aku suka ketulusan mu,tapi aku tak suka di tolong perempuan,jadi aku
keluar dari kelas dan ikut dengan mu berdiri di luar,berkali kali aku mengajak
mu bicara tapi kau tetap saja diam,kau merengut padaku,aku bertanya pada mu
tapi kau tak mau menjawabnya,kau tetap saja diam,kau tau aku tak pernah
melupakan wajahmu saat itu.bola bola
pipimu lucu sekali.ya, sekarang memang tidak ku temukan lagi.
Kepalaku dan jantung ku sakit bersamaan
aku terus menutupinya dari seseorang disampingku,aku menarik nafas ku berkali
kali,menahan rasa sakit itu agar tak terdengar olehnya,aku menggigit ujung
bibir ku,dan rasa sakit itu semakin terasa,sakit sekali.sekarang aku merasa
mulut ku terasa asin aku menggigit bibir ku hingga berdarah dan aku merasakan
perih itu seperti tersayat.aku menarik nafasku lagi dan saat aku menghembuskan
nya,aku merasa cairan anyir keluar dari hidungku,aku menyapunya dengan telunjuk
ku dan aku melihat warna merah membasahi telapak tangan ku.dan aku sangat
mengerti ini bukan hal baik,ini sangat buruk.
“lee ae ..... aku ingin
mengatakan ini hari itu,dan hari hari setelah kita berteman,tapi
entahlah,selalu tak pernah bisa,aku tau aku tak baik untukmu,aku bukan lagi
jong woon yang dulu,aku tak bisa lagi menjaga lee ae kecil ku,dan kurasa dari
dulu kau lah yang selalu menolongku”.
Jong wong disampingku,dan aku masih bisa
mendengar suaranya,namun mata ku tak lagi dapat melihat nya dengan jelas,bahkan
sekarang wajahnya berembun,air mataku menyempurnakan rasa sakit ku.
“lee ae.... hal yang
ingin ku katakan pada mu hari itu,akan kukatakan hari ini...aku tau kau takan
menyukainya,tapi aku lelah menyimpan ini,saat kau sudah mendengarnya maka
lupakan saja,aku berharap kau tetap mau disampingku”.
Sekarang seluruh tubuhku sakit
sekali,semuanya.aku menggenggam tangan jong wong dengan tangan ku yang penuh
dengan darah,aku menggenggam nya dengan kedua tangan ku,lalu aku melepaskan nya
dan memeluknya,tubuhku terasa dingin sekali.
“lee ae...hari itu,hari
saat salju pertama turun,saat kitaberdua berdiri didepan kelas.aku merasa
sangat bahagia bukan karna aku bisa
melihat salju itu dari balik kaca besar didepan kita,tapi karna aku bersama
mu,hari itu aku menyukai mu lee ae,hari itu aku menemukan cinta pertamu
ku,karna itu aku tak pernah mencintai wanita manamun selain kau.aku selalu
merasa jantung ku berdetak lebih keras saat bersama mu,aku tak pernah tau
kenapa aku begitu,aku terlalu kecil untuk mengerti”.
“lee ae aku tau kau
mendengarkan ku,tapi seperti yang kukatakan lupakan saja setelah kau mendengar
ini”.
Air mataku terus mengalir,satu satu jatuh
di telapak tangan jong woon bercampur dengan darahku yang tak mau berthenti,sekarang
dengan kedua tangan nya ia memelukku,hangat sekali.aku mengela nafasku aku
ingin mengatakan nya,aku ingin bilang padanya,bahwa aku menyukainya sebelum hari
itu,aku ingin mengatakan padanya aku menyukainya sejak pertama kali eomma
membawaku ke sekolah pertama ku itu,aku ingin ia tau aku selalu
mengaguminya,aku selalu mencintainya,namun bibir ku kelu terlalu lemah untuk
bicara.tangan ku bergetar saat mencoba meraih tangan nya,semakin bergetar saat
aku sudah menggengam nya.
“lee ae kau tak apa,tangan
mu berkeringat,sudah ku bilang aku tak apa,aku hanya berharap kau selalu
disampingku,karna kau sudah berjanji untuk membagi matamu kan ?,lee ae
bicaralah kau selalu diam,ku bilang aku tak apa jika kau tak menyukai ku
seperti seorang wanita,kau teman ku lee ae aku tak apa kau mengaggap ku teman
mu”.
Sekarang nafas ku sesak,dan aku
kedinginann lagi,padahal jong woon sudah memelukku,kepalaku terasa semakin
sakit,dadaku pun begitu.mataku terasa berat, berat sekali,aku ingin melawannya
tapi tak bisa,aku benar benar lemah.aku merasakannya,merasakan saat tubuhku
terjatuh,jong woon mengguncang guncannya sambil berteriak,aku mendengar suara
dan melihat wajahnya samar samar.
“jong woon.aku
mencintai mu”.
ia berhenti mengguncang tubuhku ia
meletakan tubuhku yang kaku di pahanya ,tangan nya mengusap usap rambutku,ia
memelukku dan aku masih merasakan dingin dari air matanya,jong woon aku benar
benar ingin menemanimu,karna itu aku berjanji membagi mataku,tapi jong woon
sekarang mungkin kau sangat memerlukannya karna itu aku tak lagi bisa
disampingmu,karna itu aku akan memberikan keduanya.
jong woon....kau selalu menjagaku,aku
yang merebut mata itu dari mu,aku yang membiarkan mu menyalamatkanku,aku yang
membiarkan mobil itu menabrak tubuhmu,membenturkan kepalamu,jong woon andai kau
tak disana,maka aku akan mati lebih cepat.hanya lebih cepat,jong woon kau tau
kenapa aku tak suka kauberada disampingku saat ibu guru menghukumku,itu karena aku
tak suka dua orang tersakiti dalam waktu yang sama,aku tak suka kita berdua
merasakan sakit dalam waktu yang sama,jong woon sungguh lebih dari pada
siapapun aku lah orang yang paling mencintaimu,jong woon ku tuhan ingin
memberikan bibir ku yang selalu bisu ini untuk orang lain,dan aku bilang pada
tuhan biarkan aku yang memberikan mataku ini untuk seseorang.jong woon aku
ingin menjaga mu meski hanya dengan mata ini,aku sudah merebut yang kau
punya.dan aku harus menggantinya.
jong woon...aku ingin
mati dengan hangat,aku ingin kau memelukku.
Aku tau air mataku memang tak berhenti
menetes,begitu juga jong woon,ia tau aku kan pergi meninggalkannya,jantung
kutak bisa bertahan lebih lama lagi,tapi bibir ku,aku bisa tersenyum.tuhan
menepati janjinya ku bilang aku ingin pergi.
tapi aku ingin pergi saat jong woon
disampingku,aku ingin pergi dengan tenang,hangat dengan pelukan cinta
pertamaku.mata ku semakin berat,,,berat sekali,tapi rasa sakit itu semakin
mereda,sedikitdemi sedkit menghilang dari tubuhku.aku sempat merasakan air
langit menetes di telapak tanganku,di telapak tangan yang selalu menemaniku
untuk menadahkan tangan,merasakan hujan bersama jong woon,aku merindukan hujan
itu,dan sekarang ia datang.jong woon ini terakhir kalinya aku menemanimu
merasakan dingin nya hujan.jong woon aku pergi.tapi aku menunggumu,aku akan
menunggumu.jong woong,aku masih menuggumu,jong woong aku mencintaimu.
5-16-14

Tidak ada komentar:
Posting Komentar